oleh Luo Tingting

Israel baru-baru ini menggelar serangan udara ke pabrik rudal di Suriah. Serangan Israel untuk pertama kalinya menggunakan rudal udara – darat supersonik jenis baru. Dampaknya menyebabkan sejumlah fasilitas pembuatan rudal hancur. Terungkap banyaknya ahli dari Korea Utara dan Belarusia tewas serta terluka dalam serangan itu.

Situs web Israel ‘Debka File’ mengutip sumber-sumber Barat mengatakan pada 13 April dini hari lalu, pesawat tempur Angkatan Udara Israel melakukan pemboman terhadap Pusat Studi dan Penelitian Ilmiah yang terletak di kota Masyaf, Suriah barat.

Serangan udara tersebut menghancurkan sebagian besar perangkat penghasil rudal, terutama rudal untuk Suriah dan Hezbollah yang dipandang sebagai organisasi teroris. Bagian yang memproduksi bahan bakar padat dan pemasangan alat pemanduan baru.

Para sumber seperti analis militer Babak Taghvaee mengatakan bahwa serangan udara itu berskala lebih besar dari sebelumnya. Angkatan Udara Israel untuk pertama kalinya menggunakan rudal udara – darat supersonik baru dalam pemboman.

Rudal baru buatan Israel ini diberi nama ‘Rampage’ merupakan rudal jarak jauh supersonik presisi yang dapat membawa hulu ledak, mesin roket, dan perangkat navigasi canggih untuk secara akurat mengenai target.

‘Rampage’ cocok untuk model serangan bedah yang dapat secara akurat menghancurkan target secara akurat dengan kerusakan tidak langsung yang minimal. Pesawat tempur  Angkatan Udara Israel F-15, F-16 dan F-35 yang baru dapat membawa rudal udara – darat supersonik yang baru ini untuk menyerang markas musuh, sistem pertahanan udara, gudang senjata, dan pangkalan-pangkalan strategis.

Menurut sumber, serangan udara itu menyebabkan pukulan telak terhadap pabrik rudal Suriah. Selain perwira militer Iran dan Suriah, banyak pakar rudal asal Korea Utara yang membantu Suriah dalam pengembangan rudal berbahan bakar padat, termasuk pakar Belarusia juga tewas dalam serangan udara tersebut.

Bulan Februari tahun lalu, sebuah laporan PBB menyatakan bahwa Korea Utara terus mengekspor teknologi senjata ke pemerintah otoriter Suriah dan mengirimkan pasokan yang dapat digunakan untuk memproduksi senjata kimia. Bahan-bahan ini termasuk keramik tahan asam, katup dan termometer.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2017 telah mengirim setidaknya 40 komponen rudal balistik dan bahan baku ke Suriah yang tidak dilaporkan. Di antara senjata kimia dan fasilitas rudal yang dikenal di Suriah, terdapat teknisi rudal Korea Utara yang sedang bekerja.

Korea Utara mendapatkan devisa melalui penjualan senjata ke negara-negara seperti Iran dan Suriah.

Menurut perkiraan Larry Niksch, mantan pakar Asia di Congressional Research Service, kerjasama Korea Utara dengan Iran mengenai teknologi nuklir dan senjata yang dijual  ke organisasi teroris yang didukung Teheran telah menghasilkan antara 2 hingga 3 miliar dolar Amerika Serikat.

Selain Korea Utara, komunis Tiongkok juga menyediakan dana dan senjata untuk diktator Suriah selama bertahun-tahun, karenanya mereka dikutuk oleh komunitas internasional.

Pada bulan Januari tahun ini, Angkatan Udara Israel berhasil menghancurkan pangkalan radar unit pertahanan udara Suriah dan meledakkan radar anti-siluman JY-27 buatan Tiongkok tersebut adalah radar peringatan pertahanan udara jarak jauh anti-siluman. Pada tahun 2008, tentara Suriah membeli 5 unit radar JY-27 dari Tiongkok.

Diktator Suriah Bashar al-Assad telah mendapat sanksi berat dari komunitas internasional karena menggunakan senjata kimia untuk membantai rakyatnya sendiri.

Para ahli dari PBB yang melarang penggunaan senjata kimia telah mengkonfirmasi bahwa pasukan pemerintah Suriah telah menggunakan senjata kimia untuk setidaknya 5 kali dan telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas.

Pasukan sekutu seperti Amerika Serikat dan Inggris telah melancarkan beberapa kali serangan militer terhadap Suriah. Yang terakhir pada 13 April 2018 malam, Presiden Trump, Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Presiden Prancis Macron telah mengeluarkan pernyataan bahwa mereka telah melakukan serangan tepat terhadap fasilitas militer Suriah. Pentagon mengatakan bahwa pihaknya telah meluncurkan sebanyak 105 buah rudal yang semuanya berhasil mengenai sasaran. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular