Peter Svab

Erabaru.net. Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, ditangkap polisi Inggris pada kamis 14 April lalu. Penangkapan setelah pemerintahan Ekuador mencabut suaka diplomatik dan membatalkan status kewarganegaraan Assange. Langkah terbaru ini membuka jalan dia diekstradisi ke Amerika Serikat.

Amerika Serikat menuduh Assange terlibat dalam konspirasi peretasan pada 2010 dengan mantan analis intelijen Angkatan Darat AS Bradley Manning atau Chelsea Manning, yang bertugas selama tujuh tahun di penjara militer karena membocorkan data rahasia. Dia terlibat konspirasi untuk membobol komputer Departemen Pertahanan AS dengan hukuman maksimal lima tahun penjara.

Melansir dari Reuters, Assange tertangkap kamera saat ia dibawa keluar pertama kali dari kedutaan tak lama setelah jam 10 pagi oleh tujuh orang ke mobil van polisi yang sedang menunggunya.

Dibandingkan dengan foto-foto dari dua tahun lalu, Assange tampak lebih tua. Dia sempat mengedipkan mata dan mengacungkan jempol, serta tanda kemenangan, melalui jendela mobil van.

Dia menghabiskan tujuh tahun di beberapa kamar yang disediakan kepadanya di komplek  Kedutaan Ekuador.

Polisi Inggris mengatakan mereka menangkap Assange setelah diundang ke kedutaan setelah suakanya dicabut oleh pemerintah Ekuador. Setelah dibawa ke kantor polisi, Assange kembali ditangkap atas permintaan ekstradisi dari Amerika Serikat. Dia kemudian muncul di Pengadilan Westminster Magistrates, Inggris.

Surat perintah penangkapan Inggris untuk Assange setelah ia melanggar syarat jaminan penahahannya dalam kasus kekerasan seksual sorang wanita Swedia. Otoritas Swedia kemudian membatalkan tuduhan pada 2017, tetapi pelanggaran syarat jaminan penahanan di Inggris tetap berlaku.

Di Amerika Serikat, Assange didakwa pada Maret 2018 karena berkonspirasi dengan Manning untuk melanggar sistem komputer Angkatan Darat pada 2010. Manning memberi Assange hampir 750.000 dokumen militer dan diplomatik yang sensitif atau rahasia. Dokumen ini kemudian diterbitkan Assange di Wikileaks, platform pengungkapan online yang ia buat dan didirikan pada tahun 2006 lalu.

Surat dakwaan, dirilis 11 April, menuduh bahwa Assange mendorong Manning untuk mencuri lebih banyak dokumen. Dia mengatakan “mata yang ingin tahu tidak pernah menjadi kering.” Dia diduga setuju untuk membantu Manning memecahkan kata sandi yang akan memungkinkan Manning untuk mengakses sistem komputer Angkatan Darat dengan nama pengguna yang berbeda. Cara ini digunakan agar  penyelidik lebih sulit untuk mengidentifikasi Manning sebagai sumber pengungkapan informasi rahasia. Dakwaan tidak mengungkapkan apakah Assange berhasil memecahkan kata sandi.

Manning kini sudah ditangkap dan masih ditahan di penjara AS. Ia menolak memberikan kesaksian kepada dewan juri yang menyelidiki Wikileaks.

Service Intelijen Permusuhan

Beberapa wartawan datang untuk membela Assange, dengan mengatakan tuduhan itu merupakan penghinaan terhadap kebebasan jurnalistik.

Namun, pemerintah AS telah lama menarik perbedaan antara Wikileaks dan kantor berita.

Mike Pompeo Ketika menjabat Direktur CIA pada saat itu April 2017 mengatakan sudah waktunya untuk memanggil WikiLeaks apa adanya – sebuah layanan intelijen non-negara yang sering disadap oleh aktor-aktor negara seperti Rusia.

Assange dan sejenisnya dinilai membuat tujuan bersama dengan diktator dan tidak peduli tentang penyebab serta orang yang mereka klaim untuk diwakili.

Pompeo mengatakan jika mereka benar-benar melakukannya, maka akan fokus pada rezim otokratis di dunia ini yang benar-benar menekan kebebasan berbicara dan perbedaan pendapat. Akan tetapi, WikiLeaks justru memilih untuk mengeksploitasi rahasia sah pemerintahan demokratis — yang sejauh ini terbukti merupakan pendekatan yang jauh lebih aman daripada memprovokasi seorang tiran.

Hubungan Peretasan Rusia

Pada 13 Juli 2018, Jaksa khusus AS, Robert Mueller mengajukan tuntutan terhadap sekelompok operasi Rusia karena diduga meretas file-file karyawan kampanye presiden Hillary Clinton 2016, Komite Kampanye Kongres Demokratik, dan Komite Nasional Demokratik atau DNC.

Dokumen dan email dirilis melalui dua persona fiksi — DC Leaks dan Guccifer 2.0 — serta entitas ketiga yang tidak disebutkan dalam dakwaan, meskipun, berdasarkan konteksnya, kemungkinan adalah Wikileaks.

Assange telah menolak selama ini bahwa email DNC berasal dari peretasan Rusia, sebaliknya ia beradalih adalah kebocoran. Dia juga menyinggung bahwa sumbernya mungkin Seth Rich, direktur data ekspansi pemilih untuk DNC.

Pada 10 Juli 2016, Rich ditembak mati sekitar satu blok dari rumahnya di Washington. Polisi menyebutnya sebagai upaya perampokan. Tidak ada barang berharga yang tampaknya dicuri dan polisi tidak pernah mengidentifikasi seorang tersangka.

Peretas Selandia Baru Kim Dotcom juga mengklaim Rich adalah sumber, tetapi tidak memberikan bukti selain dari klaim bahwa ia sendiri ikut terlibat.

Koneksi The Waldman

Adam Waldman adalah seorang pengacara Assange pada 2017 lalu dan mewakili oligarki Rusia Oleg Deripaska, serta kepentingan mantan mata-mata Inggris Christopher Steele.

Pada awal 2016, Steele tampaknya melobi pejabat Departemen Kehakiman AS Bruce Ohr atas nama Deripaska dan menjatuhkan nama Waldman dalam proses tersebut.

Belakangan diketahui pada tahun itu, ia ternyata dibayar oleh Komite Nasional Demokratik dan kampanye Hilary Clinton untuk menghasilkan dokumen klaim tidak berdasar tentang hubungan Trump-Rusia. Selanjutnya digunakan oleh FBI untuk mendapatkan surat perintah spionase kepada mantan tim kampanye Trump  Carter Page. Seluk beluk spionase terhadap kampanye Trump sekarang sedang diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular