oleh Su Jinghao

‘Nikkei Asian Review’ memberitakan bahwa produsen flat panel displays dan chip terkenal di dunia yang berbasis di California, Amerika Serikat, Applied Materials menghentikan memasok dan menyediakan layanan kepada Xiamen Sanan Optoelectronics, produsen chip LED terbesar Tiongkok. Alasannya, perusahaan Sanan Optoelektronics oleh pemerintah Amerika Serikat telah dimasukkan ke dalam daftar ‘Unverified List’ atau Daftar Belum Diverifikasi’ pada 10 April 2019.

Kementerian Perdagangan AS mengatakan bahwa terdapat 37 nama perusahaan dan akademi pendidikan Tiongkok sebagai tambahan yang dimasukkan ke dalam ‘Daftar Belum Diverifikasi’ yang digolongkan ‘Red Flag’ atau Berbendera Merah. Perusahaan AS diserikan harus berhati-hati terhadap perusahaan dan akademi pendidikan pendidikan yang masuk dalam daftar tersebut.

Sumber yang akrab dengan persoalan ini kepada ‘Nikkei Asia Review’ mengatakan bahwa setidaknya ada 3  pelanggan asal Tiongkok masuk Daftar itu dan salah satunya adalah Xiamen Sanan Optoelektronics.

Meskipun perusahaan AS tidak dilarang untuk berurusan dengan perusahaan yang namanya masuk dalam Daftar itu, namun pemerintah AS mewajibkan perusahaan AS untuk berhati-hati jika ingin berhubungan dengan mereka.

Tetapi pemasok AS tidak lagi dapat menggunakan lisensi yang ada padanya untuk menjual produk ke perusahaan yang masuk dalam Daftar Belum Diverifikasi atau untuk menyediakan layanan kepada mereka atas peralatan yang sudah terpasang. Perusahaan AS wajib mendaftar ulang ke pihak berwenang untuk mendapatkan lisensi baru jika ingin meneruskan transaksi dengan mereka.

Perusahaan Applied Materials menjadi pemasok bagi hampir semua peralatan semikonduktor dan produsen panel datar yang terkemuka di dunia.

Untuk perusahaan seperti Intel, Samsung Electronics, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, dan BOE Technology Group Co., Ltd. Tiongkok. Tanpa meterial dan layanan dari perusahaan Applied Materials, maka perusahaan manufakturing tersebut tidak akan dapat berproduksi.

Menurut pemberitahuan yang diperoleh Nikkei Asia Review bahwa, pada hari Jumat, Applied Materials memberikan surat edaran internal untuk semua stafnya yang terkait dengan aturan baru dari pemerintah.

Perusahaan ini meminta mereka untuk segera menghentikan semua pengiriman peralatan yang akan dikirim maupun yang tertunda dan menghentikan semua layanan yang disediakan di lokasi perusahaan yang namanya masuk Daftar.

Menurut pemberitahuan tersebut, Applied Materiala juga meminta karyawannya, kontraktor, dan personel lainnya untuk segera meninggalkan perusahaan-perusahaan itu.

Surat edaran tersebut juga mencantumkan peringatan kepada semua pihak yang berkepentingan untuk mematuhi isi edaran agar tidak melanggar aturan perdagangan Amerika Serikat.

Sumber yang berkecimpung dalam industri memberitahu ‘Nikkei News’ bahwa sebagai pemimpin dan pemasok peralatan canggih untuk industri semikonduktor utama, Keputusan Applied Materials untuk segera menghentikan kerjasama bisnis dengan semua perusahaan yang masuk dalam ‘Daftar Belum Diverifikasi’, barang tentu dapat mempengaruhi perusahaan pasokan AS lainnya termasuk juga pemasok asing.

Applied Materials dan Sanan Optoelektronics tidak segera menanggapi permintaan komentar dari ‘Nikkei News’.

Kementerian Perdagangan AS mengumumkan bahwa Daftar tersebut mulai berlaku pada 11 April. Perusahaan yang masuk dalam Daftar tersebut termasuk 7  di Hong Kong, 4 di Uni Emirat Arab, 2 di Malaysia, dan 1 di Indonesia.

‘Nikkei News’ melaporkan, langkah pemerintah AS tersebut menandakan bahwa ambisi komunis Tiongkok untuk memperluas kemampuan teknologinya secara global kembali mengalami hambatan.

Kevin Wolf, mantan asisten sekretaris manajemen ekspor untuk Kementerian Perdagangan AS mengatakan bahwa, dengan memasukkan perusahaan ke dalam daftar berarti perusahaan-perusahaan AS akan lebih berhati-hati untuk berhubungan dengan mereka. Meskipun bukan embargo, akan tetapi sifatnya bisa merepotkan, tak jarang perusahaan pemasok menganggapnya sebagai embargo. Dengan demikian berarti efek aktualnya lebih besar daripada efek hukumnya.

Harry Clark adalah mitra kerja firma hukum Orrick, Herrington & Sutcliffe, Washington kepada ‘Nikkei News’ Harry mengatakan bahwa pemerintah AS tidak melarang perusahaan AS untuk mengekspor atau mengekspor kembali produk kepada perusahaan yang telah tercantum dalam ‘Daftar Belum Diverifikasi’, hanya saja membutuhkan tambahan Lisensi dan memberikan lebih banyak laporan kepada pihak berwenang. Aturan ini juga berlaku untuk warga negara asing.

Harry Clark mengatakan perusahaan menyarankan pelanggan untuk melipatgandakan kehati-hatiannya dalam memastikan bahwa setiap ekspor atau ekspor ulang yang melibatkan perusahaan yang sudah tercantum dalam ‘Daftar Belum Diverifikasi’, agar tidak bermasalah di kemudian hari.  (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular