Wen Pu

Erabaru.net. Baru-baru ini viral video seorang wanita muda Tiongkok protes sambil menaiki kap mobil merah di sebuah showroom mobil Mercedes-Benz. Wanita itu pun terlihat berdebat lantang dengan karyawan Showroom.

Wanita itu, diidentifikasi sebagai Wang Qian oleh media daratan Tiongkok. Dia pun terlihat menangis sambil mengeluh bahwa oli Mercedes coupe CLS 300 barunya bocor bahkan sebelum dia mengeluarkannya dari dealer. Disebutkan laporan Washington Post, sedan merah itu sebagai hadiah ulang tahun ke 30 untuk dirinya sendiri.

Ketika dealer setuju untuk menggantinya tetapi menolak untuk pengembalian uang atau kendaraan pengganti, wanita itu tidak puas hingga memprotes keras.

Setelah kehebohan tersebut mulai mereda, baru-baru ini wanita itu mengungkapkan bahwa dia berada dalam pusaran opini publik. Hingga membuatnya stres dan pernah mencoba melompat dari gedung untuk mengakhiri hidupnya, tetapi berhasil digagalkan oleh ibunya.

Insiden ini terungkap pada 3 Mei lalu setelah wanita yang diklaim bernama Wang Qian menerima wawancara eksklusif dengan media Tiongkok red star news.  

Wang Qian menghabiskan 660.000 yuan pada 27 Maret lalu untuk membeli sedan Mercedes CLS baru. Namun, sebelum sampai di gerbang dealer, mobil baru itu ditemukan bermasalah dengan kebocoran oli mesin.

Dalam kasus pembelaan hak-haknya yang selalu gagal, Wang Qian naik ke kap mobil di luar dealer 4S Xi’an pada 9 April dan “menangis sesunggukan begitu mengingat pembelaan atas haknya yang gagal”.

Wanita muda itu menuturkan bahwa setelah pembelaan haknya hari itu, dia merasa sangat Lelah. Dia lanats istirahat selama dua hari di rumah. Pada 11 April sekitar pukul 9 pagi waktu setempat, saat dia melihat videonnya beredar, tiba-tiba dia menjadi sangat ketakutan dan  gugup.

Pada 11 April itu, teman-teman dari seluruh negeri mengirimkan video kepadanya dan menanyakan apakah orang dalam video itu adalah dirinya. Tapi dia menyangkalnya.

Pada 12 April, muncul desas-desus bahwa dealer mobil telah mencapai mufakat dengan Wang Qian terkait mobilnya. Lagi-lagi Wang Qian terpaksa menyangkalnya terkait orang dalam video tersebut. Bahkan ada berita yang mengatakan bahwa Mercedes CLS itu dibeli oleh ayah angkatnya.

Hingga akhirnya sejak 14 April, orang-orang mulai menyerang pernyataan Wang Qian di dunia maya. Ada yang menuding dirinya mengubah namanya dan melarikan diri ke Xi’an. Selain itu, juga banyak yang meneleponnya dan mengirim banyak pesan pendek.

“Saya tidak berani menjawab telepon, juga tidak berani membalas pesan pendek. Orang yang menfitnah saya adalah orang yang mendorong saya ke puncak masalah eksternal,” kata Wang Qian.

“Saya mau mengklarifikasi satu hal. Wang Qian adalah nama samaran yang digunakan dalam liputan media. Ada yang bilang saya mengubah nama, dan melarikan diri ke Xi’an, ini omong kosong,”katanya

Lalu pada 16 April, Wang Qian dan dealer 4S Xi’an mencapai kesepakatan penyelesaian untuk pergantian mobil. Pihak dealer 4S juga memenuhi permintaan yang dajukan pemiliknya, termasuk mengganti mobil baru Mercedes-Benz yang sama dan mengembalikan “biaya layanan keuangan” sebesar 15.000 yuan. Bahkan pemilik mobil diundang mengunjungi pabrik dan perakitan di markas Mercedes-Benz Jerman.

Kabar lainnya yang beredar menyebut bahwa wanita pemilik mobil diduga terlibat dalam kasus pelarian uang nasabah.

“Ponsel saya berdering tiada henti, ada yang mengirim SMS mencaci maki. Saya bukan penipu. Luka terbesar dalam seluruh insiden itu adalah orang tua saya, caci maki orang-orang itu sangat keterlaluan,” katanya.

Menurut laporan, Wang Qian adalah penduduk asli Jiangsu. Setelah lulus dari sebuah universitas di Shanghai pada 2013, ia bekerja di perusahaan milik negara, perusahaan asing, dan di lembaga pendidikan luar negeri. Selama bekerja, dia mulai bekerja sambil memulai bisnis.

“Pada saat itu, desas-desus negatif mengenai dirinya mulai tersebar, dan saya benar-benar tak tahan,” katanya.

Terkait opini di dunia maya yang menyerangnya, Wang Qian mengatakan dirinya telah mempercayakan kepada pengacara terkenal Beijing Zhou Zhaocheng untuk membela hak-haknya. (Jon/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular