- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Penasihat Ekonomi Gedung Putih : Sosialisme Adalah Pecundang

Jerome dan Zhang Qi -NTD

Kepala penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan sosialisme adalah pecundang. Dia pun mengajak masyarakat Amerika agar tidak melupakan pelajaran kegagalan dari sosialisme.

Pernyataan demikian disampaikannya saat  berpidato di National Press Club, Washington, DC, Rabu 24 April lalu tentang keadaan ekonomi negeri paman Sam pada saat ini.

Direktur The National Economic Council Amerika Serikat ini mengatakan bahwa beberapa kandidat presiden dari Partai Demokrat baru-baru ini mengusulkan beberapa kebijakan sosialis, tidak diragukan bahwa ini adalah kebijakan yang pasti akan gagal.  

Menurut Kudlow, pihaknya sedang membuka gelombang baru kemakmuran Amerika Serikat dan paling bergairah di dunia. Menurut dia, pemerintah Trump membangun kepercayaan, hingga kemudian muncul pertanyaan terkait langkah menempuh kebijakan memangkas 15 % PDB dalam satu dekade yang dicetuskan Partai Demokrat.

Mantan editor ekonomi majalah National Review ini mengatakan bahwa kolektivisme, ekonomi terencana, dan ekonomi yang dikendalikan pemerintah semuanya berakhir dengan kegagalan.

Kudlow menegaskan sosialisme telah melemahkan moral dan mengurangi kebebasan Amerika. Bahkan,  sosialisme cenderung menjadikan situasi politik yang benar-benar otoriter. Sebagai seorang ekonom, Kudlow memandang sosialisme tidak akan menghasilkan kemakmuran, sebaliknya akan menciptakan kemiskinan.

Oleh karena itu, rencana “Asuransi Kesehatan Rakyat”, yang diperkirakan menelan biaya lebih dari 32 triliun dolar AS dalam 10 tahun, ditambah pajak,  tidak ada artinya sama sekali bagi para pemilih Amerika.

Menurut Kudlow, dirinya tidak berpikir  bahwa pemilih Amerika dan Amerika akan melakukan cara sosialisme. Dia mempertanyakan kebijakan yang ingin menggantikan kemakmuran dengan kemiskinan.

Bahkan,  kenaikan pajak yang diperlukan untuk membayar “Asuransi Kesehatan Rakyat” akan mengurangi pendapatan rumah tangga tahunan masyarakat Amerika Serikat sebesar 17.000 dolar Amerika Serikat.  (Jon/asr)

Video Rekomendasi :