Erabaru.net. Bocah laki-laki berusia tiga tahun akhirnya merasa sadar akan kecacatannya ketika ia tiba bersama keluarganya untuk sarapan di sebuah restoran di rantai makanan IHOP.

William dilahirkan tanpa lengan, tetapi ia telah beradaptasi dengan sangat baik dan sangat mampu untuk makan tanpa bantuan. Ketika dia berada di restoran, dia duduk di atas meja dan menggunakan kakinya untuk mengambil makanan ke mulutnya, seperti yang selalu dia lakukan di rumah.

(Foto: Facebook)

Ibu William, Alexis Bancroft, mengatakan kepada saluran berita KARK bahwa beginilah cara mereka mengajarinya makan dan melakukan beberapa kegiatan lain dalam terapi. Kemudian, ketika mereka sarapan di IHOP hari itu, keluarga tidak menyangka akan ada masalah.

Yang diinginkan bocah itu hanyalah hotcakes.

(Foto: Facebook)

Namun, William tidak pernah sarapan. Saat mereka bersiap untuk makan, manajer umum mendekati mereka dan mengatakan kepada mereka bahwa mereka tidak akan membiarkan anak itu duduk di atas meja dan menyentuh wadah madu maple dengan kaki mereka karena itu bertentangan dengan kode departemen kesehatan.

(Foto: Facebook)

Bancroft menjelaskan bahwa, begitu mereka tiba di restoran, dia membawa William ke kamar mandi untuk mencuci kakinya dan dia bisa menggunakannya untuk makan. Jadi, ketika manajer mendekatinya, sang ibu menanggapi dengan marah:

Apakah Anda bertanya kepada semua pelanggan Anda apakah mereka mencuci tangan sebelum menyentuhnya [wadah sirup]?

Manajer meminta maaf atas tindakannya itu, tetapi Bancroft merasa bahwa masalah sudah terjadi. Sang ibu kesal karena putranya didiskriminasi karena perbedaan fisiknya. Keluarga itu akhirnya bangkit dan meninggalkan restoran dengan marah.

(Foto : KARK 4 News / YouTube)

Bancroft mengatakn bahwa manajer mengiriminya pesan yang menyatakan bahwa semuanya adalah kesalahpahaman. Sayangnya, pertemuan itu memengaruhi putranya karena, menurutnya, putrannya merasa sadar diri ketika duduk di meja untuk makan keesokan harinya:

Saya tidak ingin duduk di meja untuk makan. Dia ingin duduk di kursi, sesuatu yang benar-benar tidak bisa dia lakukan.

(Foto : KARK 4 News / YouTube)

Beberapa hari kemudian, dan berkat dorongan yang diterima si anak dari orang lain di komunitasnya, ia dapat merasa nyaman lagi di meja dan makan dengan baik, tanpa bantuan siapa pun!

Sangat menyedihkan bahwa keluarga, terutama anak kecil, merasa berbeda dan didiskriminasi karena sesuatu yang di luar kendali mereka. Semoga cerita seperti ini akan mengajarkan orang lain untuk lebih pengertian dan peka dalam situasi tertentu, bukan begitu?(yant)

Sumber: Fabiosa.es

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular