Erabaru.net. Ribuan warga di daerah Qipanshan, Shenyang, Tiongkok dievakuasi akibat kebakaran hutan secara tiba-tiba yang melanda di kawasan itu pada 17 April lalu.

Si jago merah dengan cepat melahap kawasan hutan itu dikarenakan kencangnya hembusan angin.

Sebagai langkah pemadaman, otoritas setempat mengerahkan lebih dari 1.000 petugas ke lokasi kejadian.

Menurut mikroblog resmi Dinas Kebakaran setempat, tak hanya petugas damkar yang dikerahkan, sebanyak 500 orang petugas polisi bersenjata turut memadamkan kobaran api.

Sejauh ini, belum ada laporan adanya korban dan penyebab kebakaran sedang diselidiki.

Baru-baru ini kebakaran terus terjadi di sejumlah Provinsi Tiongkok.  Berikut rincian :

Kebakaran hutan di Yalongjiang

Pada sore hari tanggal 30 Maret lalu, kebakaran hutan terjadi di Desa Lier, Kota Yalongjiang, Provinsi Sichuan. Api menewaskan 31 orang petugas pemadam kebakaran hutan.  Namun, pada 5 April lalu, api di lokasi itu kembali berkobar.

Kebakaran Hutan di Pinggiran kota Beijing

Pada siang hari tanggal 30 Maret lalu, kebakaran hutan terjadi di Nanshan, Desa Taibaozhuang, Beijing. Api dengan cepat menyebar ke arah Distrik Pinggu karena angin yang bertiup cukup kencang.

Pihak berwenang pada sore itu langsung mengerahkan lebih dari 900 orang ke lokasi untuk memadamkan api.

Media partai komunis menyebutkan, lokasi api yang cukup jauh dari desa menyebabkan tidak menimbulkan ancaman bagi keselamatan warga desa. Tak ada laporan korban akibat kejadian ini.

Kebakaran hutan di Qinyuan, Shanxi

Pada 29 Maret lalu, kebakaran hutan melanda di Kabupaten Qinyuan, Provinsi Shanxi. Kebakaran ini mengancam sekitar 25 desa dan tambang batu bara. Lebih dari 3.600 orang dievakuasi.

Ini adalah kebakaran yang kedua sejak kebakaran pertamanya yang terjadi pada 14 Maret lalu.

Menurut berita resmi Provinsi Shanxi pada 30 Maret lalu, api membakar Kawasan hutan seluas 28,6 kilometer.

Selain kebakaran hutan, ledakan dan kebakaran pabrik kimia juga terus terjadi di Tiongkok.

Pada 3 April lalu, kebakaran terjadi di pabrik kimia milik Zhongdan Chemical Technology Ltd. di Kota Taixing, Provinsi Jiangsu. Api berasal dari tangki penyimpanan limbah yang meledak. Insiden tersebut mengakibatkan 7 orang tewas dan 5 orang cedera.

Pada 10 April lalu, gudang sebuah perusahaan kimia yang berlokasi dalam zona industri di Xiangshui Yancheng, Provinsi Jiangsu juga terbakar.

Pada 13 April lalu, kebakaran terjadi di sebuah pabrik yang berada dalam Zona Pengembangan di Danyang, Provinsi Jiangsu. Media setempat menyebutkan 1 orang mengalami luka bakar. Insiden ini adalah kebakaran akibat ledakan pabrik kelima di Provinsi Jiangsu yang terjadi dalam waktu 20 hari terakhir.

Pada 21 Maret, sebuah ledakan besar terjadi di sebuah pabrik kimia di Yancheng, Provinsi Jiangsu. Media setempat melaporkan hampir 700 orang menjadi korban, setidaknya 78 orang di antaranya meninggal dunia.

Pada 23 Maret,  terjadi ledakan gas alam di kota Dali, Yunnan mengakibatkan 3 orang tewas dan 5 orang cedera.

Di Kota Zhaoyuan, Provinsi Shandong, ledakan pabrik kimia terjadi pada 25 Maret lalu, menyebabkan 1 orang  tewas dan 4 orang cedera.

Insiden lainnya, sebuah ledakan pabrik terjadi di Kota Qingzhou, Provinsi Shandong pada 29 Maret lalu. Akibatnya,  5 orang tewas dan 3 orang terluka.

Alasan utama maraknya kejadian seperti ledakan, kebakaran dan kebakaran hutan adalah buruknya kolusi antara pejabat dengan pengusaha.

Misalnya, kasus ledakan hebat yang terjadi di Jiangsu, media resmi Partai Komunis Tiongkok mengakui pengawasan dari pemerintah daerah yang menutup sebelah mata terhadap risiko keselamatan pabrik adalah salah satu alasannya.

Sejumlah analis mengatakan bahwa konsep pemerintah komunis Tiongkok tentang minimnya mengutamkan keselamatan pekerjaan dikarenakan adanya pejabat yang malas menjalankan fungsinya dan kerap saling melempar tanggung jawab. (sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular