Erabaru.net.  Aplikasi video TikTok tidak lagi tersedia di Play Store dan App Store di India setelah pengadilan melarang pengunduhan aplikasi Made in Tiongkok ini.  

TikTok adalah aplikasi yang sangat populer di India. Penggunanya  memungkinkan untuk berkreasi dan berbagi video pendek dengan efek khusus. Meski demikian, sejumlah tokoh di India menilai kontennya sangat tidak pantas.

Pengadilan di negara bagian Tamil Nadu selatan memerintahkan pemerintah federal pada 3 April lalu untuk melarang TikTok.  

Pengadilan beralasan aplikasi itu mendorong pornografi dan memperingatkan predator seksual dapat menargetkan pengguna anak.

Laporan BBC menemukan bahwa metode TikTok dalam menangani pesan yang tidak pantas ditujukan pada anak di bawah umur adalah dengan hanya menghapus posting dalam 24 jam.

Meskipun aplikasi memiliki aturan terhadap bentuk komunikasi seperti itu, banyak dari pengguna yang melanggar diizinkan untuk tetap menggunakan platform ini.

Pemerintah Federal India kemudian mengirim surat kepada Apple dan Google untuk mematuhi perintah pengadilan negara itu.  

Melansir dari Reuters, Selasa 16 April lalu, Google dan Apple kemudian meresponnya dengan memblokir akses ke TikTok di Play store-nya di India.  

Aplikasi itu kini sudah  tidak tersedia di toko aplikasi Apple pada  Rabu, 17 April lalu.

Google mengatakan pihaknya tidak mengomentari aplikasi individual tetapi mematuhi hukum setempat. Apple tidak menanggapi pertanyaan konfirmasi yang disampaikan oleh Reuters.

Seorang juru bicara untuk TikTok di India menolak mengomentari soal penghapusan aplikasi tersebut.  Dia mengatakan masalah itu masih di pengadilan.

Analisis aplikasi Sensor Tower mengatakan pada bulan Februari lalu, TikTok telah diunduh lebih dari 240 juta kali di India. Lebih dari 30 juta pengguna menginstal aplikasi pada Januari 2019, 12 kali lebih banyak dari pada bulan yang sama tahun lalu.

Lelucon, klip, dan cuplikan video yang terkait dengan industri film India yang berkembang mendominasi platform aplikasi, bersama dengan  video di mana anak-anak muda berbagi dengan berpakaian minim.

Bytedance Technology’s  kemudian mengajukan banding atas larangan pengadilan negara bagian ke Mahkamah Agung India.

Pengadilan tinggi telah merujuk kasus itu kembali ke pengadilan negara bagian, di mana seorang hakim menolak permintaan Bytedance untuk menunda larangan. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular