Erabaru.net. Banyak pasien bilang kepada saya bahwa tidak ada dokter yang mengatakan kepadanya tentang makanan apa saja yang harus dihindari jika terkena gejala urtikaria atau dikenal juga dengan “hives, gatal-gatal, kaligata, atau biduran” .

Nona Zhang tiba-tiba tidak tahan dengan gatal di kulitnya, terutama saat mandi, tidur di malam hari, dan ketika baru bangun dari tidur, gatalnya benar-benar tak tertahankan.

Semula dipikir itu disebabkan oleh tungau, tetapi setelah dicuci bersih (bantal, seprai), gejalanya belum juga membaik, akhirnya dia pergi ke dokter kulit, dan didiagnosis sebagai gejala urtikaria.

Setelah itu, nona Zhang mulai minum obat, mengolesi kulitnya dengan obat, tetapi terjadi efek samping. Mengalami pusing, lemas dan hampir tidak ada tenaga untuk menulis. Ruam-nya kambuh lagi setelah menghentikan pemakaian obat, dan bahkan seluruh anggota badannya menjadi gatal.

Setelah periksa lagi ke dokter dermatologi kedua, dokter mengatakan bahwa itu adalah gejala urtikaria dan eksim, tapi akan membaik selama minum obat antihistamin dan mengoleskan krim steroid.

Ilustrasi. (Internet)

Namun, gatalnya semakin hebat saat tidur di malam hari, hampir tidak bisa tidur sepanjang malam, dan kali ini gatalnya bahkan menjalar ke leher dan telinga. Hingga akhirnya baru membaik sepenuhnya setelah mencoba Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT).

Beberapa pasien yang awalnya menjalani perawatan dengan kondisi stabil. Namun, mereka secara tidak sengaja memakan apa yang disebut sebagai makanan “pemicu”. Akibatnya semakin gatal yang disebabkan dari makanan, gejala gatal akan melambat begitu tidak menyentuh/makan makanan pemicunya.

Itulah sebabnya mengapa secara khusus ditekankan untuk menghindari makanan pemicu gatal. Semua pasien yang sedang menjalani perawatan penyakit kulit sebaiknya perhatikan hal-hal ini.

Banyak pasien bilang kepada saya bahwa tidak ada dokter yang pernah mengatakan kepada mereka tentang makanan apa saja yang harus dihindari.

Banyak orang yang tidak tahu ternyata ada makanan pemicu gatal. Makana pemicu bukanlah makanan yang baik untuk mereka yang menderita penyakit kulit.

Makanan “Pemicu” yang dimaksud itu adalah:

Daging

Bebek, angsa, daging sapi, kambing, ayam.

Akan lebih baik lagi untuk sementara waktu jika makan makanan vegetarian ringan/bening, tetapi harus sayuran yang dimasak matang.

Makanan laut

Udang, kepiting, cumi-cumi, lele jawa/kampung dan sebagainya.

Sayuran

Talas, rebung, terong, kacang tanah, jamur.

Bumbu pedas dan tajam (lada, apalagi hot pot pedas).

Buah

Mangga, kiwi, durian.

Makanan ringan

Cokelat, biscuit dan sejenisnya.

Jangan meremehkan kekuatan dari setiap makanan yang Anda makan. Pasien seringkali bertanya kepada saya: “Makanan apa saja yang harus lebih banyak dikonsusmi ?” Sebenarnya, yang paling penting adalah jangan mengonsumsi makanan yang harus dihindari!(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: NEWS SEHAT

Video Popular