- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Bahaya Masa Kini: Pengembangan Alat Perang Tanpa Batas yang Dibuat Partai Komunis Tiongkok untuk Menghadapi Amerika Serikat

Erabaru.net. Komite Bahaya Masa Kini yang baru dibentuk memperingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh Partai Komunis Tiongkok, yang mengembangkan alat perang tanpa batas terhadap Amerika Serikat, dan komite tersebut mendesak Presiden Donald Trump untuk melangkah lebih jauh dalam menentang Partai Komunis Tiongkok.

Dalam acara publik keempat sejak didirikan pada akhir Maret, Komite Bahaya Masa Kini:Tiongkok, mengumpulkan politisi dan pakar di Capitol Hill pada tanggal 2 Mei untuk membahas topik seperti teknologi komunikasi generasi kelima (5G), pencurian kekayaan intelektual, sifat rezim Tiongkok, dan dukungan finansial Amerika Serikat untuk hal tersebut.

5G

Senator Republikan Scott Perry (R-Pa.) mengatakan bahwa di zaman “internet segala sesuatu,” segala sesuatu terhubung dengan sesuatu, dan sesuatu terhubung ke jaringan. Itulah sebabnya Amerika Serikat tidak dapat kehilangan jejak 5G, generasi teknologi internet yang akan datang. Jika jaringan 5G dikendalikan oleh versi 5G Partai Komunis Tiongkok, semua data di dalamnya akan dikompromikan.

Scott Perry menggunakan pertempuran Gettysburg sebagai contoh betapa pentingnya informasi. Dalam apa yang sering digambarkan sebagai titik balik dalam Perang Saudara Amerika Serikat, komandan Konfederasi, Robert E. Lee, memiliki informasi yang salah mengenai jumlah dan disposisi pasukan Uni, yang menyebabkan kekalahannya.

“Jika Tiongkok mengendalikan informasi semacam itu, maka pertempuran sudah berakhir, sayangnya…kita menjadi sangat bergantung pada teknologi Tiongkok, karena biayanya, karena seberapa luasnya jaringan tersebut, dan karena begitu mudahnya,” kata Scott Perry.

“Kita harus menyadari bahwa [teknologi] ini pada dasarnya mengendalikan ucapan yang kita miliki di antara satu sama lain, karena kita berbicara melalui salah satu perangkat. Setiap bagian dari komunikasi kita akan dikendalikan oleh Amerika Serikat, dalam kebajikan kita dan keinginan kita untuk bebas dan menjaga privasi, dan memastikan integritas intelijen kita, atau informasi akan dikendalikan oleh orang lain,” kata Scott Perry.

“Dan Tiongkok mungkin memiliki niat baik untuk melakukan ini untuk kita, tetapi mungkin juga tidak. Dan jika Tiongkok adalah musuh strategis yang berkepentingan untuk menyalip kita, maka dalam kasus ini, saya curiga Tiongkok mungkin tidak berbaik hati.”

Scott Perry berkata bahwa orang Tiongkok sangat fokus mengembangkan 5G, sementara, di Amerika Serikat, kita memperebutkan surat yang ditulis Jaksa Agung William Barr. Amerika Serikat perlu mengembangkan strategi yang koheren untuk mengembangkan 5G, kata Scott Perry.

Menanggapi pertanyaan audiens mengenai apakah Donald Trump harus menggunakan perang ekonomi sebagai sarana untuk mengalahkan Partai Komunis Tiongkok – seperti yang dilakukan Presiden Ronald Reagan terhadap Uni Soviet – Scott Perry mengatakan ya, ia percaya bahwa Donald Trump harus melampaui perdagangan itu sendiri.

Scott Perry memuji Donald Trump karena telah melakukan lebih dari apa yang presiden lain lakukan terhadap Tiongkok, tetapi memperingatkan bahwa orang Amerika Serikat memiliki rentang perhatian yang sangat pendek.

Sebaliknya, Partai Komunis Tiongkok memiliki sikap “Anda mungkin punya jam, tapi kami punya waktu.” Amerika Serikat harus tetap dengan inisiatifnya melawan Partai Komunis Tiongkok dan mengambil tindakan yang sangat kuat dan lebih bermakna untuk memaksa Tiongkok berperilaku baik,” kata Scott Perry.

Pencurian Kekayaan Intelektual

Senator Ron Johnson (R-Wis.) mengatakan bahwa untuk memiliki akses ke pasar 1,4 miliar orang di Tiongkok, beberapa perusahaan Amerika Serikat memutuskan untuk menyerahkan kekayaan intelektualnya. Ia menunjukkan bahwa ia kurang simpati terhadap perusahaan semacam itu dalam masalah pencurian IP.

Namun, pencurian langsung oleh Partai Komunis Tiongkok tidak dapat ditoleransi, dan ini sangat sulit untuk ditangani melalui kesepakatan dagang, kata Ron Johnson.

“Pencurian dunia maya [dan] spionase industri dari rahasia industri dan militer kita [sepenuhnya] tidak dapat ditoleransi. Sekarang, cukup sulit untuk mengaturnya, atau mengendalikannya melalui perjanjian perdagangan. Tiongkok bahkan tidak mengakuinya.”

Ron Johnson mengatakan rezim Tiongkok telah mengerahkan “Seni Perang” Sun Tzu melawan Barat selama ribuan tahun, dan Amerika Serikat perlu sadar akan hal itu.

Ron Johnson mengatakan pertahanan terbaik bagi Amerika Serikat adalah memiliki ekonomi yang kuat dan membangun kembali militer.

“Saya mendukung keinginan kuat Presiden Donald  Trump untuk membuat Tiongkok mematuhi norma dunia, norma perdagangan, untuk mengupayakan dan membuat Tiongkok berhenti mencuri barang-barang kita, untuk setidaknya mengakuinya, dan untuk membuka pasar Tiongkok, seterbuka kita, untuk produk Tiongkok.” 

‘Benar-Benar Kejam’

Brian Kennedy, ketua Komite Bahaya Masa Kini, mengenang saat menghadiri pertemuan 28 tahun yang lalu dari Komite Bahaya Masa Kini, yang dikhususkan untuk melawan ancaman dari Uni Soviet. Sejak itu, Republik Rakyat Tiongkok telah menjadi kekuatan yang tangguh, dan harus ditanggapi dengan serius, kata Brian Kennedy.

“Meskipun judulnya adalah ‘Komite Bahaya Masa Kini’, dan terdengar agak pesimistis, saya optimis bahwa jika orang Amerika mengetahui semua fakta yang telah kami paparkan, dan akan mengeluarkannya untuk anda hari ini dan di masa depan, kita dapat membalikkan bahaya yang ditimbulkan oleh Republik Rakyat Tiongkok, betapapun berbahayanya mereka,” kata Brian Kennedy.

Partai Komunis Tiongkok adalah “sangat berbahaya, namun adalah penting untuk membedakan rakyat Tiongkok dari Partai Komunis Tiongkok,” kata Brian Kennedy.

“Rakyat Tiongkok sepertinya sangat mirip kita: pekerja keras, sopan, dan mau berkorban. Tapi mereka diperintah oleh Partai Komunis Tiongkok. Dan Partai Komunis Tiongkok benar-benar kejam. Kemampuan Partai Komunis Tiongkok untuk melakukan berbagai hal tidak tertandingi, karena Partai Komunis Tiongkok bersedia untuk membunuh, dan bersedia untuk mengintimidasi. Kita orang Amerika, ketika kita melihat Tiongkok  hari ini, kita tidak mengerti hal tersebut.”

Brian Kennedy mengatakan bahwa ia pikir Presiden Amerika Serikat memahami itu, dan itulah sebabnya Presiden Presiden Amerika Serikat mengambil sikap yang sangat keras dalam perdagangan, dan membangun kembali militer Amerika Serikat.

Mendukung Partai Komunis Tiongkok

Frank Gaffney, wakil ketua Komite Bahaya Masa Kini:Tiongkok, mengatakan perjanjian perdagangan dengan Tiongkok tidak mungkin dipenuhi dalam persyaratannya sendiri, dan akan membawa dampak yang sangat mengerikan jika tidak dilakukan dalam konteks bahaya yang tak terhitung yang diwakili oleh Tiongkok.

Frank Gaffney berkata melalui sektor keuangan dan beberapa pemimpin bisnis, dana Amerika Serikat telah digunakan untuk mendukung Partai Komunis Tiongkok.

“Kami mendukung Partai Komunis Tiongkok dan rezim untuk salah mengatur Tiongkok, melalui penjaminan emisi kita, melalui transfer teknologi kita – sukarela dan tidak sukarela – dan melalui bentuk dukungan kita yang lain, dari dana kita sendiri. Dan tentu saja, hal ini menambah penghinaan yang sangat besar pada cedera tersebut.”

“Sementara Partai Komunis Tiongkok memperbudak rakyatnya dan berencana untuk memperluas memperbudak tersebut ke ‘banyak orang lain,’ kita  sedang melakukan upaya mendukung perbudakan,” kata Frank Gaffney. (Jennifer Zeng/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI