Erabaru.net. Capres 02 Prabowo Subianto menuding sejumlah lembaga survei menggiring opini hasil pemilu presiden 2019 dengan merilis hasil kekalahannya. Namun demikian, Cyrus Network menepis keras tudingan tersebut.

Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Hasbi mengatakan lembaga survei bisa saja berbeda dan mendukung calon tertentu, akan tetapi lembaga survei harus professional ketika merilis hasil survei mereka.

Bahkan, kata Hasan, Lembaga survei yang tergabung di Persepi (Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia) harus bersedia diaudit. 

Menurut Hasan, hal mengkhawatirkan adalah tuduhan serampangan yang dikeluarkan orang-orang yang mengatakan bahwa pollster (pembuat polling) sedang menipu. Bagai hassan langkah tersebut sangat berbahaya. Meski demikian, si penuding justru menerbitkan data versi pollster yang memenangkan pihak mereka. 

“Buat saya ini tidak sehat dan tidak fair. Kalau mau diadu aja,” ujarnya dalam konfrensi di kantor CSIS, Jalan Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Lebih jauh Direktur Eksekutif Cyrus Network mempertanyakan keberadaan lembaga pemenang survei, kantornya, SDM serta kegiatan yang dilaksanakan. Tak hanya itu, penyurvei tesebut pun harus bersedia diaudit.

Cyrus Network menegaskan pihaknya bersedia diuji terkait 2.000 sampling TPS yang mereka gunakan dalam hitungan cepat kali ini. Hasan Hasbi  mencontohkan kejadian klaim survei kemenangan pada 2014 silam yang mana kini kembali terulang.

“Saya ingin tekankan bahwa kalau demokrasi mau jalan yang lebih benar,  ya harus sportif, dengan data-data yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kita bersedia diaudit TPS dimana dan hasilnya, apalagi ada yang ngaku dari 5.000 TPS, kalau kita paksa hari pasti nggak akan bisa,” ujarnya.

Hasan Hasbi menyindir pihak yang serta merta mengklaim kemenangan. Hingga akhirnya Cyrus harus segera merilis survei yang mereka miliki. 

“Kalau kita berani tantang dan hasil ini 87 persen nggak akan berubah banyak. Sebenarnya kita mau umumkan nanti pas 90 persen tapi karena ada yang sok-sok klaim menang duluan maka kita ingin sampaikan ini, yaitu ktia harus cepat menurut hasil quick count Jokowi-Ma’ruf Amin yang unggul dari  kita sekitar 10 persen,” katanya. 

Sebelumnya, Capres 02 Prabowo Subianto menuduh keberpihakan lembaga-lembaga survei terkait hasil quick count atau hitung cepat Pemilu 2019, di Kertanegara, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Prabowo berpidato menyampaikan kemenangan exit poll versinya, Rabu 17 April 2019

Berikut pernyataan lengkap Prabowo :

“Saya bicara setelah mengikuti perkembangan perhitungan suara dari tadi kita, terus terang saja prihatin dari tadi malam banyak kejadian-kejadian yang merugikan pendukung 02.

Banyak surat suara yang tidak sampai, banyak TPS buka jam 11.00, banyak hal-hal pendukung kita tidak mendapat undangan dan sebagainya.

Belum lagi diketemukan surat suara yang sudah dicoblos 01. Tapi walaupun demikian, hasil exit poll kita di 5.000 TPS menunjukkan bahwa kita menang, 55,4 persen dan hasil quick count kita menang 52,2 persen.

Mohon semua relawan untuk mengawal kemenangan kita di semua TPS dan kecamatan juga saya tegaskan di sini kepada rakyat Indonesia bahwa ada upaya-upaya dari lembaga survei tertentu yang kita ketahui memang sudah bekerja untuk satu pihak untuk menggiring opini seolah-olah kita kalah.

Saudara-saudara sekalian jangan terpancing, terus awasi TPS, amankan C1, dan juga jaga di kecamatan, jangan lengah. Saya mengimbau pendukung-pendukung saya agar tetap tenang, semua tenang, dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis.

Tetap fokus mengawal kotak suara, karena kotak-kotak itu adalah kunci kemenangan agar kebohongan-kebohongan yang sudah dilakukan bisa dilawan.

Saya tegaskan di sini untuk pendukung saya untuk sama sekali tidak terprovokasi dan menghindarai semua bentuk tindakan berlebihan, tindakan di luar hukum, dan tindakan kekerasan apapun. Terima kasih, untuk pendukung kita, silahkan menjaga TPS.” (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular