Erabaru.net. Mahasiswi Tiongkok yang orangtuanya dilaporkan membayar 6,5 juta dolar Amerika Serikat supaya ia dapat kuliah di Universitas Stanford sebelumnya membantah anggapan bahwa ia diterima di universitas eksklusif karena ia adalah anak orang kaya, dengan mengatakan ia berhasil masuk Universitas Stanford berkat “kerja kerasnya.”

Dalam sebuah video di tahun 2017, Zhao Yusi yang berasal dari Beijing, juga dikenal sebagai Molly, menjelaskan karena ia rajin belajar dan niatnya maka memungkinkannya untuk diterima di perguruan tinggi Amerika Serikat yang bergengsi.

Hal ini terjadi sebelum Los Angeles Times mengungkapkan bahwa Zhao Yusi diduga diterima di Universitas Stanford pada musim semi 2017 setelah ayahnya miliarder bernama Zhao Tao, dan keluarganya membayar sejumlah besar uang kepada konselor perguruan tinggi ternama William “Rick” Singer, ‘calo’ di pusat skandal penerimaan perguruan tinggi Amerika Serikat.

Angka 6,5 juta dolar Amerika Serikat adalah pembayaran terbesar yang terkait dengan skandal tersebut.

William “Rick” Singer membantu Zhao Yusi diterima dengan mengklaim bahwa Zhao Yusi adalah pelaut yang kompetitif yang cocok untuk jurusan pelayaran, meskipun “tidak ada indikasi” Zhao Yusi pernah berpartisipasi dalam olahraga tersebut, Los Angeles Times melaporkan.

Setelah kasus suap tersebut diketahui khalayak luas, netizen Tiongkok menemukan video berdurasi 90 menit yang disiarkan langsung dan diposting ke platform media populer Tiongkok, Weibo pada saat itu, Zhao Yusi yang berusia 17 tahun, di mana ia memberi saran kepada pemirsa Tiongkok mengenai cara supaya diterima di universitas Barat yang bergengsi.

Video ini baru-baru ini beredar di media sosial Tiongkok.

“Saya ingin memberitahu semua orang bahwa masuk ke Univeritas Stanford bukanlah mimpi. Selama kamu memiliki tujuan yang jelas dan bekerja keras semampumu, maka cita-citamu akan tercapai,” kata Zhao Yusi dalam bahasa Mandarin.

Zhao Yusi menambahkan bahwa ia “bukan salah satu dari orang-orang yang memiliki IQ alami yang tinggi.” Sebaliknya, ia diterima di Universitas Stanford, universitas impiannya, hanya setelah “upayanya meningkatkan sedikit demi sedikit.”

“Beberapa orang berpikir, ‘Apakah kamu masuk ke Universitas Stanford karena keluargamu kaya?’ Sebenarnya tidak, petugas penerimaan…tidak tahu siapa kamu.”

Zhao Yusi mengatakan ia dianugerahi beasiswa untuk kuliah di Universitas Stanford, menggembar-gemborkan bahwa ia dapat diterima di jurusan dengan tingkat penerimaan terendah di dunia. Pada tahun 2017, Universitas Stanford menerima hanya 4,65 persen pelamar, lebih rendah dari Universitas Harvard dengan tingkat penerimaan 5,2 persen dan Universitas Yale dengan tingkat penerimaan 6,7 persen.

Universitas Stanford mengeluarkan Zhao Yusi pada bulan April setelah menemukan bahwa aplikasi penerimaannya berisi catatan pelayaran adalah palsu.

William “Rick” Singer (kanan), pendiri Edge College & Career Network, keluar dari pengadilan federal di Boston pada tanggal 12 Maret 2019. (Steven Senne / AP Photo)

Keluarga Zhao Yusi termasuk di antara belasan orang yang terperangkap dalam skandal penerimaan perguruan tinggi Amerika Serikat, yang telah menyaksikan 54 orang didakwa dalam skema yang curang, termasuk William “Rick” Singer dan 33 orangtua.

Di antara kelompok orangtua yang kaya adalah bintang “Desperate Housewives” Felicity Huffman dan aktris “Full House” Lori Loughlin. William “Rick” Singer dan Felicity Huffman adalah di antara lebih dari dua lusin terdakwa yang mengaku bersalah. Lori Loughlin mengaku tidak bersalah.

William “Rick” Singer telah mengakui mengatur penipuan, termasuk memasukkan nilai ujian palsu dan menyuap petugas penerimaan dan pelatih olahraga. Jaksa menuduh bahwa ia menerima suap total sebesar 25 juta dolar Amerika Serikat untuk melaksanakan skema yang curang.

Keluarga Zhao Yusi, yang tinggal di Tiongkok, belum dituntut.

Ibu Zhao Yusi, disebut sebagai “Nyonya Zhao,” mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui pengacaranya pada tanggal 3 Mei bahwa ia “disesatkan” untuk melakukan pembayaran kepada organisasi William “Rick” Singer “yang ia anggap sebagai yayasan nirlaba yang substansial dan sah” yang mendanai beasiswa mahasiswa di Universitas Stanford, South China Morning Post melaporkan.

Ibu Zhao Yusi mengatakan konsultasi penerimaan William “Rick” Singer “tidak menjamin masuk ke universitas tertentu,” menambahkan bahwa putrinya juga menjadi “korban,” South China Morning Post melaporkan.

Ayah Zhao Yusi, Zhao Tao, adalah ketua dan salah satu pendiri perusahaan farmasi bernilai miliaran dolar, Shandong Buchang, mengeluarkan pernyataan di situs web perusahaan pada tanggal 3 Mei, yang menyatakan bahwa berita mengenai putrinya adalah masalah pribadi, tidak berhubungan dengan perusahaan.

Zhao Tao menambahkan bahwa dana untuk biaya kuliah Zhao Yusi di universitas Amerika Serikat. tidak ada hubungannya dengan perusahaan, atau berpengaruh pada perusahaan.

Sementara banyak orangtua yang telah dikenakan bayaran berjumlah antara 250.000-400.000 dolar Amerika Serikat untuk layanan penerimaan ilegal, adalah keluarga dari Tiongkok yang diduga membayar paling mahal, Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan.

Wall Street Journal juga melaporkan bahwa keluarga Sherry Guo yang berusia 21 tahun dari Tiongkok membayar 1,2 juta dolar Amerika Serikat supaya ia dapat kuliah di Universitas Yale. Sherry Guo diidentifikasi dalam dokumen pengadilan sebagai “Pemohon Yale 1.” Sherry Guo adalah penduduk asli Tiongkok yang pertama kali pindah ke Amerika Serikat untuk sekolah menengah umum, Wall Street Journal melaporkan.

William “Rick” Singer diduga mendaftarkan Sherry Guo sebagai atlet yang direkrut dalam lamaran Yale-nya, kata Wall Street Journal. Sherry Guo sudah keluar dari universitas tersebut, demikian kata seorang pengacara yang dikonfirmasi oleh Wall Street Journal.

Keluarga Sherry Guo juga belum belum dituntut.

Dalam video tersebut, Zhao Yusi menasihati siswa lain untuk percaya diri, mengingat berkat upayanya sendiri untuk mengatasi prestasi akademik yang buruk di sekolah dasar, dan diremehkan oleh guru-gurunya di sekolah menengah umum.

Zhao Yusi tinggal di Beijing sebelum pindah ke Inggris untuk menempuh sekolah menengah umum di Wellington College di Berkshire, salah satu sekolah asrama paling bergengsi di Inggris. Biaya sekolahnya adalah 13.250 poundsterling (17.459) dolar Amerika Serikat per semester. (Cathy He/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular