Erabaru.net. Seorang pria tunawisma yang kisahnya menjadi viral setelah mengejutkan banyak orang dengan pengetahuan dan kepandaiannya dalam cerita-cerita klasik Tiongkok dan “kata bijak”, dilaporkan menghilang sejak 1 April.

Terakhir kali tunawisma yang berbadan kurus itu, yang dikenal sebagai Shen Wei, terlihat menaiki mobil Mercedes-Benz sambil ditemani oleh seorang pria paruh baya yang mengenakan jaket warna oranye. Shen yang berusia 52 tahun mengatakan kepadanya bahwa dia ingin ‘berlindung’ ketika ditanya ke mana dia pergi.

(Foto: The Washington Post)v

Popularitas Shen dimulai setelah video dirinya yang menjelaskan tentang falsafa dan mengutip kata-kata bijak dari para filsuf seperti Aristoteles, Konfusius, dan Dante menjadi viral setelah diunggah di Douyin, sebuah platform video pendek.

Meskipun rambutnya tidak disisir, jambang panjangnya yang berantakan dan pakaiannya yang lusuh dan kumal, ternyata tunawisma itu fasih dalam literatur dan filsafat sehingga digelari ‘ Guru Tunawisma’ atau ‘Guru Shen’ di Internet Tiongkok.

(Foto: South China Morning Post)

Setelah terkenal dan dikunjungi oleh banyak tamu yang datang ke ‘rumahnya’, Shen merasa cukup lelah. Dia mengatakan kepada surat kabar Tiongkok pada 22 Maret, : “Saya tidak menyalahkan siapa pun tetapi saya membenci Internet. Internet tidak memberi saya apa-apa selain masalah. “

Mulai 17 Maret, nama “Shen Wei” menjadi pencari teratas di mesin pencarian Tiongkok seperti Baidu dan artikel Weibo yang berkaitan dengan #VagrantMaster mencatat jutaan pembaca membaca.

Setiap hari, setiap kali Shen membuka pintu rumah, mereka akan bertemu ratusan orang yang telah menunggunya di luar pintu tempat dia tinggal (sebuah bangunan yang ditinggalkan).

Setiap kali dia membuka mulut, puluhan ponsel dan kamera siap merekam percakapannya. Setelah Shen menyelesaikan salah satu petikan dalam sastra, banyak orang akan bertepuk tangan dan bersorak untuknya.

(Foto: The Washington Post)

Lama kelamaan Shen merasakan dirinya dieksploitasi. “Saya tahu orang memperlakukan saya seperti monyet. Tidak ada yang mendatangi saya dengan hati yang tulus. Anda melakukannya demi uang, “kata Shen dalam video berdurasi 25 detik pada 19 Maret.

Orang yang mendaminginya sebenarnya mencoba untuk mendapat untung. Di antara mereka adalah seorang wanita jaket kulit yang mengatakan bahwa dia adalah mantan pacar Shen telah meraih 400.000 pengikut dalam waktu empat hari setelah dia membuka akun TikTok-nya.

Selain itu, seorang pria yang tidak bekerja menjadi populer di saluran live streaming setelah berpura-pura menjadi anak Shen. Juga dilaporkan bahwa selembar kertas bekas yang memiliki 10 kata tulisan kaligrafi Shen dijual seharga Rp 181 juta melalui lelang online.

Banyak wartawan media dan kru televisi seperti Red Star News, datang untuk mewawancarai Shen di tempat dia berlindung dan telah ia tinggali selama 26 tahun terakhir itu. Semua orang ingin tahu siapa Shen sebenarnya dan sejarah hidup pria misterius ini.

(Foto: China Daily)

Menurut Daily Economic Chengdu, Shen lahir dari keluarga kaya di Chengdu barat daya dan dibesarkan di Shanghai. Dia adalah salah satu generasi pertama orang Tiongkok setelah Revolusi Kebudayaan yang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Setelah lulus, ia bekerja sebagai auditor di kantor pemerintah daerah di Shanghai, sebagaimana dikonfirmasi oleh Biro Audit Xuhui.

Shen mengatakan kepada wartawan Meiri Renwu bahwa pada tahun 1993, dia dipaksa untuk pensiun dini atas ‘perilaku abnormal’ termasuk tindakannya memisahkan sampah kertas dari tempat sampah kantor dan menyusun samah tersebut yang biasanya dilakukan oleh “pemulung”. Setelah itu, dia dirawat di rumah sakit dua kali.

Pada 1995, Shen memutuskan untuk hidup sebagai pengumpul sampah penuh waktu. Dia mengatakan kepada Red Star News,: “Saya ditakdirkan untuk menjadi pemulung. Saya mengagumi Gandhi dan ingin hidup dengan zahid (tidak peduli dengan dunia) seperti dia. “

(Foto : The Washington Post)

Tetapi setelah merasa bahwa dirinya tidak lagi memiliki privasi, Shen membuat tindakan drastis dengan memotong rambutnya dan berpakaian bersih. Shen telah mengubah penampilannya dan perubahannya direkam dan videonya telah ditonton jutaan orang hanya dalam beberapa menit setelah diunggah.

Pada tanggal 1 April, Shen tidak terlihat di mana ia selalu berada di tempatnya tetapi hanya ada selembar catatan yang berbunyi, “Tuan Shen lelah, mental dan fisik dan akan pergi jauh. Terima kasih! “

Tampaknya Shen benar-benar terluka oleh situasi yang dihadapinya. Orang tidak menghormati privasi hidup mereka dan hanya ingin memanfaatkannya. Semoga Shen selalu terlindung dari bahaya dan selalu sehat.(yant)

Sumber: Chinadaily, Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular