Erabaru.net. Universitas Ketucky Barat memutuskan hubungannya dengan Institut Konfusius karena kebijakan federal yang baru.

Laporan outlet berita Presiden Universitas Ketucky Barat Tim Caboni mengumumkan pada tanggal 22 April 2019 melalui email ke fakultas dan staf. Tim Caboni mengatakan undang-undang pembelanjaan pertahanan yang disahkan tahun lalu tidak mengizinkan lembaga menjadi tuan rumah bagi Institut Konfusius jika lembaga menerima dana Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk program bahasa Mandarin.

Pada bulan Agustus, undang-undang pertahanan Amerika Serikat yang baru disahkan mencakup ketentuan untuk melarang Departemen Pertahanan menggunakan dana apa pun pada program berbahasa Mandarin yang ditawarkan oleh Institut Konfusius.

Universitas Ketucky Barat menerima dana seperti itu untuk program unggulan Tiongkok miliknya, yang memungkinkan siswa untuk belajar bahasa Mandarin sambil mengejar gelar sarjana.

Institut Konfusius adalah program pendidikan bahasa dan budaya Tiongkok yang membawa instruksi ke 47 sekolah umum di 20 distrik sekolah Kentucky yang menggunakan guru yang direkrut dari Tiongkok. Universitas Ketucky Barat telah mengoperasikannya selama sembilan tahun.

Tim Caboni mengatakan sekolah meminta pengabaian, namun ditolak.

Kekuatan Lunak Tiongkok Mengkhawatirkan Otoritas Amerika Serikat

Saat ini, 107 perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat menjadi tuan rumah cabang dari Institut Konfusius, menurut laporan oleh National Association of Scholars. Institusi Konfusius – dari Amerika Serikat hingga Australia – baru-baru ini berada dalam pengawasan ketat karena hubungannya dengan Partai Komunis Tiongkok.

Laporan Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan Amerika Serikat-Tiongkok menyebut Institut Konfusius berkedok sebagai penyusup dan mata-mata. Pusat-pusat pendidikan yang didanai Tiongkok “juga mengedepankan apa yang diinginkan Beijing dan menumbangkan prinsip akademis yang penting, seperti otonomi kelembagaan dan kebebasan akademik,” kata laporan tersebut.

Ada juga kekhawatiran bahwa Partai Komunis Tiongkok menggunakan Institut Konfusius untuk memaksa negara-negara lain untuk lebih bersimpati pada agendanya, melalui penggunaan “kekuatan lunak.” Laporan tersebut mengatakan bahwa HanBan, Kantor Dewan Bahasa Mandarin Internasional milik Partai Komunis Tiongkok, menawarkan paket menarik kepada sekolah dan universitas asing untuk mendirikan Institut Konfusius yang dikelola oleh guru-guru Tiongkok yang dipilih dan didanai oleh Partai Komunis Tiongkok.

Materi pengajaran sering menghadirkan propaganda Partai Komunis Tiongkok, yang telah memicu kekhawatiran bahwa Institut Konfusius membungkam kritik akademis terhadap rezim Tiongkok.

Pada bulan Desember 2018, Universitas Michigan mengumumkan bahwa mereka akan berhenti menjadi tuan rumah Institut Konfusius bila kemitraannya dengan HanBan saat ini akan berakhir pada Juni 2019. (Richard Szabo/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular