Erabaru.net- Seorang wanita Tiongkok yang menerobos  ke resor Mar-A-Lago, Florida, milik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump resmi didakwa. Persidangan sudah memasuki pembelaan si terdakwa pada 15 April lalu.

Insiden ini meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan di salah satu resort liburan akhir pekan presiden Trump.

Wanita Tiongkok yang bernama Yujing Zhang secara resmi didakwa pada Jumat 12 April lalu atas tuduhan membuat pernyataan palsu kepada petugas federal dan memasuki atau berada di daerah terlarang.

Zhang yang memiliki pasport Republik Rakyat Tiongkok bisa dijerat dengan hukuman hingga lima tahun penjara.

Dalam sidang dakwaan dan penahanannya di West Palm Beach, Florida, AS,  seorang jaksa federal mengatakan Zhang bisa menghadapi lebih banyak dakwaan. Zhang belum didakwa atas tuduhan spionase.

Zhang, yang berusia 32 atau 33 tahun, menurut dokumen pengadilan, ditangkap pada 30 Maret 2019 setelah memberikan alasan yang bertentangan untuk berada di klub Mar-a-Lago di Palm Beach lokasi  akhir pekan Trump.

Trump tidak ada di tempat saat kejadian. Wanita itu sempat diizinkan masuk ke properti setelah staf keliru mengira dia mungkin seorang anggota klub.

Sikap Zhang menimbulkan kecurigaan setelah dia tak mengetahui jalan masuk ke resort.

Zhang mengatakan kepada salah satu agen Dinas Rahasia bahwa dia berada di Mar-a-Lago untuk menggunakan kolam renang dan kemudian mengatakan kepada agen lain bahwa dia ada di sana untuk menghadiri acara Asosiasi Warga Tionghoa Amerika di AS.

Jaksa penuntut mengatakan zhang ingin menggunakan kolam renang dan berada di sana untuk acara yang tidak ada pada jadwal hari itu.

Pengacara Zhang, Robert Adler, menggambarkan insiden itu sebagai “kesalahpahaman.” Menurutnya, pihaknya tidak mengerti bagaimana insiden tersebut bisa menjadi tuduhan pelanggaran.

Jaksa penuntut mengatakan Zhang membawa empat unit ponsel, laptop, hard drive eksternal dan USB yang berisi apa yang oleh penyelidik disebut sebagai “malware jahat” ketika dia ditangkap oleh Dinas Rahasia Amerika Serikat.

Penyelidik menemukan alat untuk mendeteksi kamera tersembunyi, lima kartu SIM ponsel dan uang tunai lebih dari 8.000 dolar AS di kamar hotelnya.

Setelah insiden  Zhang,  anggota kongres Partai Demokrat AS menyerukan agar administrasi Trump memperbaharui breifing kepada petugas tentang keamanan Mar-a-Lago.

Sejak menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2017, Trump secara rutin mengunjungi Mar-a-Lago.

Kongres AS dari Partai Demokrat sempat mempertanyakan tentang keamanan di klub tetapi Trump menepis kekhawatiran, menyebut insiden itu “kebetulan” dan memuji Dinas Rahasia AS.

Dua sumber pemerintah Amerika Serikat  kepada Reuters mengatakan FBI sedang menyelidiki apakah Zhang memiliki hubungan dengan agen intelijen di Tiongkok atau operasi infiltrasi politik. FBI juga sedang mencari kemungkinan implikasi kontra-intelijen dari insiden tersebut.

Ketua Komite Intelijen DPR AS, Adam Schiff mengatakan kepengurusan kelompok Zhang diidentifikasi sebagai tuan rumahnya memiliki “koneksi yang jelas” dengan unit Partai Komunis Tiongkok yang disebut United Front Work Department.

Sebuah sumber yang mengetahui kebijakan administrasi Trump tentang Tiongkok mengatakan departemen itu adalah bagian dari operasi Komite Sentral Partai Komunis di Beijing, yang terletak “tepat di seberang” dari kompleks yang menampung para pemimpin Tiongkok.

Seorang mantan ahli pemerintah AS dalam operasi intelijen Tiongkok, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya saat membahas informasi sensitif, mengatakan, para penyelidik ingin mengetahui “mengapa, tepatnya, apakah dia ada di sana? Sebuah umpan, pengalih perhatian, tipuan, memeriksa perimeter untuk operasi substantif?”

Ketika dikonfirmasi reuters, Gedung Putih menolak untuk mengomentari penyelidikan kontra intelijen FBI atau pertanyaan terkait. (asr)

Oleh Zachary Fagenson

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular