oleh Li Yan

Sebuah pesawat penumpang Rusia, Sukhoi Superjet 100 terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Moskow, Rusia karena mengalami gangguan teknis. Namun terbakar hebat saat melakukan pendaratan.

Menurut kantor berita Tass, seorang pejabat penerbangan mengatakan setidaknya 41 orang tewas, termasuk 2 orang anak dan 6 orang lainnya terluka.

Kronologi kejadian seperti dilansir dari Fox News, pesawat dari Aeroflot ini sedang terbang dari Moskow menuju Murmansk pada Minggu 5 Mei lalu.

Namun demikian, terpaksa minta pendaratan darurat di Bandara Sheremetyevo di Moskow tak lama setelah lepas landas. Selama proses pendaratan, terjadi kebakaran hebat sehingga jatuh banyak korban.

Situs pelacakan penerbangan ‘FlightRadar24’ menyatakan bahwa penerbang minta pendaratan darurat setelah pesawat baru tinggal landas dari Bandara Sheremetyevo.

Dari rekaman video yang diunggah setelah kejadian terlihat bahwa sesaat sebelum roda pesawat menyentuh landasan, api sudah berkobar di bagian ekor pesawat.

Dari rekaman video lain terlihat, ketika roda pesawat menyentuh landasan, tampaknya ada semburan api dari bagian mesin. Rekaman video lainnya menunjukkan, sejumlah penumpang meluncur turun dari pintu pesawat melalui tangga darurat.

Sebuah sumber dari bagian penerbangan mengatakan kepada media bahwa pesawat mengirimkan sinyal bahaya setelah lepas landas dan kemudian mencoba mendaratkan pesawat. Namun, pendaratan pertama gagal, dan baru berhasil mendarat setelah 2 kali mencoba.

Laporan RIA News menyebutkan, pesawat tersebut membawa 73 orang penumpang dan 5 orang awak. Saat ini penyebab kecelakaan sedang diselidiki.

Insiden itu menyebabkan setidaknya 53 penerbangan tertunda dan 1 pembatalan penerbangan. Karena hanya ada 1 landasan pacu di bandara tersebut. Sukhoi Super Jet ini adalah pesawat superjet regional bermesin ganda tersebut mulai digunakan pada tahun 2011.

Pesawat ini dipromosikan secara luas sebagai pemulihan industri dirgantara Rusia yang bermasalah ketika itu.

Pesawat digunakan di Rusia sebagai alternatif dari pesawat era Soviet yang sudah ketinggalan zaman, tetapi juga digunakan oleh maskapai penerbangan nasional lainnya, termasuk Armenia dan Meksiko.

Ini adalah insiden fatal kedua yang melibatkan pesawat jenis tersebut. Pada 9 Mei 2012 silam, pesawat jenis ini menabrak lereng Gunung Salak di Indonesia. Ketika itu, sukhoi superjet ini lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma pukul 14.12 WIB.

Kejadian di Indonesia menyebabkan 45 penumpang termasuk awak pesawat tewas. Dalam pesawat terdapat 6 orang awak kabin, 2 orang perwakilan dari Sukhoi, dan 37 orang penumpang. Di antara penumpang adalah perwakilan dari sejumlah pihak masakapai.

Saat di Indonesia, Sukhoi Superjet 100 sedang tes terbang dan sedang dipromosikan ke maskapai penerbangan di Indonesia. (Sin/asr)

Share

Video Popular