Erabaru.net. Sebanyak delapan rentetan ledakan mengguncang Sri Lanka, Minggu (21/4/2019) pagi bersamaan digelarnya Minggu paskah.  

Melansir dari Indiantoday, enam ledakan pertama menghantam tiga gereja dan tiga hotel mewah di Kolombo dan di daerah lainnya yang menewaskan ratusan orang.

Tiga gereja  yang menjadi serangan bom adalah Gereja Saint Anthony di Kolombo, Gereja Saint Sebastian di kota pantai barat Negombo dan gereja lain di kota Batticaloa di daerah timur Sri Lanka.  

Tiga ledakan yang menyerang hotel mewah adalah hotel bintang lima Shangrila, Cinnamon Grand dan Kingsbury.

Ledakan pertama dilaporkan terjadi sekitar pukul 8 pagi waktu setempat. Selanjutnya sekitar pukul 2 siang ketika negara itu masih sibuk dengan ledakan pertama, dua ledakan lagi dilaporkan terjadi di Kolombo bahkan ketika keamanan ditingkatkan di seluruh negeri.

Media setempat melaporkan, dua ledakan kembali terjadi. Sejauh ini sebanyak 187 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 400 lainnya terluka.

Media lokal News First melaporkan bahwa fasilitas rumah sakit di Kolombo berupaya dengan baik setelah korban-korban berdatangan setelah serangan terjadi. Pihak rumah sakit disebut tidak mengalmi kekurangan kantong darah.  

Perdana Menteri Sri Lanka, Ranil Wickremesinghe mengadakan pertemuan dewan keamanan nasional di rumahnya dan mengutuk serangan itu.

“Saya sangat mengutuk serangan pengecut terhadap orang-orang kami hari ini. Saya menyerukan kepada semua warga Sri Lanka selama masa tragis ini untuk tetap bersatu dan kuat,”k atanya dalam sebuah Tweet.

“Harap hindari menyebarkan laporan dan spekulasi yang tidak diverifikasi. Pemerintah mengambil langkah segera untuk mengatasi situasi ini,” tweetnya.

Pemimpin oposisi Rajavarothiam Sampanthan turut menyerukan persatuan melawan “ekstremis.”

“Saya menyerukan kepada semua orang di negara ini untuk bersatu dan berdiri dengan solidaritas dengan mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai dalam serangan pengecut dan tragis ini,” katanya.

“Mari kita tetap bersama dan menjadi kuat sehingga para ekstrimis ini tidak akan bisa membawa negara ini mundur,” tulisnya.

Pemerintah Sri Lanka telah mengumumkan jam malam. Media sosial dan layanan perpesanan juga telah ditangguhkan di negara ini setelah serentetan ledakan terbaru.

Menurut polisi Sri Lanka, korban tewas termasuk 35 orang asing.

Meskipun tidak ada kelompok atau individu yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan sejauh ini, laporan media lokal menunjukkan pelaku bom bunuh diri berada di balik serangan mengerikan di Sri Lanka itu.

Laporan menunjukkan, polisi Sri Lanka telah bersiaga nasional 10 hari sebelum ledakan pada hari Minggu itu.  

Gereja Saint. Sebastian di Katuwapitiya di Negombo memposting foto-foto kehancuran di dalam gereja di halaman Facebook-nya. Foto-foto menunjukkan darah pada bangku dan lantai dan meminta bantuan dari masyarakat.

Seorang pejabat kepolisian kepada Reuters mengatakan di Gereja St. Sebastian di Katuwapitiya, utara Kolombo, lebih dari 50 orang telah tewas. Media melaporkan 25 orang juga tewas dalam serangan terhadap sebuah gereja di Batticaloa di Provinsi Timur.

Kini keamanan telah ditingkatkan di Sri Lanka. Kini tidak ada pengunjung akan diizinkan di bandara Kolombo setelah ledakan. Semua penumpang telah diminta 4 jam sebelumnya sudah ke bandara sebelum penerbangan mereka.

Keamanan semua misi asing yang ditempatkan di Sri Lanka telah ditingkatkan. Insiden ini adalah serangan terbesar di Sri Lanka dalam beberapa tahun terakhir. (asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular