Erabaru.net. Kepala eksekutif Brooks Running, bagian dari Warren Buffett Berkshire Hathaway Inc, mengatakan perusahaannya akan mengurangi aktivitasnya di Tiongkok dengan cara memindahkan produksi sepatunya ke Vietnam di tengah perang dagan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat yang sedang berkecamuk.

Jim Weber, yang telah menjalankan Brooks Running sejak tahun 2001, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Brooks Running membuat keputusan pada bulan Januari ketika Presiden Donald Trump mengusulkan untuk menaikkan tarif impor sepatu menjadi 45 persen dari 20 persen.

Jim Weber mengatakan proposal tarif itu “amat sangat” membebani karena Brooks Running tidak dapat begitu saja menaikkan harga sepatunya, di mana biasanya sepasang sepatu dijual seharga 100 dolar Amerika Serikat hingga 160 dolar Amerika Serikat, dan meskipun ketegangan perang dagang telah mereda, Brooks Running tidak dapat menunggu pemecahan masalah.

“Kami akan menarik sebagian besar produksi kami dari Tiongkok. Kami harus membuat keputusan jangka panjang pada situasi ini… Jadi kami akan berada di Vietnam pada akhir tahun ini,” kata Jim Weber.

Sekitar 8.000 pekerjaan juga akan pindah dari Tiongkok ke Vietnam, tambah Jim Weber.

Vietnam muncul sebagai tujuan pilihan bagi perusahaan yang ingin memindahkan produksi karena masalah tarif.

Vietnam memproduksi sekitar 55 persen sepatu lari Brooks, di mana Tiongkok memproduksi sisanya.

Sepatu Brooks dijual di 56 negara, dan menyumbang sebagian besar pendapatan tahunan perusahaan yang berbasis di Seattle, yang tumbuh 26 persen tahun lalu menjadi  644 juta dolar Amerika Serikat.

Pendapatan Brooks Running dari Januari 2019 hingga April 2019 naik 22 persen, dan Jim Weber menargetkan pendapatan setahun penuh di bawah 750 juta dolar Amerika Serikat. Ia berharap pendapatan akan mencapai $ 1 miliar dolar Amerika Serikat pada tahun 2021. Brooks Running juga menjual pakaian.

Jim Weber mengatakan Brooks dapat memulai produksi sepatu di negara ketiga, yang belum ditentukan tahun depan. Perincian akhir mencakup 65 persen dari Vietnam, 10 persen dari Tiongkok dan 25 persen dari negara ketiga, kata Jim Weber.

Brooks berencana untuk melanjutkan penelitian dan pengembangan, serta sedikit sepatu yang diproduksi, di Tiongkok.

Jim Weber juga mengatakan Brooks berharap untuk “membuat prototipe sepatu lari kecil yang dipesan secara khusus” di Amerika Serikat dalam beberapa tahun mendatang, tetapi sebagian besar pengetahuan teknis dan otomasi perusahaan ada di Asia. “Volume masih jauh,” kata Jim Weber.

Brooks menjadi bagian dari Berkshire Hathaway sejak tahun 2006 saat unit Fruit of the Loom milik Berkshire Hathaway membeli Russell Corp, induk Brook Running. Berkshire Hathaway memperpanjang Brooks Running sebagai unit mandiri hingga tahun 2012.

Jim Weber mulai melaporkan rencana ini sejak tahun lalu ke Wakil Ketua Berkshire Hathaway Greg Abel, di mana sebelumnya telah melapor kepada Warren Buffett. (Jonathan Stempel/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular