Erabaru.net. Email internal dari JD.com, pendiri raksasa e-commerce Tiongkok baru-baru ini bocor secara online, membuat publik kaget dengan terungkapnya budaya perusahaan yang kejam dan kompetitif.

Tiga Jenis Karyawan

Sejak tanggal 8 April 2019, salah satu topik trending terpopuler di Weibo, platform media sosial yang mirip dengan Twitter adalah, “JD.com menanggapi rencananya untuk menyingkirkan tiga jenis karyawan.”

Posting media sosial yang mulai memancing keributan adalah pesan email yang diposting di Maimai.cn, platform media sosial Tiongkok yang mirip dengan LinkedIn, tempat para profesional karir berbagi berita dan pengalaman. Seorang pengguna yang juga seorang karyawan JD.com yang terverifikasi (Maimai.cn meminta pengguna untuk memverifikasi identitas seseorang dengan informasi tempat kerja) membagikan email perusahaan yang dikirim beberapa hari yang lalu, di mana ia menjelaskan bahwa JD.com akan “menyingkirkan” tiga jenis karyawan dengan segera. Meskipun posting tersebut segera dihapus, netizen yang menyimpan tangkapan layar dari email tersebut menyebarkannya ke media sosial lainnya.

Dari tangkapan layar, tertera definisi tiga jenis sebagai: “1. Mereka yang tidak dapat bekerja sekeras seorang pejuang. Tidak masalah apakah kinerja seseorang baik atau buruk, tidak peduli jabatannya, tidak peduli berapa lama ia telah bekerja di JD.com, dan tidak peduli apakah ada alasan kesehatan pribadi atau keluarga [sehingga tidak bekerja keras], karyawan tersebut harus disingkirkan atau dipecat;

2. Mereka yang tidak mampu dan yang kinerjanya buruk;

3. Mereka yang memiliki rasio harga-kinerja yang rendah, termasuk: karyawan yang dipromosikan terus-menerus dengan kenaikan gaji, atau yang dipindahkan ke posisi baru, rugi membiayai mereka. Maka karyawan semacam ini harus menyerahkan posisinya kepada karyawan yang lebih muda dan digaji lebih rendah. Atau karyawan semacam ini harus [secara sukarela] menurunkan posisi dan gajinya.”

Menurut laporan tahunan 2018, JD.com memiliki lebih dari 178.000 karyawan penuh-waktu pada tanggal 31 Desember 2018. Lebih dari setengahnya bekerja di JD Logistics, departemen pengiriman paket JD.com. Dengan kata lain, sebagian besar karyawan JD.com adalah kurir.

Pada tanggal 3 April 2019, beberapa karyawan JD.com yang terverifikasi berbagi melalui Maimai.cn bahwa JD.com sudah tidak lagi membayar gaji dasar kurir, sehingga penghasilan bulanan kurir hanya akan berasal dari komisi yang diperolah berdasarkan kiriman yang mereka antar. JD.com menentukan berapa banyak pengiriman yang akan diantar seorang kurir dalam sehari. Kebijakan baru ini telah mendorong kurir yang tidak memiliki tugas pengiriman yang cukup untuk mengundurkan diri.

Tanggapan JD.com

Pada tanggal 8 April 2019, JD.com menanggapi posting viral melalui akun resminya di Maimai.cn, mengatakan bahwa postingan itu adalah interpretasi sepihak yang memutarbalikkan makna email secara keseluruhan.
JD.com juga berusaha menjelaskan alasan di balik penghapusan gaji untuk kurir: “Kini JD Logistics adalah entitas yang terpisah, dan tidak hanya melayani pesanan JD.com, tetapi juga melayani sejumlah besar pesanan dari perusahaan eksternal, klien besar, dan layanan pengiriman parsel perseorangan, sehingga struktur gaji yang lama sudah tidak lagi cocok untuk situasi saat ini.”

Tanggapan ini membuat marah beberapa karyawan JD.com, yang diposting di Maimai.cn lagi dan mengungkapkan bahwa email perusahaan sebenarnya dikirim oleh pendiri JD.com, Richard Liu.

Seorang pria mengambil paket dari kendaraan pengiriman tanpa pengemudi milik JD.com, perusahaan e-commerce Tiongkok selama operasi uji di Sino-Singapura Tianjin Eco-City di Tianjin pada tanggal 18 Januari 2018. Kendaraan dengan baterai yang terisi penuh dapat mencapai kecepatan hingga 18 mil dan dapat membawa beban hingga 150 kg. (- / AFP / Getty Images)

Banyak yang terkejut melihat bagaimana JD.com mengevaluasi karyawannya berdasarkan “rasio harga-kinerja” versi perusahaan tersebut.

Beijing Evening News yang dikelola pemerintah Tiongkok mencatat dalam laporan tanggal 8 April 2019: “Rasio harga-kinerja digunakan untuk produk. Ini adalah ‘inovasi’ besar di mana menggunakan rasio tersebut untuk manusia. Tetapi ‘inovasi’ ini menentang kemanusiaan karena mengubah manusia menjadi objek dan alat.”

Surat kabar keuangan yang dikelola pemerintah Tiongkok, Fund mengutip netizens pada tanggal 8 April 2019: “Menghilangkan karyawan yang tidak dapat menghabiskan seluruh energinya untuk bekerja karena alasan keluarga atau situasi kesehatan fisik…citra JD.com akan benar-benar hancur.”

Sejak Richard Liu ditangkap di Amerika Serikat atas tuduhan pemerkosaan pada bulan September 2018, reputasi JD.com telah menurun, meskipun Richard Liu dibebaskan dan jaksa memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan.

Sebelumnya pada bulan Februari 2019, majalah pemerintah Tiongkok, Entrepreneur melaporkan bahwa JD.com telah mengkonfirmasi akan memberhentikan 10 persen dari wakil presiden atau manajer tingkat yang lebih tinggi, sekitar 80-100 staf.

Sejak itu, Zhang Chen, Kepala Teknologi JD.com, Rain Long, Kepala Hukum JD.com, dan Lan Ye, Kepala Hubungan Masyarakat JD.com, telah mengundurkan diri. Mereka semua mengutip alasan pribadi atau keluarga untuk meninggalkan perusahaan tersebut. (Nicole Hao/Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular