Erabaru.net. Tetangga saya seorang pria tua bernama Ken Frank, pernah menjadi sosok yang menjadi pusat perhatian di daerah tempat tinggal saya, sehingga saya bisa bertemu dan berkenalan dengannya pada keesokannya ketika baru pindah ke sini.

Menurut cerita tetangga, pria tua itu selalu diam tak banyak bicara dan jarang berinteraksi dengan tetangga. Satu-satunya orang yang berkomunikasi dengannya adalah istri dan putranya, George.

Dan setiap 3 September, Frank akan membeli sebatang sabun di pagi hari lalu menghilang. Sampai menjelang sore dia baru pulang ke rumah dengan tidak membawa sabun.

Suatu saat ada beberapa orang yang mencoba membuntutinya. Mereka tidak mengetahui bahwa Frank adalah mantan kapten infanteri terbaik semasa mudanya. Mereka selalu kehilangan jejaknya setiap saat membuntutinya itu akhirnya menghentikan aksinya.

Ilustrasi.

Demikianlah, Frank dan sabunnya tetap menjadi sebuah kisah yang misterius.

Dan saat saya mengungkit hal itu, istrinya selalu mengelak dengan senyum dan tawanya. Tetapi saya tidak pernah menyerah untuk mencari tahu hal itu. Sampai sesuatu terjadi ketika itu.

Pada suatu hari istri Frank menelepon saya, dan dengan sedih dia menceritakan bahwa George telah gugur dalam sebuah operasi penangkapan semalam, dan Frank yang mendengar kejadian itu, lalu pergi pagi-pagi sekali dengan mobilnya.

Dia sangat khawatir, jadi meminta saya mengikutinya dari belakang. Bagaimanapun, saya adalah satu-satunya orang yang lebih akrab di lingkungan sekitar.

Tidak lama setelah saya mengendarai mobil ke jalan raya, saya melihat mobil merah Pak Frank yang mudah dikenali, kemudian saya ikuti secara diam-diam. Sementara Frank tampaknya tidak sadar, hingga akhirnya saya memasuki taman pemakaman

Cuaca pada hari itu tampak mendung dan berkabut, dari kejauhan terlihat upacara pemakaman George. Ketika saya sedang merenung dan ingin segera meninggalkan tempat itu atau tidak, entah sejak kapan Frank yang sudah turun dari mobilnya tampak sedang mengetuk jendela kaca mobil saya.

“Maukah kamu turun dan temani saya berjalan?” Tanyanya dengan suara lembut.

Saya turun dari mobil, kemudian berjalan di jalan setapak di antara deretan batu nisan, jalan itu berkelok-kelok dan menanjak, ketika hampir sampai, Frank akhirnya berhenti. Yang tampak di hadapan kita adalah tiga batu nisan dengan hiasan bunga segar.

“Kamu kenal dengan George?” Tanyanya sambil menunjuk nama di atas batu nisan.

“Pernah bertemu beberapa kali,”sahutku singkat.

Ilustrasi.

Sebenarnya petugas polisi yang sangat berani dan berdedikasi ini pernah meninggalkan kesan mendalam pada saya. Tatapan matanya sangat lembut, tetapi selalu diiringi dengan kesedihan yang tak bisa dijelaskan.

“Dia tinggal di kamp konsentrasi Nazi ketika masih anak-anak. Sampai kemudian pemerintah memyerang kamp konsentrasi itu.”

Saya melihat sebuah batu nisan yang lebih kecil di sebelah George, tetapi waktunya jelas jauh lebih awal dari George.

“Dia ditembak pada malam hari saat kami menyerbu kamp konsentrasi itu, karena sepotong sabun.”

“Sabun?”Saya tertegun sesaat.

“Dia mencuri sepotong sabun di meja seorang perwira. Pemilik sabun, Edson seketika naik pitam dan memerintahkan penggeledahan total, kemudian dia mengeluarkan sabun di depan Edson.”

Pria tua itu menunjuk ke batu nisan ketiga di kejauhan.

“Berapa umurnya ketika itu ?”

“Dua puluh sembilan ? Antara dua puluh sembilan hingga tiga puluh tujuh.”

“Apa hubungannya dengan George?”

“Selalu bersama, seakan tak terpisahkan.”

“Kalau begitu, saya pikir dia tidak akan melakukan hal seperti itu.”

Pria tua itu tersenyum mendengar jawaban spontan saya.

“Jadi, bagaimana menurutmu?”

“George yang mencuri sabun itu kan. John yang menanggung akibatnya.”

“Teruskan.”

” Edson ingin melindungi George karena suatu alasan dan menembak saudaranya sendiri.”

Saya melihat ukiran nama Edson Sanders di atas batu nisan ketiga.

“Bagus sekali, tapi ini hanya sebagian saja.”

Mata orang tua itu bersinar seperti kilauan berlian:

“Edson adalah orang kita.”
  
Tidak ada yang lebih menakjubkan dari kalimat ini, saya menoleh lagi untuk melihat batu nisan yang dipenuhi dengan sabun.

“Jadi John ……..”

“John tidak tahu. Malah dia marah pada saudaranya (Edson) yang memilih kamp konsentrasi Nazi, ia lakukan semua itu hanya demi George, karena dia masih anak-anak.”

“Edson bekerja sama dengan kami dan menyerang kamp konsentrasi itu. Karena tindakannya sebelumnya telah dicurigai dan dilacak oleh wakilnya, jadi demi keselamatan, dia memotong sabun itu lebih dulu dan menyelipkan kertas ke dalam.

“Tapi tak disangka, sabun itu dicuri oleh anak nakal yang bertugas membersihkan kantor kerjanya. Mengetahui sabun hilang, Edson terpaksa memerintahkan untuk mencari tahu siapa yang mengambil sabun itu.”
  
” John mengambil sabun dari tangan George dan menyerahkannya kepada Edson. Wakilnya segera memintanya untuk mengeksekusi John di depan umum. Sabun itu telah dikutak-katik, dan merupakan alat penting untuk menyampaikan rahasia.

“Jika Anda menunda beberapa waktu atau terjadi masalah lain, maka semua yang Anda lakukan sebelumnya akan sia-sia. Akhirnya Edson menembak mati adiknya di bawah pengawasan ketat wakilnya. Ketika mengurus mayat John, tidak ada yang akan peduli lagi dengan keberadaan sabun itu. “

Saya berdiri di depan tiga batu nisan sambil memperhatikan pria tua itu mengambil sabun dari sakunya dan diletakkan satu persatu di atas tangga di depan batu nisan.
 
“Saya mengadopsi George. Sejak itu, saya, rekan-rekan saya, dan mereka yang kami selamatkan dari kamp konsentrasi, akan secara spontan membeli sepotong sabun dan berziarah di makam mereka setiap tanggal 9 Maret.

Ilustrasi.

“Kami merahasiakan ini, Karena masalah John sangat membebani George. Kami tidak ingin para tetangga menyebarkan peristiwa ini, karena akan menyebabkan cedera kedua bagi George. Inilah kisah tentang sabun itu.”

Ketika kami kembali, dan di bawah persetujuan Frank, kisah tentang sabunnya itu akhirnya terungkap.

Selanjutnya, setiap 3 September, kami akan selalu pergi ke taman pemakaman itu. Pada hari itu, tiga monumen batu nisan itu akan selalu dihiasi dengan aneka bunga segar dan sabun dari berbagai merek.(yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular