Erabaru.net. Seiring berkembangnya industri pariwisata, standar hidup masyarakat terus meningkat. Setiap liburan banyak orang yang suka bepergian, baik di dalam atau keluar negeri. Thailand, salah satu tujuan wisata ini pasti tidak asing lagi di telinga Anda.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap mendengar tentang Thailand, salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki banyak tempat wisata, tidak hanya murah tetapi juga memiliki pemandangan yang indah, sehingga menarik banyak turis untuk berkunjung ke sana.

Kaum waria Thailand relatif terkenal, dan kepercayaan agama tersebar di seluruh pelosok Thailand. Thailand memiliki lebih dari 700 tahun sejarah dan budaya. Terletak di Semenanjung Indochina Asia Tenggara dan berbatasan dengan Kamboja, Laos, Myanmar, dan Malaysia.

Industri pariwisata Thailand terus berkembang. Saat berkunjung ke Thailand, jangan sembarangan menerima sarung tangan yang diberikan kepada Anda oleh pedagang kios buah, atau Anda akan menderita, kenapa ? Simak ulasan singkatnya berikut ini.

Thailand memiliki banyak buah-buahan tropis, karena lokasinya yang sangat strategis, tidak heran buah mangga dan durian setempat sangat terkenal.

Para turis yang berkunjung pasti akan ke sana untuk membeli buah-buahan lokal, tetapi dibawah panduan guide nakal dan sebagainya, harga barang-barang di Thailand akan disesuaikan lagi, namun sekarang ada masalah baru, yang membuat geram para wisatawan.

Bagi mereka yang pernah ke Thailand pasti tahu, ketika membeli buah, penjual akan memberikan sepasang sarung tangan kepada wisatawan.

Pemandu wisata akan mengingatkan Anda untuk tidak menerima sarung tangan ini, atau Anda akan menyesalinya.

Saat jalan-jalan, saya melihat seorang turis sedang jalan-jalan di Bangkok, Thailand. Ketika dia melihat kios buah, dia pun tak tahan untuk melihat-lihatnya sejenak. Saat itu, pemilik kios buah akan berkata bahwa Anda bisa mencicipinya dulu. Kalau enak dan cocok baru beli, kemudian ia memberikan sepasang sarung tangan kepada turis itu. Si turis berpikir betapa baik dan ramahnya penjual buah, lalu ia mencoba mencicipinya dulu.

Tapi itu hanyalah trik atau perangkap si penjual buah, sarung tangan itu tidak diberikan secara gratis, tapi harus bayar. Sarung tangan itu gratis jika Anda membeli buah di kiosnya. Sebaliknya jika Anda tidak ingin membeli buah, maka Anda harus membayar 3.000 baht (sekitar Rp 1.3 juta).

Mengapa harga sarung tangan begitu mahal? Harga sarung tangan sebenarnya hanya 500 baht, penjual buah memang sesukanya membuka harga, turis itu ingin menolak tetapi tidak tahu harus bagaimana baiknya.

Turis itu terpaksa membeli beberapa buah baru pergi. Dalam kondisi seperti itu, masih banyak turis yang tertipu.

Cara dagang penjual buah yang bersifat memaksa benar-benar membuat kecewa para pembeli.

Pemandu wisata juga sering mengingatkan para turis, untuk tidak menerima jika bertemu penjual buah yang memberikan sarung.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular