oleh Li Yan

Hakim distrik Amerika Serikat memerintahkan kepada tiga bank Tiongkok untuk menyerahkan transaksi keuangan berjumlah puluhan juta dolar AS. Uang ini berkaitan dengan pelanggaran sanksi internasional terhadap Korea Utara.

Kementerian Kehakiman AS pada 30 April lalu mengeluarkan versi singkat dari putusan Beryl Howell, Hakim Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Columbia yang dibuat pada 18 Maret lalu.

Menurut dokumen itu, pengadilan telah mengeluarkan surat panggilan pengadilan yang bertujuan memperoleh catatan transaksi antara sebuah perusahaan yang berdomisili di Hongkong. Akan tetapi perusahaan itu sekarang sudah tidak beroperasi dengan perusahaan BUMN Korea Utara.

Dokumen pengadilan yang dikeluarkan itu tidak mencantumkan nama bank, nama perusahaan Hongkong dan Korea Utara. Dokumen menyebutkan bahwa entitas yang berdomisili di Hongkong itu didirikan oleh seorang warga Korut dengan seorang warga Tiongkok. Namun, nama mereka juga tidak disebutkan.

Dalam putusan juga disebutkan bahwa pemerintah komunis Tiongkok memiliki saham dalam ketiga bank dan dua di antaranya memiliki cabang di Amerika Serikat.

Panggilan pengadilan dikeluarkan pada bulan Desember 2017 dan merupakan bagian dari investigasi AS mengenai apakah ada pelanggaran terhadap sanksi internasional yang diberlakukan kepada Korut. Investigasi AS tersebut meliputi pencucian uang dan pelanggaran Undang-Undang Kerahasiaan Bank AS.

Terungkap dalam dokumen pengadilan, ketiga bank itu perlu memberikan berbagai catatan transaksi perbankan mereka sejak bulan Januari 2012.

Dokumen pengadilan juga menunjukkan bahwa pelanggaran transaksi yang dilakukan kedua perusahaan itu diduga mencapai total USD. 105,34 juta. Ini termasuk transfer USD. 45,78 juta dari rekening bank Tiongkok pertama di Amerika Serikat, USD. 1,63 juta melalui rekening bank  Tiongkok kedua di Amerika Serikat, dan USD. 57,93 juta melalui rekening di bank Tiongkok ketiga di Amerika Serikat.

Menurut laporan CNBC, pengadilan memutuskan bahwa pejabat Kementerian Kehakiman AS telah pergi ke Tiongkok pada bulan April dan Agustus tahun lalu untuk membahas masalah tentang bank-bank yang relevan tidak menanggapi permintaan bukti yang diminta pemerintah AS.

Karena ketiga bank menolak untuk menyerahkan dokumen mereka, jaksa penuntut AS mengajukan mosi penegakan hukum ke pengadilan pada bulan Nopember tahun lalu.

Hakim Beryl Howell mengeluarkan perintah kepada dua dari tiga bank itu untuk segera menyerahkan catatan transaksi atau menghadiri sidang. Pada saat yang sama, bank ketiga diharuskan untuk menyerahkan dokumen yang diperlukan dalam panggilan pengadilan sebelum 28 Maret.

Sampai saat ini belum jelas bagaimana tanggapan yang diberikan oleh ketiga bank Tiongkok itu. (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Atau Simak yang Ini : 

 

Share

Video Popular