Mexico City – Seorang matador wanita, Hilda Tenorio ditanduk banteng tepat pada bagian wajah. Banteng seberat setengah ton itu mengabaikan jubah merah muda sang matador yang berputar-putar. Banteng itu menerjang langsung ke arah sang matador ketika berlutut di tanah dalam sebuah arena di Meksiko.

Matador berusia 32 tahun itu kini sedang dalam pemulihan di rumah sakit, dengan rahang atas yang patah dan tertusuk tanduk. Dia juga mengalami patah tulang pipi, setelah insiden pada 3 Mei 2019 di kota Puebla, yang terekam dalam video.

Rekaman yang diposting ke media sosial menunjukkan Tenorio, berlutut di tanah dan memutar-mutar jubah kuning dan merah jambu ketika banteng bergemuruh ke arahnya. Banteng itu bernama ‘Querido Viejo’, yang jika diterjemahkan menjadi ‘Teman Lama-Ku yang terkasih’. Sang Matador akhirnya membutuhkan 80 jahitan setelah insiden itu.

Tetapi alih-alih mengincar jubah itu, banteng itu langsung menyerbunya, menjepitnya sebentar di sisi arena.

Sapi jantan itu dengan cepat kabur ketika para penonton berlari untuk membantu Tenorio yang tidak bergerak dan terbaring di tanah.

Foto-foto dalam laporan media lokal menunjukkan Tenorio dievakuasi dengan wajah berlumuran darah.

Pada tahun 2010, Tenorio menjadi wanita Meksiko ketiga yang mencapai status sebagai matador, dalam tradisi yang didominasi pria itu, menurut The Independent.

“Sejauh yang saya ketahui, hanya ada 14 matador wanita dalam sejarah perkelahian manusia melawan banteng itu di seluruh dunia,” kata Tenorio saat itu.

Dia juga ditanduk banteng di wajah tahun itu, dan mendapatkan 80 jahitan. Pesan yang diposting di media sosial oleh Tenorio dari rumah sakit pada hari berikutnya menunjukkan dia tidak kehilangan selera humornya.

“Setidaknya aku akan memiliki wajah platinum baru, meskipun aku berharap itu lebih berharga, seperti Grammy,” tulisnya.

Dia berterima kasih kepada penggemarnya atas dukungan mereka, menggambarkan luka-lukanya sangat serius. “Aku belum bisa tidur semalaman, duduk di tempat tidur karena tidak ada pilihan lain.”

“Para dokter mengatakan bahwa rahang atas saya patah. Pipiku retak dari rongga mataku,” tulisnya lagi.

Menurut Tenorio, sapi jantan itu memiliki berat 580 kilogram (1.280 pon).

Kecelakaan adalah sesuatu yang merupakan bahaya dan resiko pekerjaan bagi matador. Akan tetapi, kematian jarang terjadi.

Pada 1 Mei 2019 lalu, seorang remaja meninggal setelah ditanduk oleh seekor sapi jantan dalam festival musim semi di Spanyol.

Seorang ‘recortador’ melompati seekor banteng dalam pertunjukan adu banteng di ‘bullring’ Plaza Monumental, Barcelona pada 25 September 2009. (Foto : Lluis Gene/AFP/Getty Images/The Epoch Times)

Fran Gonzalez, 19 tahun, adalah orang kedua yang meregang nyawa oleh seekor kerbau dalam beberapa hari festival tradisional, yang sering menampilkan kawanan sapi dan adu banteng dari berbagai tradisi.

Gonzalez ditanduk di selangkangan oleh banteng dan kehilangan kesadaran di tempat kejadian. Dia kemudian dievakuasi ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal beberapa saat kemudian.

Gonzalez adalah peserta reguler dalam gaya bebas adu banteng tanpa kekerasan. Nomor itu seringkali digambarkan sebagai ‘lompatan banteng’ khas akrobatik, seperti dikutip dari media online Levante.

Menurut El Espanol, sapi jantan itu menanduk Gonzalez beberapa saat setelah dilepaskan dari kandangnya. Banteng itu melompat dengan keras dan agresif ke arena, dan mencari masalah.

Gonzalez sudah mendapatkan reputasi lokal sebagai seorang recortadore, sejenis petarung banteng yang tidak bersenjata jubah atau senjata tajam. Mereka hanya menampilkan pertunjukan atletik dan ketangkasan layaknya akrobatik.

Para recortador berlomba untuk mendapatkan poin berkat keberanian dan keterampilan saat mereka melakukan gerakan akrobatik, utamanya melompati banteng, untuk menghindari hewan beringas yang menerjang. Banteng diperbolehkan untuk kembali ke kandang tanpa terluka. (SIMON VEAZEY/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share
Tag: Kategori: Uncategorized

Video Popular