Erabaru.net. Segala pekerjaan apa pun di dunia tidak memandang jenis kelamin maupun usia, hanya suka atau tidak. Dalam pandangan tradisional, merajut umumnya adalah kegiatan yang disukai anak perempuan. Namun, bagaimana menurut kalian jika ada seorang cowok dalam lingkunganmu itu suka merajut kerajinan tangan seperti ini, dan ia sangat menyukainya ?

Dalam kehidupan sehari-hari, selalu ada seseorang yang membuat kita takjub sekaligus heran, seperti misalnya Junior Silva, seorang remaja Brasil berusia 13 tahun ini, ia berhasil menumbangkan imajinasi banyak orang.

Melalui rajutan tangannya, dia menggabungkan dengan sempurna ketelitian seorang wanita dalam dirinya.

Silva memulai belajar merajut pada usia 11 tahun, ia terpesona ketika melihat neneknya merajut sesuatu dengan jarum ketika itu.

Jarum menari-nari dengan lincah ke sana kemari melalui tangannya, dan tak lama kemudian menjadi pola rajutan yang menakjubkan!

Silva, ketika berusia 11 tahun, mengatakan bahwa ketika dia ingin belajar merajut, nenek dan bibinya mengerutkan kening sambil menatapnya dengan heran, pasalnya kegiatan merajut umumnya dianggap sebagai pekerjaan kaum hawa.

Namun, karena Silva terus memohon, akhirnya sang nenek mengajarinya beberapa langkah dasar. Tak disangka, Silva bukan saja bisa belajar dengan sangat cepat, hasil rajutannya pun bikin takjub.

Silva sangat suka merajut, dan tak akan berhenti begitu mulai merajut dengan jarum rajutnya.

Beberapa orang memandang Silva dengan tatapan aneh ketika melihat ia memegang jarum rajutan. Berbagai macam sindiran dan tawa sinis bahkan cemohan juga menghujatnya.

Merajut adalah kegiatan para kaum hawa, sementara anak laki-laki seharusnya mengutak-atik mobil, komponen elektronik atau semacamnya. Berbagai pandangan semacam itu masih tertanam dalam benak orang-orang.

Bahkan ada orang memperingatkan kepada keluarga Silva: Sudah saatnya membawa anak Anda ke dokter spesialis saraf atau psikiater. Apalagi teman-teman Silva, rata-rata manjauhi, membuli dan mecemohnya, mereka bahkan mencerca ibunya, mereka bilang Silva adalah seorang anak yang aneh.

Silva sendiri juga merasa heran dengan sikap orang-orang seperti itu. Dia juga sempat goyah menghadapi sikap seperti itu : “Apakah saya memang seorang manusia yang aneh dan beda dengan mereka ?”

Setelah mengetahui tentang masalah yang dihadapi Silva, sang ibu menghibur dan menyemangatinya : “Tidak perlu pedulikan apa kata orang, itu urusan mereka, yang penting kamu lakukan saja apa yang kamu suka selama tidak merugikan orang lain.”

Atas dukungan ibunya, Silva tidak hanya mendapatkan kembali keberaniannya, dia juga membuat akun di Youtube dan IG.

Jika Anda selalu memikirkan dengan pendapat orang lain, kemudian meninggalkan begitu saja segala sesuatu yang kamu suka, maka itu justru tragedi terbesar dalam hidupmu.

Dukungan keluarga dan obsesinya untuk merajut telah membuatnya mengatasi pandangan miring orang lain.

Silva membagikan ketrampilannya secara online dengan penuh percaya diri : ingin melihat seberapa cepat terhadap pekerjaan yang dia sukai ?

Setelah melewati masa-masa yang sulit, pandangan miring orang-orang di sekitarnya perlahan-lahan berubah.

Silva tak lebih dari seorang anak laki-laki biasa, hanya saja dia biasanya suka merajut dengan tenang.

Silva selalu tidak bisa menghentikan tangannya untuk merajut, selama punya waktu luang, dia pun merenungkan teknik merajut.

Sekarang ketrampilan dan teknik merajut Silva semakin matang, pola rajutannya menjadi beragam.Dia merajut pola apa saja yang dilihatnya sepintas lal, mulai dari keset karpet hingga taplak meja.

Rajutan keranjang dan mainan yang lucu dan sederhana.

Dan satu set rajutan pola tempat tidur.

Di musim dingin, bisa menutupi mobil kesayangan dengan rajutannya.

Bahkan dekorasi interior dapat dihiasi dengan rajutan berwarna-warni.

Silva juga memanfaatkan waktu akhir pekan membuka salon merajut kecil. Banyak orang yang datang ke salon merajutnya untuk meminta petunjuk Silva tentang teknik merajut. Dan itu adalah sebuah proses pemulihan spiritual ketika melihat seutas benang di tangan Silva yang perlahan-lahan membetuk sebuah karya seni.

Ketika Anda melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, mencurahkan segenap semangat Anda, maka dunia pun akan membantu Anda.

Seiring dengan semakin populernya Silva di situs jejaring sosial, stasiun TV Brasil melakukan wawancara eksklusif dengannya. Dan banyak masyarakat Brasil yang meninggalkan pesan memberi semangat kepada Silva setelah program TV itu merilisnya di internet.

Selamat, pemuda yang berbakat, dan mengatasi prasangka buruk orang-orang !

Saya selalu berpikir merajut adalah pekerjaan perempuan, tapi tampaknya anak laki-laki juga tidak kalah hebatnya dalam merajut.

Dan seiring dengan liputan media, kini semakin banyak orang telah mengenal sosok Silva, penggemar Silva di IG-nya sekarang telah menembus lebih dari 60 ribu pengikut, menjadi bintang cilik yang banyak dikenal masyarakat Brasil. Banyak pedagang menemui Silva dan menyediakan alat serta bahan-bahan terkait yang diperlukan untuknya.

Mengundangnya untuk berpartisipasi dalam pameran industri.

Pihak sekolah bahkan secara khusus membuka kelas merajut, Silva menjadi gurunya, mengajar siswa lain yang tertarik untuk belajar merajut. Di sini, ia bertemu banyak teman-teman yang berpandangan sama yang juga suka dengan ketrampilan tangan ini.

Silva menjual beberapa produk jadinya secara online, mencari uang untuk mendukung hobinya. Di sisi lain, ia juga aktif terlibat dalam kesejahteraan publik.

Dia memberikan beberapa mainan anyaman untuk anak-anak di lembaga kesejahteraan dan membantu mereka membuatkan boneka salju dan tempat bermain untuk perayaan Natal.

“Saya sangat senang ketika merajut, saya menikmati kebahagiaan ini. Saya juga berharap anak-anak lain akan bahagia juga ketika mereka melihat semua karya seni ini,” kata Silva.

Bagi anak-anak, itu tak lebih hanyalah sebuah kesenangan sederhana, tetapi bagi dunia, itu adalah kehangatan yang sangat berharga.

Saat ini, Silva tidak serta menjadi bangga dengan ketenaran namanya. Dia tetap sekolah seperti biasa, mengatur jadwal yang disesuaikan dengan kondisi. Studinya bukan saja tidak menurun karena kegiatannya merajutnya, justru termasuk yang terbaik.

Ketika ditanya tentang mimpinya di masa depan? Silva mengatakan bahwa dia ingin menjadi guru bahasa Portugis atau bahasa Inggris.

Terlepas bagaimana perjalanan hidupnya di masa depan, yang pasti merajut sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Anak perempuan umumnya memberi kesan feminim, tenang dan lemah lembut, suka dengan pakaian yang indah dan boneka Barbie. Sementara anak laki-laki memberi kesan ceria dan energik, suka sepak bola atau bola basket mobil-mobilan dan semacamnya.

Banyak hal di dunia yang bisa dilakukan anak laki-laki, sementara kesan terkait hal-hal yang umumnya dilakukan anak perempuan, kini perlahan-lahan mulai menghilang.

Anak laki-laki juga suka merajut, menyulam, merangkai bunga… Demikian pula, anak perempuan juga bisa menyukai otomotif, mesin, pesawat dan sejenisnya.

Hal-hal di dunia ini hanya mengenal suka atau tidak, berminat atau tidak, terlepas dari jenis kelamin atau usia. Terkadang kita terlalu fokus dan sibuk menilai orang lain, sementara lupa dengan diri sendiri.

Hidup adalah untuk menyenangkan diri sendiri, jangan pernah terlalu peduli dengan pandangan orang lain, dan tidak berani mencoba dan berpegang teguh pada apa yang Anda anggap benar.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular