Erabaru.net. Secara historis, Maladewa populer sebagai tempat bersarang di mana kura-kura akan mendarat dan bertelur. Sayangnya, satu kura-kura langka baru saja kembali ke pantai hanya untuk mengetahui bahwa landasan pacu bandara baru telah dibangun di atasnya.

Kura-kura laut hijau betina yang populasinya menurun karena perburuan daging dan telur mereka kembali ke sisi yang sama persis di pantai di Noonu Atoll hanya untuk dikecewakan.

Penyu dikenal akan kembali ke pantai yang sama dengan tempat mereka bertelur sebelumnya untuk bertelur.

Penyu hijau yang terancam punah ini bertelur di landasan pacu Bandara Maafaru yang baru dibangun di Maladewa.

(Foto: Daily Mail UK)

Karenanya, bayangkan berapa banyak kura-kura yang mungkin datang dan melakukan seperti ini. Gambar-gambar yang muncul dari kura-kura tersebut membuat marah orang-orang ketika kura-kura yang malang itu terlihat bertelur di landasan karena tidak menyadari perbedaannya.

“Terlepas dari pembangunan landasan pacu, frekuensi penyu mengunjungi pulau itu untuk tujuan bersarang belum berkurang,” kata seorang sumber dari Dewan Pulau Maafaru kepada situs berita lokal.

Landasan pacu dibangun di atas tempat polpuler penyu bersarang.

(Foto: Daily Mail UK)

Selain landasan pacu bandara ini, ada rencana lebih lanjut untuk bangunan di daerah itu termasuk hotel dan resor.

Mantan presiden Maladewa Abdulla Yameen Abdul Gayoom mengatakan tahun lalu bandara bernilai 60 juta dollar (sekitar Rp 843 miliar) dan merupakan sumbangan Pemerintah Uni Emirat Arab untuk Maladewa.

Meskipun dalam keadaan yang tidak menguntungkan, penduduk setempat melaporkan bahwa kura-kura itu terlihat dalam keadaan sehat dan kembali ke laut dengan selamat. Melihat situasinya, banyak orang yang menyatakan pendapatnya secara online.

“Itu menghancurkan hati saya,” kata seorang pengguna internet.

(Foto: Ladbible)

“Faktanya adalah, kita tidak benar-benar membutuhkan liburan orang super kaya, tetapi kita benar-benar membutuhkan ekosistem yang berkembang di seluruh dunia.”

“Teman saya sedang mempelajari keberlanjutan situs wisata ramah lingkungan. Saya merasa itulah yang dibutuhkan dunia. Untung dari membantu lingkungan. “

Mudah-mudahan, kura-kura bisa mendapatkan tempat pantai berpasirnya kembali di masa depan.(yant)

Sumber: Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular