Erabaru.net. Perusahaan raksasa perangkat lunak Amerika Serikat, Oracle tiba-tiba mengumumkan PHK besar-besaran di Tiongkok. Kabar itu sebenarnya telah terdengar sejak April lalu. Perusahaan ini menutup pusat Penelitian dan Pengembangan milik Oracle di Tiongkok yang melibatkan sekitar 1.600 enginer.

Pada 7 Mei lalu, Oracle mengadakan rapat konferensi di seluruh Tiongkok, manajer sumber daya manusia untuk wilayah Asia-Pasifik perusahaan itu mengatakan bahwa Oracle sedang mengakan restrukturisasi bisnis global, yang mengakibatkan sebagian karyawan akan diberhentikan. Selanjutnya, Pusat Litbang Oracle di Beijing menggelar wawancara PHK dengan karyawan.

Sejumlah karyawan yang di PHK menuturkan bahwa pemberitahuan rapat yang diterima pada pagi hari  7 Mei lalu itu tidak menjelaskan materi rapat, sehingga berita itu muncul sangat tiba-tiba.

Sumber mengatakan bahwa PHK kali ini, melibatakan karyawan di Pusat Penelitian dan Pengembangan di seluruh Tiongkok, termasuk Beijing, Shanghai, Suzhou, Shenzhen, Dalian dan sebagainya.

Menurut karyawan, seluruh Pusat Litbang Oracle di Tiongkok akan ditutup. Oracle memiliki sekitar 1.600 personel Research and Development di Tiongkok. Gelombang pertama PHK yang dikonfirmasi adalah sekitar 900 orang, diantaranya lebih dari 500 karyawan berasal dari Pusat Litbang Beijing.

Oracle adalah perusahaan perangkat lunak terbesar kedua di dunia setelah Microsoft. Perusahaan ini berkantor pusat di California, AS. Produk intinya adalah perangkat lunak basis data relasional, dan pangsa pasarnya menempati urutan pertama di dunia selama bertahun-tahun.

Pada tahun 1989, Oracle secara resmi memasuki pasar Tiongkok. Pada tahun 2002, perusahaan ini mendirikan pusat Research and Development pertama di Shenzhen, selanjutnya mendirikan pusat R&D di Beijing, Shanghai, Suzhou dan Nanjing.

Sumber terkait mengatakan bahwa rencana kompensasi akhir untuk karyawan yang diberhentikan adalah N + 6 (N adalah masa kerja). Namun, beberapa karyawan yang di-PHK menyatakan tidak puas dengan PHK tersebut.

Beberapa karyawan yang diberhentikan melakukan unjuk rasa sambil membawa spanduk.  Di depan Gedung Oracle di Zhongguancun Software Park, Beijing, Tiongkok, misalnya sejumlah karyawan yang diberhentikan mengangkat spanduk yang bertuliskan “Kami akan bekerja keras saat lembur, kami harap diperlakukan dengan adil ketika di PHK, kami harus kerja, anak-anak butuh biaya sekolah, mengapa Anda begitu tega!

Mengenai alasan PHK, beberapa karyawan mengatakan bahwa kinerja bisnis yang tidak ideal adalah salah satu alasannya, bisnis yang relevan mungkin akan dialihkan ke Asia Tenggara.

Sejumlah personel Research and Development dari perusahaan asing mengatakan bahwa kenaikan biaya tenaga kerja di Tiongkok adalah salah satu alasan penting bagi perusahaan IT untuk mengalihkan R&D ke negara lain seperti India.

Komentator Qin Peng mengatakan, secara internasional, tidak biasa bagi perusahaan teknologi tinggi untuk menghentikan aktivitas seluruh pusat Research and Development Tiongkok. Dia menduga penutupan ini  terkait dengan pencurian teknologi dan spionase teknologi komunis Tiongkok yang terus-menerus diekspos. Sehingga menyebabkan komunis Tiongkok tidak dipercaya. Oracle khawatir Research and Development akan berkembang menjadi pesaing atau hanya menjadi sesuatu yang menjadi milik komunis Tiongkok.

Selain itu, pembajakan perangkat lunak di Tiongkok telah menyebabkan banyak perusahaan perangkat lunak sulit untuk mendapat untung di Tiongkok. Sebelumnya, ketika Adobe menutup departemen Research and Development di Tiongkok, orang dalam menuturkan kepada Reuters bahwa sebagian faktor penutupan dipengaruhi oleh pembajakan perangkat lunak Tiongkok yang merajalela.

US Business Week mengutip statistik dari “Business Software Alliance”menunjukkan bahwa tingkat pembajakan perangkat lunak di Tiongkok mencapai 92%, menempati urutan kedua di dunia.

Beberapa orang dalam industri berkomentar bahwa penutupan Oracle atas pusat Research and Development Tiongkok itu berarti titik balik dari era tertentu. Pada dekade pertama abad ini, perusahaan raksasa yang masuk dalam 500 besar dunia membangun pusat Research and Development di Tiongkok, dan skala personel semakin luas. Misalnya, Pusat Pengembangan IBM Tiongkok memiliki staf penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 3.000 personel.

Namun, sejak 2012, jumlah dan skala kurva pengembangan perusahaan teknologi asing di pusat Research and Development Tiongkok telah menurun. Pada tahun 2014, Adobe, perusahaan perangkat lunak multimedia terkemuka di dunia, menarik dan menutup cabang Litbang di Tiongkok, dan sekitar 400 karyawan dirumahkan. Pada tahun 2017, IT Management software dan CA Technologies menutup pusat R&D di Tiongkok, 300 karyawan diberhentikan.

Dalam beberapa tahun terakhir, IBM juga telah mengurangi staf Research and Development IBM Tiongkok, tetapi yang paling luar biasa adalah penutupan seluruh Pusat Litbang Oracle di Tiongkok ini. (Jon/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular