oleh Guo Yaorong

Interpretasi dunia luar terhadap tujuan Presiden Amerik Serikat Donald Trump meluncurkan perang dagang dengan Tiongkok, salah satunya membuat rantai pasokan global tidak hanya tergantung kepada produsen daratan Tiongkok.

Sebuah laporan baru-baru ini menunjukkan bahwa langkah Trump tersebut telah memainkan peran yang cukup efektif.

Komoditas impor asal daratan Tiongkok yang telah terpukul oleh kenaikan tarif sedang mengalami penurunan tajam. Kini perusahaan-perusahaan Amerika telah mengalihkan produksi mereka ke negara-negara lain seperti Vietnam, Taiwan, Korea Selatan dan Meksiko.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Panjiva, sebuah perusahaan analisis data perdagangan global yang dimiliki oleh S&P Global Market Intelligence, menyebutkan volume impor AS berupa komoditas dari daratan Tiongkok turun sebanyak 6,4 persen pada kuartal pertama tahun ini. Komoditas-komoditas itu termasuk furnitur, peralatan rumah tangga, ban serta barang lainnya yang terkena kenaikan tarif.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa furnitur Tiongkok yang diimpor oleh pengecer seperti IKEA, Home Depot, Target, dan Room to Go turun 13,5 persen pada kuartal pertama tahun ini. Tetapi sebagian dari itu yang diimpor dari Vietnam dan Taiwan, jumlahnya justru meningkat masing-masing 37,2 persen dan 19,3 persen.

Lemari es buatan Tiongkok yang diimpor oleh perusahaan AS pada kuartal pertama tahun ini juga menurun sebesar 24,1 persen. Sedangkan lemari es yang dikirim dari Korea Selatan dan Meksiko masing-masing tumbuh 31,8 persen dan 32 persen. Laporan itu menunjukkan bahwa Samsung dan LG Korea Selatan menata ulang rantai pasokan merupakan salah satu alasan utamanya.

Menurut laporan itu, impor ban kendaraan dari Tiongkok oleh perusahaan-perusahaan AS turun 28,6 persen pada kuartal pertama tahun ini. Sementara yang diimpor dari Vietnam mencapai pertumbuhan besar 141,7 persen yang diimpor dari Korea Selatan meningkat 11,1 persen. Di antara mereka, pabrikan Korea Selatan Nexen dan Hankook adalah perusahaan yang paling diuntungkan oleh pengalihan pesanan.

Selain itu, perusahaan-perusahaan AS juga telah memperkuat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan Vietnam. Sebagai contoh, Cooper Tire & Rubber Company AS menyebutkan pada bulan Desember tahun lalu mereka akan berpatungan dengan perusahaan Sailun di Vietnam untuk mendirikan pabrik ban di Ho Chi Minh City.

Cooper Tire & Rubber Company juga menyebutkan bahwa modal usaha patungan dengan perusahaan daratan Tiongkok pada bulan Februari tahun ini telah berkurang sebesar 34 juta dolar Amerika Serikat. (sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular