Isabel Van Brugen

Erabaru.net- Partai Komunis Tiongkok menekan dewan Sydney untuk melarang sebuah perusahaan media berbahasa Mandarin independen Australia untuk mensponsori sebuah acara.

Laporan ini terungkap melalui penyelidikan bersama Four Corners, The Age, dan The Sydney Morning Herald.

Dokumen yang diperoleh mengungkapkan pemerintahan Kota Georges River setidaknya menerima delapan peringatan selama 14 bulan terakhir dari pejabat Tiongkok.

Tekanan terjadi setelah diketahui tentang kesepakatan sponsor media partener dengan koran Vision China Times. Organisasi media ini telah menjadi sasaran gelombang diskriminasi karena menerbitkan konten dalam bahasa Mandarin yang kritis terhadap Komunis Tiongkok.

Penyelidikan menemukan, pengiklan yang berbasis di Tiongkok dipaksa untuk menarik iklan mereka dari Vision China Times setelah menerima ancaman dari pejabat dan agen intelijen Komunis Tiongkok.

Maree Ma, manajer Vision China Times, mengatakan surat kabar itu diserang karena isinya tidak sesuai dengan kebijakan partai Komunis Tiongkok.

“Konsulat Tiongkok tidak suka media apa pun yang tidak dapat mereka kendalikan,” katanya.

Sponsor Acara Vision China Times

Surat kabar itu dilarang mensponsori sebuah acara yang diselenggarakan oleh Georges River Council untuk merayakan Tahun Baru Imlek pada tahun 2018, setelah seorang pejabat konsul menulis surat kepada dewan kota pada 17 Januari tahun lalu. Surat itu menuduhnya sebagai “media yang anti-Tiongkok secara politis.”

“Kami telah mementingkan kerja sama kami dengan Dewan Kota Georges River dan berharap tidak akan ada perubahan pada kebijakan  tentang mendukung pengembangan hubungan Australia-Tiongkok,” kata pejabat konsul, sesuai dengan catatan yang diperoleh di bawah Undang-Undang Kebebasan Informasi Australia.

Dukungan media partner terhadap acara tersebut dilarang oleh dewan Kota pada hari berikutnya.

Vision China Times mensponsori sejumlah besar acara lokal di wilayah selatan Sydney dan mendeklarasikan diri  dalam “meminimalkan kesenjangan budaya/komunikasi antara komunitas Tionghoa dan Australia,” demikian di situs webnya.

Georges River City Council adalah rumah bagi salah satu populasi terbesar orang Tionghoa-Australia di negara itu. 

Seorang warga membaca Vision China Times, satu-satunya surat kabar independen berbahasa Mandarin yang tersisa yang tidak tunduk pada tuntutan Partai Komunis Tiongkok. (Matthew Robertson)

“Dewan menghormati dan menghargai hubungan dengan Konsul Jenderal dan juga pengembangan hubungan Australia-Tiongkok,” kata seorang pejabat administrasi Georges River City  dalam email ke konsulat Tiongkok untuk mengkonfirmasi larangan tersebut.

Ternyata, selama bulan-bulan menjelang Tahun Baru Imlek 2019, konsulat kembali mengeluarkan peringatan baru.

“Pagi ini, saya mendapat telepon dari [seorang karyawan konsulat Tiongkok] untuk mengingatkan kami bahwa ia ingin menjaga hubungan persahabatan antara Tiongkok dan New South Wales,” tulis memo dari Dewan Georges River City  4 Desember lalu.

“Dia ingin memastikan bahwa tidak ada situasi yang memalukan tahun ini dan mengulang kembali posisi mereka yang melibatkan kelompok anti-Tiongkok.”

Lebih dari sebulan kemudian pada 7 Januari, memo lain mengatakan bahwa konsulat telah menelepon lagi.

“Konsulat Tiongkok menelepon untuk mengingatkan Dewan tentang masalah rumit di sekitar kelompok anti-Tiongkok ini,” dokumen FOI mengungkapkan.

Sebelumnya, Manajer Vision China Times, Maree Ma, telah mendekati Dewan Kota Georges River pada November lalu untuk menyuarakan keprihatinannya setelah insiden pelarangan sebagai media partner.

Edisi Spesial Vision Times Berbahasa Inggris

Ma mengatakan pihaknya menuntut untuk mengetahui apakah dewan telah menyerah dari tekanan Partai Komunis Tiongkok. Jika demikian, Ma meminta disampaikan alasannya.

“Kami jelas tentang tekanan yang kami hadapi sebagai media Tionghoa yang independen. Kami juga jelas tentang kemungkinan tekanan yang bisa dialami dewan ini dari agen asing,” kata Ma kepada anggota dewan pada pertemuan publik.

“Namun, acara dewan adalah untuk melayani masyarakat setempat. Ini bukan pertukaran internasional. Kami percaya dewan harus membuat keputusan untuk kepentingan masyarakat lokal, bukan pemerintah asing,” tambahnya.

Setelah Dewan Kota Georges River memberi Vision China Times lampu hijau untuk mensponsori perayaan Tahun Baru Cina tahun ini, mereka kembali menerima peringatan lain dari konsulat Tiongkok.

“Saya menerima telepon dari, Kantor Konsul Jenderal Tiongkok. Konsul Jenderal Tiongkok kecewa karena Dewan Sungai Georges akan memasukkan kelompok-kelompok politik anti-Tiongkok dalam acara Tahun Baru Imlek.  Sebagai konsekuensinya, CCG [Konsul Jenderal Tiongkok] tidak akan menghadiri acara Tahun Baru Imlek.

“[Karyawan konsulat Tiongkok] menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Dewan  untuk membahas,” tulis seorang pejabat dewan pada 1 Februari lalu.

Berbicara kepada The Sydney Morning Herald, Dr. Geremie Barme, seorang sinolog Australia, memperingatkan bahwa Tiongkok semakin berupaya mengerahkan pengaruh politiknya terhadap orang-orang Tionghoa baik di dalam maupun di luar negeri.

“Partai Komunis Tiongkok percaya bahwa satu-satunya cara untuk menjaga stabilitas, tidak hanya melalui polisi dan aksi politik, tetapi juga dengan memiliki orang-orang, jika mereka tidak setuju dengan Anda, setidaknya diam,” kata Barme. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular