Erabaru.net. Intelijen Amerika Serikat menuduh Huawei Technologies didanai oleh keamanan negara Tiongkok, demikian The Times mengatakan pada tanggal 20 April, menambah daftar tuduhan yang dihadapi oleh perusahaan teknologi Tiongkok tersebut di Barat.

CIA menuduh Huawei menerima dana dari Komisi Keamanan Nasional Tiongkok, Tentara Pembebasan Rakyat dan cabang ketiga dari jaringan intelijen negara Tiongkok, demikian laporan surat kabar Inggris tersebut, mengutip sebuah sumber.

Awal tahun ini, intelijen Amerika Serikat berbagi klaimnya dengan anggota lain dari kelompok berbagi-intelijen Five Eyes, yang meliputi Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru, menurut laporan http://bit.ly/2KT7ztd.

Huawei, CIA dan Kementerian Luar Negeri Tiongkok tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Tuduhan itu muncul saat perang dagang antara Washington dengan Beijing memuncak dan di tengah kekhawatiran Amerika Serikat bahwa peralatan Huawei dapat digunakan untuk spionase.

Pihak berwenang di Amerika Serikat menyelidiki Huawei karena dugaan pelanggaran sanksi.

Meng Wanzhou, kepala pejabat keuangan Huawei dan putri pendiri Huawei, Ren Zhengfei, ditangkap di Kanada pada bulan Desember 2018 atas permintaan Amerika Serikat atas tuduhan penipuan bank dan kawat yang melanggar sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.

Pada bulan Januari 2019, Departemen Kehakiman Amerika Serikat membuka segel dua dakwaan terhadap Huawei, Meng Wanzhou, dan beberapa anak perusahaan, dalam sepasang kasus hukum yang menuduh Huawei melanggar sanksi terhadap Iran, dan mencuri rahasia dagang dari operator seluler Amerika Serikat,  T-Mobile.

Di tengah tuduhan seperti itu, lembaga pendidikan top di Barat baru-baru ini memutuskan hubungan dengan Huawei untuk menghindari kehilangan dana dari federal.

Perusahaan teknologi Tiongkok lainnya, ZTE Corp, juga berada di pusat kontroversi serupa di Amerika Serikat.

Sanksi Amerika Serikat memaksa ZTE Corp untuk menghentikan sebagian besar bisnis antara April dan Juli tahun lalu setelah pejabat Departemen Perdagangan mengatakan ZTE Corp melanggar perjanjian dan tertangkap secara ilegal mengirimkan barang-barang asal Amerika Serikat ke Iran dan Korea Utara. Sanksi dicabut setelah ZTE Corp membayar denda 1,4 miliar dolar Amerika Serikat.

Reuters melaporkan awal bulan ini bahwa Amerika Serikat akan mendorong sekutunya pada pertemuan di Praha pada bulan Mei 2019 untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan dan kebijakan bersama yang akan membuat Huawei lebih sulit mendominasi jaringan telekomunikasi 5G. (Kanishka Singh/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular