Meskipun ada tekanan politik dari Tiongkok, Walikota Praha bertemu dengan pejabat Taiwan untuk memperkuat hubungan masa depan kedua negara

Erabaru.net. Orkestra Republik Ceko Prague Philharmonia telah merencanakan tur musim gugur di Tiongkok tahun ini, di mana akan mengadakan 14 konser. Namun, penampilan orkestra tersebut terancam batal. Rezim Tiongkok berusaha membatalkan tur tersebut sebagai tanggapan atas pertemuan diplomatik antara Walikota Praha dengan pejabat Taiwan — dukungan Praha terhadap Taiwan dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan Tiongkok atas Taiwan.

Ketua penyelenggara Prague Philharmonia mengatakan bahwa mereka hanya akan diberikan izin tampil di Tiongkok jika anggota orkestra menentang sikap Walikota Praha yang menguntungkan Taiwan.

“Pihak penyelenggara telah menyatakan bahwa kami harus menyatakan sikap untuk menentang sikap kepemimpinan Praha terhadap Republik Rakyat Tiongkok sehubungan dengan Taiwan,” kata Martin Klimpl, pemimpin Prague Philharmonia, dalam sebuah wawancara untuk Radio Ceko pada tanggal 29 April.

Tapi Martin Klimpl menolak untuk menuruti  tuntutan Tiongkok.

“Kami telah menanggapi hal ini dengan mengatakan bahwa jika ada syarat yang dibebankan pada kami, kami akan menolaknya Kami tidak akan membuat pernyataan yang mungkin diremehkan atau bahkan dipaksakan kepada kami,” kata Martin Kimpl.

Tiongkok telah meningkatkan tekanan untuk menegaskan kedaulatannya atas Taiwan, yang dianggap sebagai provinsi yang membangkang dari “satu Tiongkok” dan wilayah suci Tiongkok, meskipun faktanya Taiwan adalah negara merdeka secara de facto dengan pejabat, konstitusi, militer, dan mata uang yang dipilihnya sendiri. Rezim Tiongkok belum menyerukan kembali penggunaan kekuatan untuk menyatukan kembali Taiwan dengan Tiongkok Daratan.

Anggota Orkestra Prague Philharmonia. (Milan Mosna / Prague Philharmonia)

Prague Philharmonia telah melakukan beberapa tur yang sukses di Tiongkok. Acara ini diselenggarakan oleh agen Tiongkok yang berbasis di Wina.

Niat rezim Tiongkok untuk membatalkan tur Prague Philharmonia dikonfirmasi pada tanggal 28 April oleh Menteri Kebudayaan Ceko Antonin Stanek, yang baru-baru ini bertemu dengan Menteri Kebudayaan Tiongkok, Luo Shugang.

Menurut Menteri Antonin Stanek, pihak berwenang Tiongkok telah mencatat beberapa pernyataan yang dibuat oleh Walikota Praha selama pertemuan dengan para pejabat Taiwan pada bulan Maret. Walikota Praha Zdenek Hrib telah mengangkat isu-isu yang dianggap sensitif oleh rezim Tiongkok — pelanggaran hak asasi manusia, Taiwan dan kebijakan “satu-Tiongkok.” Sejak itu, rezim Tiongkok telah berhenti bekerja sama dengan lembaga-lembaga budaya yang mencantumkan “Praha” dalam namanya, seperti kasus Prague Philharmonia.

Pada tanggal 29 Maret, Menteri Luar Negeri Ceko Tomas Petricek mengatakan bahwa ia pertama-tama akan mengkonfirmasi informasi mengenai rencana pembatalan tur Prague Philharmonia, dan kemudian merencanakan pertemuan dengan Duta Besar Tiongkok di Praha untuk membahas masalah tersebut.

“Ini adalah keputusan yang disayangkan jika komunitas budaya harus ditindas karena beberapa perbedaan dalam politik. Budaya adalah untuk mendekatkan rakyat. Jika seniman memiliki pendapat tertentu, seniman tersebut tidak boleh dihukum,” kata Menteri Tomas Petricek.

Pemain biola Prague Philharmonia menggambarkan pengalaman orkestra dari tur terakhir di Tiongkok pada tahun 2017 di blognya: “Kami masing-masing telah sampai pada sudut pandang kami sendiri mengenai negara yang belakangan ini sering kami  dengar di negara kami. Di satu sisi, memiliki kekayaan yang luar biasa; di sisi lain, memiliki kemiskinan dan kesengsaraan yang hina…”

Walikota Praha Menentang Tiongkok, Mendukung Taiwan

Selama kunjungan di Taiwan pada tanggal 29 Maret, Walikota Praha Zdenek Hrib mengatakan kepada media setempat bahwa ia ditekan oleh rezim Tiongkok. Kedutaan Tiongkok ingin ia membatalkan pertemuan dengan utusan Taiwan di Praha, yang dianggap “tidak dapat diterima.”

Walikota Praha Zdenek Hrib berbicara kepada media mengenai Tiongkok selama kunjungannya di Taiwan pada tanggal 29 Maret 2019. (Zdenek Hrib, Walikota Praha / Facebook)

Zdenek Hrib juga menyatakan kepada Radio Ceko bahwa para pejabat Ceko jelas tidak berkewajiban untuk menuruti kediktatoran  rezim Tiongkok: “Saya tidak menuruti kediktatoran rezim Tiongkok pada awal tahun ketika duta besar Tiongkok mencoba untuk mengangkat masalah yang sama pada pertemuan saya dengan korps diplomatik di Tahun Baru, dan lain kali pun saya tidak menuruti kediktatoran rezim Tiongkok. Para politisi Republik Ceko tidak perlu setuju pada keinginan duta besar Tiongkok, Republik Ceko adalah negara berdaulat.”

Pada tanggal 29 Maret, Zdenek Hrib menulis di akun Facebooknya: “Taiwan adalah salah satu investor asing terbesar kami. Sejak tahun 1993 telah menciptakan 23.000 pekerjaan di negara kami, sementara Beijing telah membeli stasiun televisi, stadion dan beberapa politisi… Kami ingin menjalin kerja sama yang lebih intensif dengan Taipei. Hal ini juga akan didukung  oleh maskapai penerbangan langsung ke Praha, di mana saya meminta dukungan dari Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu.”

“Ada banyak janji investasi di Republik Ceko saat berada di Tiongkok Daratan. Namun, janji-janji ini tidak terwujud. Dan ternyata bahwa investasi yang dijanjikan bukan benar-benar investasi,” kata Zdenek Hrib dalam sebuah wawancara dengan NTD pada tanggal 29 Maret di Taiwan.

Mengecam Pengambilan Organ di Tiongkok

Walikota Zdenek Hrib juga membuat beberapa pernyataan yang berkeberatan dengan situasi hak asasi manusia di daratan Tiongkok dan kasus penyalahgunaan kemajuan modern dalam operasi transplantasi: “Pada saat yang sama, masalah hak asasi manusia lebih penting bagi Praha daripada diplomasi panda. Secara pribadi, saya sama sekali menolak perdagangan manusia.”

Dalam sebuah wawancara dengan NTD pada tanggal 29 Maret, Zdenek Hrib berbicara mengenai masalah penyalahgunaan operasi transplantasi di Tiongkok, yang baru-baru ini dibahas oleh Senat Ceko. Zdenek Hrib mengatakan: “Peran Senat Ceko dalam bidang ini jauh lebih penting daripada kota Praha, tetapi saya harus mengatakan bahwa bagi saya sebagai dokter, praktik ini benar-benar tidak dapat diterima. Pengambilan organ dengan kekerasan adalah topik yang sama sekali tidak dapat diterima dan komunitas internasional harus memberi kecaman atas hal ini.”

Kasus penyalahgunaan transplantasi organ juga dibahas oleh Parlemen Eropa pada tahun 2013 dan tahun 2016, serta oleh DPR Amerika Serikat pada tahun 2016 – di mana keduanya mengkonfirmasi keaslian laporan mengenai pengambilan organ yang kejam dari pengikut Falun Gong.

Ini adalah kasus donor yang dipaksakan — pengangkatan organ vital yang kejam, yang menyebabkan kematian donor yang dipaksakan. Sejak tahun 2006, jumlah ahli yang telah mulai melihat praktik ini di rumah sakit Tiongkok telah meningkat dan membentuk beberapa kelompok investigasi non-pemerintah. Setelah tahun 2014, banyak dari mereka bergabung dan membentuk Koalisi Internasional untuk Mengakhiri Pelanggaran Transplantasi di Tiongkok untuk memperjuangkan standar etika dalam industri transplantasi organ Tiongkok dan untuk mengakhiri pengambilan organ yang kejam dari tahanan hati nurani.

Zdenek Hrib juga menolak kebijakan “Satu-Tiongkok” dan berkomentar selama kunjungannya di Taiwan: “Kami juga ingin menghilangkan kebijakan ‘Satu-Tiongkok’ dari perjanjian kemitraan dengan Beijing, karena proklamasi semacam itu tidak termasuk dalam perjanjian semacam itu.”

Bertemu dengan Presiden Taiwan

Walikota Zdenek Hrib merasa terhormat bertemu dengan presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada tanggal 30 Maret.

“Hari ini saya bertemu dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Itu adalah salah satu pertemuan terpenting dari seluruh kunjungan kami dan juga salah satu pertemuan paling menyenangkan,”tulis Zdenek Hrib di akun Facebook-nya pada tanggal 30 Maret.

“Saya senang bahwa Presiden Taiwan dan saya memiliki nilai-nilai yang sama seperti pembangunan berkelanjutan dan demokrasi liberal. Kami pasti ingin melanjutkan kerja sama kami, ”tambah Zdenek Hrib.

Zdenek Hrib juga menerima kewarganegaraan kehormatan dari Walikota Taipei, Dr. Ko Wen-je.

Menurut media Ceko Prazsky denik, Walikota Zdenek Hrib telah menjadi orang yang relatif terkenal di Taiwan. (Milan Kajinek/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular