Moskow – Walikota sebuah kota di Rusia selatan, melarang pertunjukan sirkus. Sang Walikota mengatakan mereka mengeksploitasi hewan.

“Sirkus adalah bentuk eksploitasi hewan paling kejam, di mana mereka disimpan dalam kondisi abnormal. Tidak ada tontonan yang menggunakan jenis binatang apa pun yang akan diizinkan di Magas,” kata Beslan Tsechoyev, walikota Magas, menurut BBC.

Tsechoyev membatalkan pertunjukan sirkus top yang dijadwalkan digelar di Alania Square, di pusat kotanya pada 6 Mei 2019 lalu. Berita itu dengan cepat diambil oleh media arus utama di Rusia karena kelompok sirkus tersebut sangat populer dan memiliki sejarah panjang di negara itu.

Sirkus dianggap seni sekelas balet atau opera di Rusia. Ketika rezim komunis runtuh pada 1960-an, ada 50 perusahaan sirkus keliling dan sekitar 50 bangunan yang didedikasikan untuk itu, menurut Euro Channel.

Tsechoyev berhati-hati dalam menjelaskan mengapa Dia membatalkan pertunjukan sirkus dan mengatakan ada perbedaan antara penampilan akrobatik yang dilakukan di habitat alami hewan, dan pelatihan untuk melakukan trik di sirkus. Dia mengatakan pelatihan sirkus adalah ‘mengubah mereka [hewan] menjadi tahanan’.

Walikota mengatakan seseorang dapat menikmati perbuatan membunuh dan mengeksploitasi hewan dan merasa kuat, tetapi tidak etis.

“Sircus adalah bentuk eksploitasi hewan yang paling kejam, di mana mereka kehilangan semua kondisi normal. Terlebih lagi, ketika kita membawa anak-anak kita ke sirkus, kita menunjukkan sikap yang sangat dilarang untuk hewan, yaitu kekejaman dan ketidakmanusiawian,” kata Tsechoyev, menurut Rossiyskaya Gazeta, sebuah surat kabar milik pemerintah Rusia.

“Pada anak-anak, pertama-tama, Anda perlu menumbuhkan perasaan cinta, kasih sayang, dan kebaikan terhadap hewan,” katanya.

Kandang Nyaman Untuk Hewan Liar
Tahun lalu Tsechoyev menyiapkan kandang tupai merah, kandang yang hangat untuk anjing dan kucing yang tersesat. Dengan mangkuk minuman dan kolam renang, agar mereka tetap sejuk di bulan-bulan musim panas di sekitar kota tersebut, menurut laporan Kantor Berita TASS seperti dikutip dari BBC.

Walikota membagikan foto rumah-rumah berpemanas khusus untuk kucing-kucing liar di Instagram-nya dengan caption, “Penyewa pertama adalah makhluk yang sangat lucu dan sangat nyaman dan aman di rumah. Hewan tidak bisa mengurus diri mereka sendiri, jadi merawat mereka adalah urusan manusia. Dan tugas kita adalah melindungi mereka.”

Dia juga tidak mengizinkan pertunjukan lumba-lumba di Magas. (VENUS UPADHAYAYA/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular