- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Perang Dagang Berkobar! Tarif Impor Diberlakukan, Masyarakat Khawatir dengan Ekonomi Tiongkok

oleh Lin Yu dan Zhang Qi

Pada Jumat (10/5/2019)  Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif baru (25%) terhadap komoditas impor dari Tiongkok senilai USD. 200 miliar. Analisis memprediksikan bahwa langkah ini akan berdampak besar pada perekonomian Tiongkok, termasuk Hongkong. Banyak warga Tiongkok juga khawatir tentang hal ini.

Tarif baru mencakup lebih dari 5.000 item barang, dan sebagian besar di antaranya adalah produk-produk terkait manufaktur dan produk setengah jadi, seperti papan sirkuit terpadu, onderdil mobil dan mesin, tetapi sebagian juga mencakup barang-barang konsutif senilai USD.40 miliar.

Barang-barang yang telah meninggalkan Tiongkok atau memasuki Amerika Serikat sebelum hari Jumat dapat dibebaskan dari kenaikan tarif.

Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan di Luksemburg pada hari Jumat bahwa sekali pun jika Amerika Serikat dan Tiongkok tidak dapat mencapai kesepakatan perdagangan, Amerika Serikat tidak akan keberatan.

“Amerika Serikat dapat menerima hasil apa pun. Dan kita akan sangat gembira jika dapat mencapai kesepakatan dengan Tiongkok, tetapi kita masih harus melihat apakah hal itu bisa terjadi”, kata Ross.

Analis percaya bahwa dilihat dari jangka panjangnya, dampak buruk dari pengenaan tarif impor AS yang baru terhadap pasar Tiongkok jauh lebih besar daripada Amerika Serikat, karena perkembangan ekonomi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar mengandalkan pesanan dari negara asing.

Pedagang di pasar grosir komoditas kecil Yiwu, Zhejiang mengatakan bahwa konflik perdagangan AS – Tiongkok telah berdampak besar terhadap bisnis.

Huang Qiongying, salah seorang pedagang pasar perdagangan internasional Yiwu mengatakan : “Perang dagang telah berdampak sangat besar terhadap usaha saya. Sekarang pesanan barang dari AS nyaris tidak ada lagi. Kami mengekspor ke Timur Tengah. Timur Tengah juga terkena sanksi. omzet dagang sudah turun tajam”.

Yu Fangfang, pedagang pasar perdagangan internasional Yiwu lainnya mengatakan : “Selisih separo dari bisnis tahun-tahun sebelumnya, bisnis sekarang semakin sulit”.

Di Hongkong, Sekretaris untuk Perdagangan dan Pengembangan Ekonomi, Edward Yau Tang-wah menyelenggarakan pertemu pada hari Jumat untuk membahas bagaimana menghadapi babak baru tarif AS dan prospek negosiasi perdagangan yang tidak pasti.

“Kami masih berharap bahwa (negosiasi) dapat membuat kemajuan positif, tetapi seperti biasa, Pemerintah dan sektor bisnis harus siap untuk menghadapi situasi yang terburuk sekalipun berharap yang terbaik,” kata Edward Yau Tang-wah. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :