London – Setelah 33 tahun, The Baby Gatwick akhirnya berhasil melacak orang tuanya. Pada April 1986, petugas kebersihan di bandara Gatwick di London mendapati bayi yang baru lahir ditinggalkan di toilet wanita.

Penemuan itu menarik perhatian media nasional, yang dengan cepat menjulukinya The Gatwick Baby yang berusia 10 hari. Pihak berwenang berusaha keras melacak orangtuanya.

Namun, orang tua bocah itu tidak dapat dilacak kala itu. Sehingga dia akhirnya diadopsi, dan namanya diganti menjadi Steve Hydes. Awalnya, namanya secara resmi disebutkan pada akta kelahirannya sebagai Gary Laker, nama sebuah maskapai penerbangan dan maskot bandara.

Sekarang, setelah 15 tahun berburu, Hydes telah mengumumkan bahwa Dia akhirnya berhasil melacak keluarganya.

Selama bertahun-tahun mencari, Hydes mengatakan bahwa dia tidak marah tentang apa yang telah terjadi. Dia mengaku yakin bahwa orang tuanya pasti melakukan hal itu karena alasan yang kuat.

“Setelah 15 tahun mencari, saya senang mengonfirmasi bahwa dengan kerja keras Genene Genealogists, CeCe Moore dan Helen Riding, kami telah dapat melacak dan mengkonfirmasi keluarga saya,” tulisnya di halaman Facebook yang didedikasikan untuk pencarian orang tuanya, pada 11 Mei 2019.

“Sayangnya ibu kandung saya telah meninggal dunia sehingga saya tidak dapat mengetahui apa yang terjadi dan mengapa.”

“Namun saya menemukan ayah kandung dan saudara kandung saya di kedua pihak, yang semuanya tidak menyadari keberadaan saya.”

“Seperti yang dapat Anda bayangkan ini adalah masalah yang cukup sensitif bagi semua yang terlibat dan sangat baru bagi kita semua, tetapi saya ingin meluangkan waktu ini untuk berterima kasih kepada semua orang atas dukungan berkelanjutan mereka selama ini,” tulis The Baby Gatwick.

Sebuah foto bayi disebar bersama boneka maskot bandara, bernama Gary, mengarah ke pemilihan nama depan pada akte kelahirannya: Gary. Nama keluarganya, Laker, adalah nama maskapai penerbangan terkemuka saat itu.

“Saya ditemukan di toilet wanita, para dokter meyakini saya berusia sekitar 10 hari,” tulis Hydes di halaman Facebook-nya. “Saya diberi tanggal lahir pada 31 Maret, namun saya tidak tahu apakah itu adalah hari saya dilahirkan tapi itu adalah hari merayakan ulang tahunku.”

“Ketika saya ditinggalkan, saya ada di koran dan menjadi berita. Saya dinamai oleh staf bandara sebagai Gary Gatwick. Akte kelahiran pertama saya menyatakan bahwa saya dinamai Gary Laker. Saya kemudian diadopsi dan nama saya diubah menjadi Steven Gary Hydes.”

Hydes, yang sekarang menikah dan memiliki anak mengenang dia ditinggalkan ketika bayi dengan selimut. Namun, tidak ada catatan yang ditinggalkan. “Mereka mengatakan saya telah dirawat dengan baik,” sambungnya.

Kisah Hydes kembali menghiasi media massa dalam sepuluh tahun terakhir. Dia memang berharap menyebarkan ceritanya. Guna mendorong orang-orang untuk tetap berjuang dan melangkah maju, atau untuk berlari mengejar cita-cita serta meninggalkan kenangan yang kelam.

Menurut Sky News, ketika Hydes mulai mencari keberadaan keluarganya, Dia menemukan bahwa polisi telah menghancurkan file-file kasusnya. Itu termasuk rincian panggilan telepon kepada polisi oleh seorang wanita muda yang mengaku sebagai ibunya, yang mengatakan bahwa namanya adalah Michael. (SIMON VEAZEY/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular