Erabaru.net. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir melanda sejumlah wilayah di Jakarta, Jumat (26/4/2019). Hingga pukul 12.00 WIB ribuan warga sudah diungsikan ke tempat yang aman.

“Terdapat 285 KK dan 2258 Jiwa pengungsi akibat banjir pada tanggal 26 April 2019. Saat ini lokasi pengungsi berada di 12 titik lokasi yang terdiri dari 2 titik lokasi di Jakarta Selatan dan 10 titik lokasi di Jakarta Timur,” demikian keterangan resmi BPBD DKI Jakarta.

Evakuasi warga terdampak dilaksanakan oleh BPBD, Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Basarnas, PMI, petugas dari Unsur kelurahan, Satpol PP, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Babinsa, dan masyarakat.

Menurut BPBD DKI, banjir akibat hujan yang turun di wilayah Bogor dan sekitarnya pada Kamis (25/4/2019) yang menyebabkan Sungai Ciliwung meluap sedang dalam penanganan Dinas Sumber Daya Alam (SDA) dibantu oleh PPSU Kelurahan setempat.

Adapun pompa yang telah disiapkan Dinas SDA sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi.

Sedangkan Daerah terdampak banjir sebanyak 32 titik Banjir yaitu di Wilayah Jakarta Selatan tepatnya di RW 01,02,011 Kel. Pengadegan, RW 01,03,07 di Kel. Rawa Jati, RW 01 di Kel. Cikoko, dan RW 010 di Kel. Kebon Baru, dengan ketinggian banjir rata-rata 10 cm-250 cm.

Sedangkan untuk Wilayah Jakarta Timur tepatnya di RW 01,02,03,05,08,012 Kel. Cawang, RW 01,02,04,05 Kel. Balekambang, RW 05,06,07,015,016 Kel. Cililitan, RW 04 s.d RW 08 Kel. Kamp. Melayu dan RW 06,07,011,014 Kel. Bidara Cina, dengan ketinggian banjir rata-rata 10 cm-250 cm.

Banjir tersebut menyebabkan dua warga meninggal dunia di wilayah Jakarta Selatan dan Jakarata Timur.

“Banjir pada 26 April 2019 menyebabkan 2 korban jiwa yaitu 1 korban jiwa meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kel.Kebon Baru Jakarta Selatan dan 1 korban jiwa meninggal akibat serangan jantung di Kelurahan Bidara Cina Jakarta Timur,” demikian keterangan BPBD DKI.

BPBD DKI Jakarta menjelaskan, Dinas SDA melalui Satgas SDA Kecamatan melakukan penanganan banjir di lokasi dengan penyedotan menggunakan pompa serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU Kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengangkutan sampah-sampah akibat banjir.

BPBD DKI menyatakan melalui UPT. Pusat Data dan Informasi Kebencanaan memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai Ciliwung melalui SMS Blast saat Bendung Katulampa dan Pintu Air Depok mengalami kenaikan status Siaga menjadi Siaga 1. (asr)

Share

Video Popular