oleh Zhang Ting

Konflik perdagangan antara dua negara ekonomi utama dunia, yakni Amerika Serikat dan Tiongkok masih belum mereda. Akankah tarif impor 25% terhadap komoditas Tiongkok senilai USD. 250 miliar akan dibatalkan ? Kapan dibatalkan ? Menarik banyak perhatian masyarakat internasional.

Larry Kudlow, Kepala Penasihat Ekonomi Gedung Putih mengatakan dalam sebuah wawancara pada Minggu 12 Mei bahwa tarif baru tetap diberlakukan selama negosiasi berlangsung.

Dalam wawancara di acara ‘Fox News Sunday’ pada 12 Mei, Kudlow mengatakan bahwa AS perlu melihat apakah Tiongkok bersedia memasukkan ketentuan yang memiliki kekuatan  hukum yang absolut ke dalam perjanjian akhir.

Ia juga mengatakan, kuncinya adalah bahwa pemerintah Tiongkok tidak mau memasukkan perubahan yang telah disepakati ke dalam perjanjian yang berkekuatan hukum.

Pada 3 Mei, pihak berwenang Tiongkok tiba-tiba mengirim telegram rahasia ke Washington, meminta agar konten dari ketujuh bab teks Perjanjian Perdagangan AS – Tiongkok direvisi, terutama ingin menghilangkan komitmennya pada revisi undang-undang, sehingga negosiasi yang sudah berjalan selama beberapa bulan menjadi sia-sia.

Amerika Serikat percaya bahwa langkah Beijing tersebut adalah ingin menarik kembali komitmennya yang dibuat di waktu lalu. Hal ini akan sangat mempengaruhi seluruh transaksi dalam negosiasi.

Langkah Tiongkok ini telah membuat AS berang. Sehingga Pemerintahan Trump terpaksa pada 10 Mei memberlakukan kenaikan tarif yang telah ditangguhkan. Pada hari itu juga, AS juga memberikan persetujuan kepada pihak Tiongkok untuk mengambil waktu 1 bulan guna bernegosiasi.

Jika tidak ada kesepakatan, maka AS akan memberlakukan kenaikan tarif impor atas komoditas Tiongkok lainnya yang senilai 325 miliar dolar AS. Administrasi Trump saat ini telah gencar dalam penyelesaian pekerjaan administrasi guna kebijakan baru tersebut. Kantor Perwakilan Dagang AS akan mengumumkan rincian lebih lanjut pada hari Senin 13 Mei.

Sejauh ini, Beijing telah mempertahankan sikap terbuka terhadap negosiasi. Kudlow mengungkapkan bahwa pihak Tiongkok telah mengundang Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berkunjung ke Beijing untuk melanjutkan negosiasi. Namun sejauh ini, kedua belah pihak belum mengatur jadwal negosiasi baru.

Dua orang sumber yang akrab dengan perundingan mengatakan kepada Reuters bahwa dalam perundingan pada 9 dan 10 Mei, Liu He mengatakan bahwa otoritas Beijing baru dapat mengambil putusan untuk merubah kebijakan yang dijanjikan oleh Tiongkok dalam perjanjian perdagangan melalui keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Negara atau departemennya. Namun, tim negosiasi AS menolak untuk menerima pernyataan Liu He.

Salah seorang sumber tersebut mengatakan, Lighthizer memberitahu Liu He bahwa Tiongkok harus mempertahankan apa yang telah dijanjikannya, yaitu, Beijinglah yang perlu melakukan amandemen yang diperlukan untuk memenuhi janjinya.

Larry Kudlow dalam acara TV hari Minggu itu mengatakan bahwa apa yang ingin dilihat oleh AS adalah bahwa perubahan kebijakan yang dijanjikan oleh delegasi Tiongkok dalam perjanjian tersebut dapat dicerminkan dalam revisi undang-undang mereka, tetapi bukan sekedar pengumuman yang dikeluarkan oleh Dewan Negara Tiongkok. “AS perlu melihat sebuah hasil yang jelas. Sebelum itu, kami akan melakukan apa yang harus kami lakukan dan mempertahankan tarif kami.”

“Kami dalam kondisi yang sangat baik saat ini, muncul untuk memperbaiki praktik perdagangan yang tidak adil dengan Tiongkok selama lebih dari 20 tahun,” kata Kudlow.

“Saya percaya bahwa ini adalah risiko yang harus dan dapat kami tanggung dan tidak akan secara signifikan merusak perekonomian kami,” tambahnya.

Kudlow juga menambahkan bahwa besar kemungkinan Presiden Trump dan Xi Jinping berkesempatan untuk saling bertemu pada KTT G20 di Jepang pada akhir bulan Juni. Reuters menyebutkan bahwa sampai sebelum konflik AS – Tiongkok terbaru terjadi, dunia luar masih memperkirakan bahwa perjanjian perdagangan dapat ditandatangani pada waktu itu.

Sikap keras Trump terhadap Tiongkok telah memperoleh dukungan besar dari sejumlah anggota Kongres kedua partai di AS.

Chuck Schumer, seorang senator dari New York mengatakan : “Pertahankan sikap keras terhadap komunis Tiongkok, Presiden Donald Trump, Anda jangan mundur. Kekuatan nyata adalah satu-satunya cara untuk meraih kemenangan atas komunis Tiongkok.”

Marco Rubio, seorang senator dari Florida mengatakan : “Komunis Tiongkok tidak terkejut dengan perubahan komitmen mereka sebelumnya. Selama bertahun-tahun, mereka telah memanfaatkan psikologis keinginan untuk mencapai kesepakatan dari lawan (negosiasi) untuk meloloskan diri. Presiden Trump adalah orang pertama yang mengusung cara untuk menyingkirkan perjanjian buruk Tiongkok melalui pencegahan dengan kekuatan yang nyata.”

Senator Lindsey Graham mengatakan bahwa perundingan perdagangan AS – Tiongkok itu  “adalah kesempatan terbaik dalam hidup saya untuk membiarkan komunis Tiongkok mengubah sendiri metode kecurangan mereka.” (Sin/asr)

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular