Erabaru.net. Seorang pasien yang sadar dari koma menerima tagihan rumah sakit senilai 93.424 dollar AS (Rp 1,3 miliar), lebih mahal daripada tinggal di hotel mewah.

Pemuda berusia 21 tahun itu dirawat di Hillcrest Medical Center, Tulsa di Okhlahoma selama delapan malam setelah upaya bunuh diri.

Setelah dirawat di rumah sakit, Oliver Jordan menerima tagihan untuk perawatan yang terdiri dari penggunaan laboratorium , tempat tidur dan bangsal dan bantuan pernapasan.

(Foto:: @alcumist | Twitter)

Kaget dengan jumlah tagihan tersebut, pasien muda inu kemudian memuat tagihan ke halaman Twitter-nya dan menggambarkan harga untuk bunuh diri di negara itu terlalu mahal.

“Ini betapa mahalnya untuk upaya bunuh diri di Amerika Serikat,” katanya dalam tweetnya yang dikutip Dailymail.co.uk

Pria yang bekerja di bidang hukum di Oklahoma menyatakan bahwa dia bersyukur karena memiliki asuransi untuk membayar biaya.

Bahkan hanya perlu mengeluarkan sedikit biaya untuk melunasi tagihan dan hanya perlu membayar 2.850 dollar AS (sekitar Rp 40 juta).

Setelah mengunggah biaya tagihan tersebut, ia mendapat berbagai reaksi netizen yang berbagi pengalaman mereka.

Beberapa netizen yang membalas tweet menginformasikan bahwa nasib mereka tidak sebagus Oliver.

Salah satu pengguna Twitter @darthlola berbagi tentang pengalamannya selama dua malam di bangsal psikiatrik, tetapi harus membayar tagihan sejumlah 10.000 dollar AS (Rp 141 juta).

Ada juga yang menyatakan rasa syukur atas layanan medis dan perawatan gratis di negara masing-masing, termasuk pengguna Twitter @naagnoool dari Inggris.

Studi Health Care Cost Institute mengungkapkan bahwa kunjungan ke rumah sakit di Amerika Serikat rata-rata Rp 27 juta pada tahun 2016.

Dalam sebuah studi oleh Sekolah Kesehatan Publik Johns Hopkins Bloomberg, beberapa rumah sakit di Amerika Serikat menaikkan harga lebih dari 1.000 persen.(yant)

Sumber: Erabaru.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular