Lin Yijun

Gargoyle pada pintu utama Notre Dame, dinding luar dan flying buttress gaya gothic, serta grotesque yang terkenal pada menara, bukanlah yang berusia paling tua, tapi paling dikenal, khususnya grotesque yang terletak pada menara lonceng “Emmanuel” yang terletak pada menara selatan.

Notre Dame terdapat dua buah menara lonceng yang dibangun pada abad ke-13, salah satu yang memiliki volume terbesar adalah lonceng bass raksasa “Emmanuel”, yang diberi nama dan dipasang oleh Raja Louis ke-14 pada tahun 1681. Tangga untuk menaiki menara lonceng itu sebanyak 387 trap, turis yang menaiki tangga itu hingga ke atas dapat melihat berbagai patung grotesque, salah satunya yang paling diminati adalah “pemikir dunia monster” yakni “Stryge”.

Dulu, gargoyle dan grotesque di Notre Dame kenyang akan terpaan angin dan hujan selama berabad-abad, pada masa Revolusi Prancis juga mengalami pengrusakan serius, gereja itu dirampok, lonceng, teralis dan benda suci dilumerkan menjadi meriam, dan gereja dijadikan gudang; gargoyle juga ikut mengalami pengrusakan pada masa itu.

Pada pertengahan abad ke-19, arsitek Prancis yang bernama Eugène Viollet-le-Duc ditunjuk merenovasi Notre Dame, ia berpendapat renovasi gargoyle dan grotesque adalah “metode rehabilitasi total (gereja), walaupun faktanya tahapan ini tidak pernah terjadi di masa apa pun”.

Dan patung “Stryge” yang menghabiskan paling banyak film, ditambahkan oleh sang arsitek ini pada masa renovasi gereja. Di saat yang sama juga terdapat banyak patung batu berwujud gaib muncul di “koridor mahluk gaib” di Menara lonceng Notre Dame, berupa kelelawar dan burung elang yang memiliki paruh besar, sayap besar dan tanduk yang runcing.

Burung bernasib buruk “Stryge” dengan tangan menopang kepala, menjulurkan lidah, dikisahkan mahluk itu suka daging manusia. Wujud yang aneh tapi lucu tidak hanya digemari para turis, juga menjadi sumber ilham saat menciptakan suatu karya. Pada pertengahan abad ke-19, seorang pelukis etsa Prancis bernama Charles Méryon pernah menciptakan serangkaian karya cipta bagi monster grotesque ini, dan menulis kata-kata seperti ini: “Saya menampilkan keberadaan sesungguhnya mahluk yang disebut grotesque ini, bukan hasil rekayasa dari imajinasi; saya melihat penjelamaan dari ‘keserakahan’ (7 dosa utama) pada tubuhnya.”

Di gereja masih memiliki banyak grotesque dengan berbagai wujud aneh, seperti “Heron” yang perlahan menarik kedua sayapnya dan menjulurkan moncong panjangnya, seolah tengah berdoa; serangkaian patung berwujud gajah, kambing gunung, kera berwajah bengis serta anjing berkepala tiga, belum lagi babi hutan, elang, hantu yang memakan anggur, juga iblis yang sedang mengunyah roh manusia!

Ukiran batu setengah manusia setengah binatang ini seolah menjadi simbol “saksi sejarah” selama dua abad lebih. “Dari posisi ini Anda dapat merasakan gereja itu begitu kokoh dan tenang, melihat sejarah di bawah sana terpampang lembaran demi lembaran.” Demikian ungkap guru besar tamu studi Prancis di Massachusetts Institute of Technology bernama Catherine Clark.

Bencana kebakaran ini, hanyalah lembaran baru bagi mereka untuk membuktikan sejarah — yakni, walaupun di masa yang penuh kegelapan, bencana yang lebih besar sekalipun, ada hal yang tidak akan bisa dihancurkan.

Catatan: Fakta Menarik Terkait Patung Gargoyle

  1. “Kota Baja Dunia” Pennsylvania AS Terdapat Banyak Patung Gargoyle

Pada abad ke-19, “kota baja dunia” kota Pittsburgh AS terdapat tidak sedikit gereja, bangunan pemerintah dan bangunan lain bergaya gothic, dengan berbagai patung gargoyle dipasang di atasnya. Waktu itu “Pittsburgh History & Landmarks Foundation” memanfaatkan keunikan arsitektur kota ini untuk mengembangkan wisata “Downtown Dragons”.

  1. Talang Hujan Bentuk Manusia Yang Monumental

Gereja “Cathedrale Saint Jean” di Prancis menjadikan patung kepala dari insinyur pembangunnya Ahmed Benzizine sebagai talang air hujan, sebagai pernyataan terima kasih.

  1. “Peri” Amerika Di Atas Gereja Prancis

Awal tahun 1990, saat Gereja Bethlehem Prancis sedang direhabilitasi, seniman pahat Jean-Louis Boistel menggantikan wujud gargoyle dengan “peri” (Gremlins) Amerika dan wujud aliens di film-film, banyak warga setempat menyebut tindakannya “konyol dan sembrono”, namun sejumlah penggemar film kawula muda mendukungnya, sehingga akhirnya diijinkan.

  1. Tokoh Utama Star Wars Bertengger di Atas Gereja

Tahun 1980, Washington National Cathedral menyelenggarakan lomba anak-anak mendesain gargoyle, waktu itu film trilogy “Star Wars” sedang tren. Maka, Christopher Rade yagn berusia 13 tahun pun mengajukan desain yang dibuatnya dengan Lord Vader sebagai pengganti gargoyle generasi baru, dan desainnya itu dipakai. (Sud/asr)

Share

Video Popular