oleh Qin Yufei

Seminggu setelah Direktur National Institutes of Health (NIH) atau Institut Kesehatan Nasional AS,  Francis Collins mengumumkan bahwa universitas-universitas di negeri paman sam itu akan memecat “pengkhianat”, pusat penelitian kanker nomor satu di dunia The University of Texas MD Anderson Cancer Center langsung mengumumkan bahwa pihaknya telah memecat  3 orang profesor berkebangsaan Asia.

MD Anderson Center tidak mengungkapkan nama spesifik orang yang diusir itu. Namun, sumber yang mengetahui masalah mengungkapkan kepada ‘The Epoch Times’ bahwa beberapa profesor tersebut sebelumnya menjalani investigasi yang dilakukan FBI selama lebih dari satu tahun tiba-tiba meninggalkan perusahaan baru-baru ini.

Menurut laporan ‘Houston Chronicle’ bahwa atas permintaan National Institutes of Health, MD Anderson Center telah memecat 3 orang ilmuwan karena dicurigai mencuri rahasia ilmiah AS.

National Institutes of Health adalah lembaga penelitian biomedis terbesar di Amerika Serikat dan penyedia dana penelitian untuk banyak proyek penelitian biomedis. Pendanaannya juga termasuk hibah dari pemerintah AS.

Tahun lalu, lembaga yang menginduk kepada Departemen Kesehatan AS ini menulis kepada MD Anderson Center, menggambarkan konflik kepentingan antara 5 orang profesor di pusat tersebut dan menerima imbalan dari pihak asing yang tidak dilaporkan. Lalu MD Anderson Center diminta untuk merespon dalam waktu 30 hari.

Peter Pisters, Presiden MD Anderson Center mengatakan kepada media bahwa pihaknya sejauh ini telah mulai menghentikan tugas ketiga orang profesor, 2 orang di antaranya telah mengajukan pengunduran diri, dan yang satu baru dalam proses PHK. Pejabat MD Anderson Center percaya bahwa profesor keempat tidak sampai terkena pemecatan dan profesor kelima masih dalam penyelidikan.

Peter Pisters mengatakan bahwa kelima orang profesor itu adalah orang Asia. Sementara itu, ‘Houston Chronicle’ dan majalah ‘Science’ mengkonfirmasi bahwa setidaknya tiga orang dari mereka itu adalah etnis Tionghoa asal Tiongkok.

Sumber asal MD Anderson Center mengungkapkan kepada ‘The Epoch Times’ bahwa sejak tahun 2015, 19 orang pejabat yang bertugas di MD Anderson Center telah menjalani investigasi FBI. Mereka ini adalah profesor internasional (yang lahir di negara lain), di antaranya termasuk Cendekiawan Changjiang dari komunis Tiongkok dan profesor yang terpilih masuk Program Seribu Talenta.

Pada bulan September tahun lalu, berita tentang mutasi jabatan dan pemecatan banyak profesor asal Tiongkok banyak dibicarakan orang. Sekarang, berita itu akhirnya mendapat konfirmasi secara resmi.

Xiao Yun seorang dengan nama samara, seorang peneliti senior di MD Anderson Cancer Research Center mengungkapkan kepada ‘The Epoch Times’ bahwa Profesor Wu, direktur Pusat Pengobatan Translasional dan Genomik Kesehatan Masyarakat di MD Anderson Center tiba-tiba menyatakan dirinya “dipensiun” pada awal bulan Januari lalu. Ia mengatakan bahwa ia akan  kembali ke Tiongkok untuk menjabat sebagai dekan di School of Public Health Zhejiang University. Wu adalah profesor khusus Program Penghargaan Cendekiawan Sungai Yangtze.

Menurut informasi publik online, Universitas Zhejiang pada akhir bulan Februari 2019 mengumumkan bahwa profesor Wu ditunjuk sebagai direktur Departemen Kesehatan Masyarakat Sekolah Kedokteran dan wakil presiden Rumah Sakit Afiliasi Kedua dari Sekolah Kedokteran. Xiao Yun mengungkapkan bahwa Wu telah diselidiki oleh FBI selama sekitar satu tahun dan tiga bulan sebelum ia “dipensiunkan”. Banyak warga kampus mengatakan bahwa ia dipaksa pensiun. Sebenarnya, semua orang mengerti bahwa “dipensiun” berarti dipecat.

Peneliti juga mengungkapkan bahwa profesor lain yang tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya adalah profesor Hong yang berasal dari Taiwan. Ia sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pusat Penelitian Dasar Kanker Payudara di Pusat Kanker Anderson merangkap  Direktur Departemen Onkologi Sel Molekuler. Ia juga diselidiki oleh FBI selama lebih dari setahun, kemudian tiba-tiba mengumumkan “pensiun” pada awal bulan Januari tahun ini. Informasi publik online menunjukkan bahwa ia telah menjadi presiden ke-19 dari Universitas Kedokteran Tiongkok Taiwan sejak bulan Pebruari tahun ini.

Xiao Yun juga mengungkapkan bahwa profesor lain yang pergi adalah profesor Xie, ia disebut kembali ke daratan Tiongkok. Pada bulan Oktober tahun lalu, media pernah memberitakan bahwa profesor etnis Tionghoa di MD Anderson Center yang juga seorang pemimpin kalangan perantauan yang pro-Tiongkok bermarga Xie beserta istrinya yang bermarga Huang keduanya telah menjalani investigasi FBI karena dugaan terlibat dalam Program Seribu Talenta. Laboratorium sempat disegel  dan akhirnya ditutup. Selama masa pemeriksaan itu, Xie terlibat dalam kejahatan seksual terhadap anak dan dimejahijaukan pada tahun lalu. Pasangan itu sekarang telah meninggalkan MD dan tidak tahu keberadaannya.

Profesor Xie ini dipekerjakan di Shanghai East International Medical Center melalui Program Seribu Talenta. Ia bersama istrinya juga sering berpartisipasi dalam kegiatan resmi di Hainan Medical College dan universitas lain di daratan Tiongkok.

Xie juga dikabarkan pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Asosiasi Para Ahli Amerika Serikat Asal Tiongkok, dan sejak 2009 sampai sekarang, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Pusat Kegiatan Warga Tiongkok.

Xie  juga berpartisipasi dalam persiapan besar dan mengorganisasi perjamuan makan malam “Hari Nasional” dari Partai Komunsi Tiongkok di wilayah Houston Besar dalam beberapa tahun terakhir. Dia pernah menjabat sebagai ketua komite pelaksana untuk merayakan makan malam Hari Kemerdekaan pada tahun 2011.

Dilaporkan bahwa profesor lain yang juga “dipensiunkan” bermarga Huang. Dia memiliki laboratorium di Tiongkok maupun di Amerika Serikat. Setelah menjalani investigasi FBI, ia telah “dipensiun” tahun lalu dan pulang ke daratan Tiongkok.

Sebagaimana diketahui bahwa pada tahun 2017, profesor lain bermarga Zhu dari MD Anderson Center yang awalnya berencana untuk terbang pulang ke Tiongkok, dicegat oleh personel FBI di Bandara Internasional Houston, komputer yang dibawanya disita dan kemudian diselidiki. Kabarnya ia akhirnya juga “dipensiun”.

‘NBC News’ menyebutkan bahwa kegiatan spionase komunis Tiongkok di Houston mendapat perhatian besar. 4 orang pejabat AS pernah mengatakan bahwa bidang-bidang penelitian medis di kota Houston, ilmu kedirgantaraan, industri minyak dan gas dan bidang profesional lainnya adalah alasan utama yang menarik kegiatan spionase dari komunis Tiongkok.

‘Houston Chronicle’ melaporkan bahwa Washington prihatin bahwa pemerintah asing seperti Tiongkok dan lainnya menggunakan penelitian yang didanai AS untuk memberi manfaat bagi diri mereka sendiri. Bahkan melakukan pencurian kekayaan intelektual dari proyek penelitian yang seharusnya dilindungi dapat dilakukan melalui mahasiswa yang direkrut dan para sarjana tamu. Pemerintah Tiongkok sengaja memikat para ilmuwan untuk membangun “laboratorium bayangan” di daratan Tiongkok.

Peter Pisters mengatakan kepada media bahwa MD Anderson, sebagai pusat kanker nomor satu di dunia telah dijadikan sasaran oleh pemerintah asing.

Pengusiran ketiga orang profesor yang bertugas di MD Anderson Cancer Center akan menjadi kesempatan pertama dalam pemberantasan “pengkhianat” di universitas-universitas AS.

Pada  11 April lalu, Direktur Institut Kesehatan Nasional, Francis Collins mengatakan kepada Senat bahwa diperkirakan lembaga penelitian nasional di seluruh Amerika Serikat dalam waktu dekat juga segera mengumumkan pengusiran terhadap mereka yang mencuri rahasia ilmiah dari proyek penelitian yang didanai oleh pemerintah AS. Kongres telah mengangkat kekhawatiran tentang tindak pencurian hak kekayaan intelektual di lembaga akademik AS oleh pihak asing.

Di musim panas tahun lalu, FBI memanggil para pemimpin lembaga akademik dan medis Texas untuk mengadakan pertemuan yang intinya memperingatkan mereka agar berwaspada terhadap ancaman dari dalam institusi dan meminta mereka untuk secepatnya melaporkan individu di lembaga penelitian yang perilakunya mencurigakan.

Peter Pisters, Presiden MD Anderson Center mengatakan kepada media bahwa sebenarnya, FBI sudah mulai menyampaikan kekhawatirannya terhadap Pusat Kanker yang ia pimpin sejak tahun 2015. Pada tahun 2017, MD Anderson Center telah menyerahkan sebuah hard drive komputer yang berisi beberapa email karyawan kepada FBI. Kemudian 8 bulan kemudian Direktur NIH, Francis Collins mengirim surat kepada 10.000 lembaga penelitian di seluruh negeri yang berisikan peringatan kepada mereka tentang ancaman pencurian rahasia ilmiah AS yang dilakukan orang asing.

Subkomite Senat AS pada bulan Juni tahun lalu telah mengadakan sidang dengar pendapat yang bertemakan ‘A Thousand Talents : China’s Campaign to Infiltrate and Exploit U.S. Academia’ yang artinya Seribu Talenta : Kampanye Tiongkok untuk Menyusup dan Mengeksploitasi Akademisi A.S)  demi memperjelas kecurigaan-kecurigaan yang ada di balik layar.

Pejabat pertahanan dan intelijen AS mengatakan pada persidangan bahwa “Program Seribu Talenta” komunis Tiongkok adalah program yang terutamanya untuk menarik para talenta sains dan teknologi yang berpendidikan dan bekerja di Amerika Serikat. Tujuannya tidak lain adalah untuk mentransfer teknologi militer dan komersial AS ke Tiongkok, mencuri kekayaan intelektual, dan pengetahuan AS melalui cara legal maupun ilegal. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular