- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Kura-kura Tempurung Lunak Yangtze Menghadapi Kepunahan Setelah Betina Satu-satunya Mati di Kebun Binatang Suzhou

Erabaru.net. Seekor kura-kura betina dari jenis tempurung lunak Yangtze mati pada akhir pekan di sebuah kebun binatang di kota Suzhou, meninggalkan satu spesies di ujung kepunahan.

Kura-kura tempurung lunak Yangtze adalah spesies asli di Tiongkok dan Vietnam, membuat rumahnya di perairan pedalaman wilayah tersebut.

[1]

Habitat itu menjadi semakin terancam oleh manusia yang kebetulan melihat daging kura-kura tempurung lunak sebagai kelezatan kuliner yang dikatakan memiliki banyak manfaat kesehatan.

Karena faktor-faktor ini, jumlah kura-kura tempurung lunak Yangtze yang dikenal di dunia dapat dihitung dengan satu tangan.

Dengan kematian Xiangxiang pada usia 90 pada hari Sabtu lalu, sekarang hanya ada tiga dari jenisnya yang sudah diketahui – satu kura-kura jantan di kebun binatang yang sama, dikatakan berusia lebih dari 100 tahun, dan dua yang tinggal di alam liar di Vietnam yang belum ditentukan jenis kelaminnya.

Kematian Xiangxiang terjadi hanya satu hari setelah para peneliti mencoba lagi, untuk kelima kalinya, untuk membuahi dia secara artifisial dengan sperma dari rekan jantannya sehingga spesiesnya dapat hidup.

[2]

Para peneliti mengatakan bahwa dia tidak mengalami komplikasi dari prosedur, tetapi kondisinya tiba-tiba memburuk pada hari berikutnya. Otopsi akan dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian.

Selama satu dekade, para ahli di Kebun Binatang Suzhou telah berusaha untuk membuat kedua binatang itu kawin.(yant)

Sumber: shanghai.ist

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: