EpochTimesId – Sebuah maskapai penerbangan besar Amerika Serikat akan menutupi kamera yang ada dalam sistem hiburan penerbangannya. Penutupan terhadap kamera ini sebagai tanggapan atas protes penumpang terkait masalah privasi.

United Airlines akan menutup semua lensa kamera yang ada di bagian belakang kursi penumpang pesawat. Upaya ini untuk mengatasi kekhawatiran penumpang, yang khawatir bahwa mereka akan diam-diam direkam, sepanjang penerbangan.

Kamera-kamera tersebut dimasukkan sebagai standar pada kebanyakan sistem hiburan dalam penerbangan. Akan tetapi, operator mengatakan keberadaan kamera itu tidak memungkinkan penumpang untuk menggunakannya, menurut Fox News.

“Tidak satu pun dari kamera ini yang pernah diaktifkan dan kami tidak memiliki rencana untuk menggunakannya di masa depan,” kata juru bicara United Airlines kepada Fox.

Pihak maskapai menjelaskan bahwa kamera-kamera tersebut dipasang dengan maksud agar suatu hari mereka dapat menawarkan layanan webcam.

“Kamera adalah fitur standar yang disertakan oleh produsen sistem untuk keperluan di masa mendatang seperti konferensi video,” kata juru bicara itu. “Namun, kami mengambil langkah tambahan untuk menutupi kamera.”

Singapore Airlines juga sempat mengalami masalah serupa pada Februari 2019, ketika seorang penumpang mempertanyakan motif maskapai memasang kamera tersembunyi dalam sistem hiburan penerbangan di belakang kursi penumpang.

“Baru saja menemukan sensor menarik ini menatap saya dari kursi belakang di Singapore Airlines. Adakah pendapat ahli apakah ini kamera? Mungkin Singapore Air bisa mengklarifikasi bagaimana (kamera ini) digunakan?, Vitaly Kamluk mengatakan di sosial media.

Maskapai merespons dengan penjelasan bahwa produsen peralatan menanamkan kamera dalam perangkat keras untuk beberapa penumpang yang bepergian dalam kelas bisnis, ekonomi premium, dan ekonomi.

“Kamera-kamera ini telah dinonaktifkan di pesawat kami dan tidak ada rencana untuk mengembangkan fitur apa pun menggunakan kamera,” kata Singapore Airlines dalam posting Twitter pada 17 Februari 2019.

Seorang juru bicara Singapore Airlines mengatakan kepada Forbes bahwa kamera yang dibuat oleh Panasonic dan Thales sudah dinonaktifkan dan tidak ada rencana untuk mengaktifkan atau mengembangkan fitur apa pun menggunakan kamera.

Teknologi ini juga dapat ditemukan pada pesawat Airbus 350, A-380, Boeing 777-300ER, dan armada B787-10.

Sebelumnya juga dilaporkan beberapa tahun yang lalu bahwa Thales mempertimbangkan untuk memasang kamera inframerah dalam sistem hiburan dalam pesawat. Alat itu untuk menangkap bahasa tubuh dan pergerakan mata sebagai alternatif yang lebih murah daripada perangkat input yang lebih mahal seperti layar sentuh.

“[Ini akan terlihat seperti] webcam yang dibangun di sebagian besar layar laptop saat ini, kamera inframerah yang terhubung ke layar sandaran standar dapat membaca gerakan tangan penumpang untuk memilih konten IFE dan bahkan mengontrol game,” tulis Flightglobal, menurut Forbes.

“Bagi penumpang, triknya adalah membayangkan layar sentuh melayang di udara setinggi dada.” (RICHARD SZABO/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular