Erabaru.net. Pekerja dalam bidang penjualan sering dicemburui oleh karyawan di bidang lain karena mereka dapat bekerja dengan waktu yang fleksibel dan mendapat komisi yang lumayan ketika mencapai target penjualan yang ditetapkan dalam setiap bulan.

Namun, banyak yang tidak menyadari bahwa tenaga penjualan sering menghadapi tekanan besar hampir setiap hari agar produk-produk yang dipromosikan terjual.

Baru-baru ini, seorang pria berusia 25 tahun dari Tiongkok kecewa di depan umum setelah satu sesi bertemu dengan pelanggannya.

Dia terlihat rebah di lantai tempat umum di samping bekas muntahannya sendiri dan polisi telah dipanggil oleh warga yang peduli yang melaporkan.

(Foto: ETtoday)

Polisi bertindak dengan membangunkan pria itu pada saat tiba di tempat kejadian dan mencoba membantu dengan menghubungi anggota keluarganya melalui telepon.

Ketika polisi bertanya apakah dia mabuk, pria itu mengatakan dia tidak punya pilihan selain minum dengan pelanggannya. Tiba-tiba, dia mulai menangis dan mencurahkan perasaannya tentang kesulitan dalam hidupnya kepada polisi tersebut.

Salah satu polisi yang berada di tempat kejadian mengatakan,: “Orang ini bukan orang lokal. Dia datang ke Nanjing karena istrinya. Dia memberi tahu keluarganya bukan miskin, tetapi dia tidak pernah meminta uang dari mereka.

Karena dia adalah seorang eksekutif penjualan, dia harus banyak minum dengan pelanggannya untuk menyelesaikan dan mengikat perjanjian. “

(Foto: ETtoday)

Sayangnya, ia tidak dapat menandatangani kesepakatan bisnis malam itu bahkan setelah sesi minum karena pelanggan menunggu instruksi lebih lanjut, yang memicu kekecewaannya. Dapat dipahami bahwa dia bukan peminum tetapi harus melakukannya untuk memenuhi keinginan pelanggan.

Sepuluh menit kemudian, istrinya tiba di tempat kejadian dan segera memeluk suaminya. Pria itu terus meminta maaf dengan rasa kecewa dan sedihnya dihibur oleh istrinya.

Istrinya memeluknya dengan kuat dan meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Saat yang menyedihkan itu direkam oleh orang yang berada di tempat kejadian dan video menjadi viral di media sosial.

(Foto: ETtoday)

Banyak netizens dapat merasakan kepedihan batin yang dialami pria ini karena mereka juga meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja dan mencari rezeki di kota besar di mana setiap orang adalah orang asing bagi mereka.

Selain mengalami rasa kesepian karena tidak ada tempat untuk mengadu, mereka juga perlu mengatasi tekanan di tempat kerja dan meningkatnya biaya hidup.

Bagi mereka yang telah mengalami dan memahami situasi dalam bidang pemasaran dan penjualan, pria ini harus bekerja keras untuk mencapai target penjualan yang telah ditentukan, dan prosesnya bisa sangat menyesakkan. Namun begitu, kehidupan perlu dilanjutkan karena dalam kerja aka nada turun dan naik.(yant)

Sumber: Erabaru.my, ETtoday

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular