Erabaru.net. Tiongkok telah berjanji untuk membendung banjir opioid sintetik fentanil ke jalan-jalan Amerika Serikat, tempat fentanil membunuh ribuan orang setiap bulan, tetapi pakar keamanan Amerika Serikat ragu mengenai kebersediaan Beijing, atau bahkan kemampuan Beijing untuk menindaklanjutinya.

Sepuluh pejabat saat ini dan mantan pejabat Amerika Serikat, sumber-sumber kongres dan Tiongkok serta para pakar perdagangan mengatakan kepada Reuters dalam wawancara bahwa Tiongkok melakukan kerja sama hanya bila Tiongkok yakin akan memperoleh keuntungan.

Dalam kasus ini, beberapa sumber mengatakan, Beijing tampaknya telah menawarkan bantuannya sehingga akan mendapatkan kesepakatan terbaik dari Washington dalam negosiasi perdagangan.

“Apakah Tiongkok akan sungguh membendung banjir fentanil, atau hanya isyarat lain untuk digunakan untuk mengamankan sesuatu yang diinginkannya?,” kata Robin Cleveland, wakil ketua Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan Amerika Serikat-Tiongkok, yang memantau dampak keamanan nasional dari perdagangan bilateral dan ikatan ekonomi.

“Saya pikir Tiongkok akan berharap untuk memanfaatkan hal ini dalam beberapa cara yang bermakna dalam konteks pembicaraan perdagangan,” kata Robin Cleveland.

Pembicaraan perdagangan mengalami masalah pekan ini karena Tiongkok mundur dari komitmen sebelumnya untuk mengubah undang-undang di bidang utama, termasuk hak kekayaan intelektual, rahasia dagang, transfer teknologi paksa, akses ke layanan keuangan dan manipulasi mata uang, Reuters melaporkan pada tanggal 8 Mei, mengutip sumber pemerintah dan sektor swasta Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump menanggapi Tiongkok dengan bersumpah akan menaikkan tarif impor barang Tiongkok senilai USD 200 miliar dari 10 persen hingga 25 persen pada hari Jumat.

Kecuali jika diselesaikan dalam putaran negosiasi baru, ketegangan yang meningkat atas perdagangan dapat menggagalkan kerja sama Tiongkok dalam membendung banjir  fentanil.

“Catatan mengatakan Tiongkok tidak akan membantu membendung banjir fentanil, kecuali Tiongkok mendapatkan kesepakatan perdagangan, atau kami mengancam Tiongkok  karena tidak adanya kesepakatan dagang,” kata Derek Scissors, pakar hubungan ekonomi Sino-Amerika Serikat di pemikir American Enterprise Institute.

“Tiongkok dapat menghentikan banjir fentanil jika Tiongkok mau, tetapi Tiongkok tidak akan melakukannya kecuali Tiongkok melihat adanya kesepakatan dagang yang diinginkannya.”

Sebuah ledakan dalam penggunaan fentanil, opioid penghilang nyeri 50 kali lebih kuat daripada heroin, dan analog fentanil mendorong krisis yang paling menghancurkan dari krisis opioid Amerika Serikat yang sudah berjalan lama, kata lembaga penegak hukum Amerika Serikat, dan Tiongkok bertanggung jawab atas sebagian besar fentanil dan analog fentanil yang disita.

Tampilan fentanil dan metamfetamin yang disita oleh petugas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat di pelabuhan Nogales ditampilkan selama konferensi pers di Nogales, Arizona, Amerika Serikat pada tanggal 31 Januari 2019. (Mamta Popat / Arizona Daily Star via AP)

Amerika Serikat mencatat lebih dari 28.000 kematian overdosis terkait opioid sintetis pada tahun 2017, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, sebagian besar kematian overdosis tersebut terkait fentanil.

Pemimpin Tiongkok Xi Jinping berjanji kepada Donald Trump pada pertemuan puncak di Argentina pada bulan Desember bahwa Beijing akan menindak aliran semua zat yang terkait fentanil.

Pada bulan April, Tiongkok berjanji bahwa mulai tanggal 1 Mei akan memperluas daftar narkoba yang dikendalikan oleh Tiongkok menjadi lebih dari 1.400 analog fentanil yang dikenal, yang memiliki susunan kimia yang sedikit berbeda tetapi semuanya menyebabkan kecanduan dan berpotensi mematikan, serta yang baru dikembangkan di masa depan.

Fentanil dan semua analognya adalah zat yang dikendalikan yang tunduk pada regulasi ketat di Amerika Serikat.

Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Komisi Kesehatan Nasional, dan Administrasi Produk Medis Nasional — departemen yang bertanggung jawab atas peraturan baru itu — tidak menanggapi permintaan komentar atas cerita ini. Gedung Putih tidak menanggapi permintaan komentar.

Perubahan peraturan seharusnya menutup operasi produsen dan pedagang gelap yang mengiklankan dan menjual produk fentanil di situs web video termasuk Google YouTube,  Vimeo, dan di Dark Web.

Tiongkok mengirimkan narkoba ke pasar Amerika Serikat terutama melalui pos, melalui layanan pengiriman kilat atau pengiriman menggunakan kapal melalui Meksiko dan Kanada.

Jaksa Agung pemerintahan Donald Trump, William Barr, mengatakan terlalu dini untuk mengklaim kemenangan.

“Apakah Tiongkok…benar-benar mewujudkannya dari sudut pandang penegakan hukum masih harus dilihat,” William Barr bersaksi di sidang anggaran DPR pada bulan April.

Kegagalan Masa Lalu

Beijing telah mengingkari perjanjian dengan Washington sebelumnya, kata para pakar Amerika Serikat.

Pada tahun 2017, sebagian besar penyitaan fentanil oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat berasal dari Tiongkok, meskipun ada kesepakatan yang diumumkan pada bulan September 2016 oleh pemerintahan Obama mengenai “langkah-langkah yang ditingkatkan” untuk memerangi perdagangan manusia ke Amerika Serikat. Tiongkok kemudian mengatakan tidak membuat perjanjian semacam itu.

Tiongkok menambahkan 24 analog dan dua prekursor fentanil ke daftar kendali narkoba yang dimulai pada tahun 2015, yang mengarah penurunan produk yang tajam. Tetapi produsen mengabaikan kendali tersebut dengan mensintesis analog baru, beberapa di antaranya bahkan lebih kuat dan lebih mematikan daripada yang asli.

Produsen narkoba tersebut akan tetap sah sampai Tiongkok menepati janjinya untuk mengendalikan semua bentuk fentanil.

Pejabat penegak hukum Amerika Serikat khawatir Tiongkok tidak akan dapat sepenuhnya memberlakukan tindakan keras yang baru ini, bahkan jika Tiongkok berpegang teguh pada janjinya untuk mencoba.

Pengawasan Tiongkok terhadap lebih dari 400.000 produsen dan distributor di dalam industri kimia dan farmasi yang luas adalah terkenal lemah dan lembaga penegakan hukum kekurangan inspektur dan dilemahkan oleh korupsi, kata para pakar Amerika Serikat.

Analog fentanil relatif mudah dibuat dan beberapa produsen membuat perusahaan untuk menjual fentanil kepada pedagang, kata para pakar Amerika Serikat.

Lebih lanjut, para ahli mengatakan, pejabat Partai Komunis Tiongkok setempat berada di bawah tekanan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi dan seringkali enggan untuk menutup bisnis yang sedang tumbuh, termasuk perusahaan farmasi.

Administrasi Penegakan Narkoba menggambarkan aliran opioid terlarang dari Tiongkok ke Amerika Serikat dalam sebuah laporan baru-baru ini. (DEA)

Penegakan Bea Cukai Tiongkok tampaknya bahkan lebih lemah. Pejabat menghentikan kurang dari setengah lusin pengiriman terkait fentanil pada 2016-2017 sebelum berhasil  dikirim keluar dari Tiongkok, menurut Senator Demokrat Dianne Feinstein, ketua bersama Kaukus Senat Amerika Serikat untuk Kendali  Narkoba Internasional.

Pejabat Amerika Serikat menemukan bahwa tidak adanya tindakan dari Tiongkok membuat frustrasi.

“Dengan layanan intelijen Tiongkok yang secanggih itu, saya merasa aneh bahwa Tiongkok tidak dapat membendung aliran fentanil dari negaranya,” Joshua Skule, wakil direktur eksekutif FBI untuk intelijen, mengatakan kepada Reuters sebelum Beijing mengumumkan akan mengendalikan semua zat terkait fentanil.

Tiongkok telah memberikan informasi kepada Amerika Serikat yang membantu dalam dakwaan federal atas delapan warganegara China atas perdagangan fentanil sejak tahun 2017. Semua tersangka masih bebas di Tiongkok, demikian menurut laporan Layanan Penelitian Kongres Amerika Serikat pada bulan Desember 2018.

“Ada banyak, banyak undang-undang  Tiongkok yang tidak ditegakkan. Ini akan menghasilkan penegakan yang sangat buruk,” kata Derek Scissors.

Sekelompok senator dari dua partai politik  telah memperkenalkan undang-undang untuk memberdayakan Donald Trump untuk memberi sanksi kepada produsen narkoba Tiongkok dan lainnya yang secara sadar menjual opioid sintetis kepada penyelundup. Juga akan dibentuk sebuah komisi untuk memantau aliran narkoba dari luar negeri.

“Kita harus memastikan Tiongkok menepati janji,” kata Senator Partai Republik Tom Cotton, salah satu sponsor undang-undang itu. (Jonathan Landay/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular