Erabaru.net. Hasil Pemilihan parlemen Maladewa menunjukkan partai politik yang dipimpin mantan Presiden Mohamed Nasheed memenangkan mayoritas di parlemen. Sedangkan  Abdulla Yameen yang pro Tiongkok mengumumkan penyerahan kekuasaan.

Pada Minggu (7/3/2019) lalu, hasil sementara diumumkan dalam pemilihan parlemen Maladewa menunjukkan bahwa sekutu Nasheed, Presiden Ibrahim Mohamed Solih lebih unggul. Partai Demokratnya memenangkan 59 dari 87 kursi di parlemen, atau hampir 80%  kursi di parlemen.

Abdulla Yameen Abdul Gayoom (Twitter)

Dunia luar mengatakan, bahwa hasil pemilihan ini telah membuka jalan bagi mantan Presiden Maladewa Mohamed Nasheed (2008-2012) untuk kembali berpolitik.

Nasheed pernah mengkritik kolonialisme ala komunis Tiongkok. Dia mengkritik 80% utang luar negeri negara itu berasal dari komunis Tiongkok. Hingga mengakibatkan negara itu tak sanggup membayarnya, akhirnya akan bernasib sama seperti Srilanka seperti menyerahkan lebih banyak lahan dan infrastruktur kepada komunis Tiongkok serta kehilangan kedaulatan.

Nasheed kembali ke Maladewa lima bulan lalu. Sekutunya, Ibrahim Mohamed Solih menang pemilu presiden pada September 2018 lalu, mengalahkan Abdulla Yameen, yang menjabat sebagai presiden sejak 2013. Yameen adalah lawan politik Nasheed ketika itu.

bantuan india untuk maladewa
Presiden Maladewa Ibrahim Mohamed Solih dan Perdana Menteri India Narendra Modi berjabat tangan menjelang pertemuan mereka di Rumah Hyderabad di New Delhi, India pada 17 Desember 2018. (Adnan Abidi / Reuters)

Setelah menjabat, Yameen menekan para pembangkang politik, termasuk menangkap tokoh yang “Pro-India.’ Yameen memenjarakan saudara tirinya yang berkuasa selama 30 tahun, presiden terpilih pertama Maladewa, Mohamed Nasheed, dan Hakim Agung. Tindakan Yameen dikecam oleh Human Rights Watch.

Seorang pengamat politik dan ekonomi, Qin Peng kepada Epoch Times mengatakan bahwa Maladewa telah menjalin hubungan erat dengan India sejak merdeka dari Inggris pada 1960-an. Namun, Yameen berusaha memutuskan tradisi ini.

“Tidak hanya mengadakan kerjasama ekonomi dengan komunis Tiongkok, tetapi juga menjalin hubungan politik khusus, bahkan meniru aturan internal komunis Tiongkok, yang tentu saja akan menyebabkan konfrontasi di antara tokoh-tokoh konvensional itu,” katanya.

Warga Maladewa yang tinggal di Sri Lanka mengantre untuk memberikan suara mereka pada hari pemilihan presiden Maladewa di kedutaan Maladewa di Kolombo, Sri Lanka 23 September 2018. (Reuters / Dinuka Liyanawatte)

Sementara itu, Asahi Shimbun Jepang mengatakan bahwa Ibrahim Mohamed Solih telah mengalahkan pemerintah Yameen yang pro komunis Tiongkok dalam pemilu presiden 2018 lalu.  Partai Demokratnya sekarang memiliki mayoritas kursi di parlemen.

Media Jepang ini menulis, Mantan pemerintah Maladewa yang menerima bantuan keuangan dari Komunis Tiongkok telah dituduh korup dan otoriter. Hasil pemilihan menunjukkan bahwa pihak berwenang Maladewa mengatakan “tidak” pada komunis Tiongkok yang juga menandakan bahwa Maladewa selanjutnya akan menjauh dari komunis Tiongkok.

Republik Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari atol atau suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna di Samudra Hindia. Negara ini terletak sekitar 600 kilometer selatan India, dekat dengan Teluk Aden dan Selat Malaka. Hampir semua jalur perdagangan ke Samudra Hindia harus melalui wilayah di sekitar. Maladewa juga merupakan simpul penting dari “Jalur Sutra Maritim Abad 21” dalam OBOR yang diprakarsai komunis Tiongkok.

Bagi kalangan luar, investasi komunis Tiongkok di Maladewa dalam beberapa tahun terakhir ini tidak hanya untuk ekonomi, pelayaran dan kegiatan ekonomi lainnya, tetapi juga punya agenda dalam melawan militer India. (Jon/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular