London — Ketika libur Paskah yang tenang di kantor-kantor perusahaan minyak utama Eropa dan pabrik penyulingan, sebuah email dalam bahasa Rusia masuk. “Apa isinya?” Seorang manajer mengingat ketika dia mengirimkannya ke kantornya di Moskow untuk diterjemahkan.

Dia kaget. Surat itu berasal dari perusahaan pipa negara di Belarus, Gomeltransneft. Surat yang mengatakan kepada para penyuling minyak dan operator pipa di Polandia, Ukraina, Hungaria, dan Republik Ceko bahwa minyak mentah yang menuju ke arah mereka dari Rusia, pada pipa sepanjang 5.500 km pada jaringan Druzhba sangat terkontaminasi.

“Kami meminta Anda untuk segera mengambil semua tindakan untuk menghindari kemungkinan kerugian dan konsekuensi negatif lainnya,” kata surat Gomeltransneft tertanggal 19 April yang juga diperlihatkan kepada Reuters.

Selama 10 hari berikutnya, perusahaan penyulingan dan minyak di Eropa memangkas pembelian minyak dari Rusia hingga satu juta barel per hari, atau 10 persen dari impor minyak Eropa. Ini menimbulkan gangguan besar bagi pemasok atau eksportir minyak terbesar kedua di dunia.

Gangguan dalam pengiriman minyak itu adalah level tertinggi dalam enam bulan, mencoreng reputasi Rusia sebagai eksportir pada saat meningkatnya persaingan dengan penjualan minyak AS dan memicu penyelidikan Rusia tentang apakah pipa tersebut telah disabotase.

Ketika krisis memasuki hari ke 11 pada 30 April, pembeli minyak belum mendengar secara langsung dari perusahaan monopoli pipa Rusia, Transneft, pemilik jaringan yang mengekspor minyak tercemar, 10 sumber di perusahaan minyak Barat dan rumah perdagangan mengatakan.

“Saya harus mengandalkan gosip dan rumor untuk mendapatkan ide kapan minyak bersih akan mulai mengalir,” kata seorang manajer perdagangan di perusahaan minyak Barat yang harus menunda pembelian minyak Rusia di Jerman, yang terhubung ke Druzhba via Polandia.

Transneft, perusahaan pipa terbesar di dunia yang dijalankan oleh Nikolai Tokarev, menolak berkomentar. Transneft mendistribusikan sekitar 10 juta barel minyak per hari di Rusia dan mengekspor lebih dari 4 juta barel per hari.

Manajer di semua produsen minyak besar Rusia juga mengatakan upaya mereka untuk mendapatkan informasi dari Transneft gagal. Kini tetap menjadi misteri, bagaimana minyak bisa terkontaminasi atau siapa yang harus disalahkan.

Masalah Besar
Kontaminasi minyak tidak hanya terjadi di Rusia. Pembeli minyak AS dan Eropa menolak sejumlah kargo dari Texas selama setahun terakhir dengan alasan kualitas yang buruk. Akan tetapi skala dan tingkat keparahan masalahnya jarang separah insiden pipa Rusia-Eropa terbaru, menurut sumber-sumber industri.

Sebelum insiden itu, Transneft, yang mengoperasikan 68.000 km pipa (Jarak yang cukup untuk pergi hampir dua kali keliling dunia) dianggap sangat handal.

“Ini menimbulkan masalah besar bagi kilang Eropa yang tergantung pada aliran pipa Rusia,” kata Amrita Sen di think-tank Energy Aspects. “Meskipun ini terlihat seperti (insiden) sekali saja, hal itu menimbulkan pertanyaan tentang perlunya mencari pemasok alternatif sebagai cadangan.”

Minyak itu terkontaminasi dengan klorida organik, senyawa yang digunakan dalam industri untuk meningkatkan ekstraksi dari ladang minyak dengan membersihkan sumur minyak dan mempercepat aliran minyak mentah.

Senyawa harus dihilangkan sebelum minyak memasuki saluran pipa karena mereka dapat menghancurkan peralatan pemurnian atau, pada suhu tinggi, membuat klorin gas jadi beracun.

Tes oleh Belarus pada minyak dari Druzhba menunjukkan kadar klorida organik 150-330 bagian per juta (ppm) antara 19 dan 22 April 2019, menurut dokumen Gomeltransneft yang dilihat oleh Reuters, jauh di atas maksimum 10 ppm yang diizinkan oleh Transneft.

Perusahaan minyak negara di Belarus mengatakan pada 30 April bahwa mereka tidak mengharapkan untuk mendapatkan minyak bersih sebelum 4 Mei. Mereka mengatakan mungkin butuh berbulan-bulan untuk melanjutkan operasi kembali normal.

Biaya Pembersihan
Minyak yang terkontaminasi telah ditemukan di Belarus, Polandia, Jerman, Ukraina, dan pelabuhan Baltik Ust Luga, yang semuanya dilayani oleh jaringan Druzhba, menurut beberapa sumber yang terlibat dalam perdagangan minyak Rusia.

“Minyak ini tidak bisa dijual. Anda tidak bisa hanya membuang harga dan menjualnya dengan diskon. Tidak ada yang menginginkan minyak ini,” sumber kedua di sebuah perusahaan minyak Barat mengatakan.

Pembeli yang telah menerima minyak yang terkontaminasi kini perlu menyimpannya di suatu tempat dan mencairkannya dengan minyak mentah yang lebih bersih untuk menurunkan kadar klorida. Ini adalah sebuah operasi yang dapat menelan biaya jutaan dolar untuk setiap tanker besar minyak mentah, menurut sumber perdagangan minyak.

Minyak di pelabuhan Ust Luga, misalnya, dapat secara bertahap dimuat ke kapal yang dicampur dengan minyak mentah berkualitas lebih baik tetapi solusinya kurang jelas untuk minyak yang masih dalam pipa.

Jerman dan Polandia perlu membalik aliran dan memompa minyak mentah kembali ke Rusia, atau pelabuhan di Polandia. Karena kilang di negara-negara tersebut tidak memiliki tangki penyimpanan yang cukup untuk menyimpannya sampai dapat diencerkan.

“Ini akan memakan waktu berbulan-bulan dan ekspor Rusia dan bahkan produksi mungkin harus turun,” kata pernyataan dari Energy Aspects.

Aspects menambahkan bahwa negara-negara Eropa mungkin harus memanfaatkan stok minyak strategis jika pemadaman saluran pipa berlangsung lebih lama.

Dalam Paralisis
Dianggap terkejut dan ditinggalkan dalam kegelapan oleh kurangnya komunikasi dari Transneft tentang berapa lama krisis akan diselesaikan, pembeli dari Barat minyak Rusia telah mulai mencari cara untuk melindungi diri dari kerugian lebih lanjut.

Pekan lalu, pedagang minyak terbesar dunia, Vitol, menolak untuk mengambil kargo dari Ust Luga dan mengatakan itu terkontaminasi, memaksa pelabuhan ditutup selama 24 jam, menurut beberapa sumber di perusahaan minyak Barat dan rumah dagang.

Vitol dan Transneft, yang memiliki pelabuhan, menolak berkomentar.

Ust Luga dibuka kembali untuk memuat minyak mentah pada 26 April tetapi pada 29 April, kadar klorida masih sekitar 80 ppm, menurut dua sumber industri.

“Meskipun Rusia mengatakan telah melanjutkan pengiriman minyak bersih, kami masih sangat lumpuh karena kualitasnya buruk,” kata pembeli utama minyak Rusia.

Belarus telah memberikan perkiraan awal kerugiannya dari minyak yang terkontaminasi pada angka 100 juta dolar AS, menurut Gomeltransneft.

Setidaknya 10 kapal tanker dengan gabungan 1 juta ton minyak terkontaminasi, bernilai lebih dari 500 juta dolar AS dengan harga saat ini, telah berlayar dari Ust Luga, menurut belasan pedagang.

Pembeli pengiriman, diantaranya Total, Vitol, Glencore dan Trafigura, kini harus menyimpan minyak di suatu tempat di Eropa dan secara bertahap mencairkannya, menurut sumber perdagangan.

Total, Vitol, Glencore dan Trafigura menolak berkomentar.

Sabotase?
Untuk saat ini, tidak ada penjelasan tentang bagaimana minyak itu bisa terkontaminasi. Skala kontaminasi menunjukkan minyak mentah yang rusak bisa dipompa ke dalam pipa selama berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Belarus mengatakan pada 30 April bahwa volume minyak mentah yang terkontaminasi dapat mencapai 5 juta ton, setara dengan ekspor sebulan melalui Druzhba sekitar 1,2 juta barel per hari dan bernilai 2,7 miliar dolar AS dengan harga saat ini.

Dalam sebuah konfrensi pers pada tanggal 26 April, Igor Dyomin, seorang pembantu Tokarev Transeft, mengatakan kepada media Rusia ‘kontaminasi itu disengaja’.

Polusi terdeteksi di terminal pribadi Samara Transneft, di mana minyak dipompa ke jaringan Transneft oleh beberapa produsen kecil, kata Dyomin.

Dia tidak menyebutkan nama produsen dan mengatakan para penyelidik sedang mencari beberapa perusahaan swasta di wilayah Samara.

Tokarev menegaskan pada 30 April dalam pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa minyak yang terkontaminasi telah dipompa dengan sengaja oleh perusahaan swasta.

Anton Tomilov, wakil direktur pertama di terminal Samara Transneft, mengatakan perusahaannya telah menjual terminal pemuatan minyak mentah pada tahun 2017 dan dia tidak tahu siapa yang memilikinya sekarang.

Reuters tidak dapat mengidentifikasi pemilik saat ini.

Putin mengatakan pada 27 April bahwa lembaga penegak hukum dapat bertindak jika penyelidikan internal Transneft gagal memberikan jawaban yang cukup. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular