- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Mantan Guru Ini Menerima Penghargaan Atas Pekerjaannya yang Menakjubkan dalam Menyelamatkan Macan Tutul Salju Mongolia

Erabaru.net. Bayarjargal Agvaantseren, 49 tahun, adalah guru bahasa yang menjadi aktivis hewan. Dia baru-baru ini dianugerahi Penghargaan Lingkungan Goldman 2019 untuk penghargaan Asia atas kontribusinya dalam konservasi satwa liar. Sangat layak!

Bayarjargal memainkan peran penting dalam advokasi untuk konservasi macan tutul salju. Usahanya yang tak berkesudahan untuk menyelamatkan macan tutul salju ini pertama kali tumbuh pada 1980-an. Saat itu dia adalah seorang penerjemah untuk ilmuwan margasatwa.

Dia bekerja terutama dengan macan tutul salju yang asli dari tanah Mongolia dan tertarik untuk melindungi mereka.

[1]
(Foto: Wikipedia)

Bayarjargal sekarang adalah Direktur Snow Leopard Conservation Foundation (SLCF).

[2]
(Foto: Snow Leopard Trust)

Di antara usahanya adalah membentuk aliansi dengan para petani dengan menyediakan mereka program asuransi untuk penggembala lokal dan memprakarsai pemerintah untuk melarang semua izin penambangan di tanah yang terkena dampak serta untuk membatalkan lisensi pertambangan yang ada.

Prestasinya yang terbesar adalah mengubah wilayah selatan Gurun Gobi menjadi lahan konservasi macan tutul salju yang dilindungi oleh pemerintah federal di Mongolia. Ini adalah Cagar Alam Tost Tosonbumba yang terkenal, yang membentang seluas 1,8 juta hektar.

Penggundulan hutan dan perburuan liar yang tidak terkendali telah berdampak besar terhadap kehidupan hewan, terutama spesies langka dan eksotis. Para pelaku melenyapkan habitat mereka untuk industrialisasi dan membunuh mereka untuk bagian tubuh mereka. Gading dan kulit harimau, untuk beberapa nama, dalam permintaan tinggi di pasar perdagangan ilegal.

Rumah-rumah hewan berubah menjadi tanah tandus.

[7]
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Macan tutul salju Mongolia tidak terkecuali untuk tindakan egois ini. Populasi kucing besar ini dilaporkan telah merosot akibat perusahaan pertambangan dan pertanian. Pemberian ijin pembunuhan dan perburuan tulang / kulit mereka adalah dua alasan utama.

Mongolia menampung populasi macan tutul salju terbesar kedua di dunia.

[8]
Ilustrasi. (Kredit: Unsplash)

Hewan adalah bagian penting dari ekosistem. Mereka menjaga keseimbangan antara umat manusia dan alam dalam lingkungan holistik. Sayangnya, hingga akhir-akhir ini, banyak dari mereka telah terdaftar terancam punah.

Sementara perubahan iklim menimbulkan bahaya yang mengkhawatirkan bagi keberadaan mereka, itu adalah pernyataan yang disepakati secara universal bahwa kontributor utama kepunahan yang akan datang tidak lain adalah manusia.(yant)

Sumber: Goodtimes

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: