Erabaru.net. Pelan dan tidak terlihat jelas tapi pasti, New York sedang mempersiapkan beberapa perayaan akbar selama minggu istimewa bulan Mei ini. Lautan  kuning akan segera mengisi beberapa ruang publik di seluruh New York.

Mengenakan kaos kuning-cerah dengan pesan universal Sejati, Baik, dan Sabar tertulis di punggungnya, praktisi Falun Dafa, meditasi kuno dan sistem spiritual, dari berbagai belahan dunia, akan terlihat melakukan latihan gerakan yang lambat dan lembut. Jangan kaget, karena ini akan menjadi pemandangan di New York selama minggu ini.

Jadi siapa orang-orang ini, dan mengapa mereka tiba-tiba berkumpul untuk mengadakan parade dan demonstrasi yang unik dan menakjubkan?

Praktisi Falun Dafa berpartisipasi dalam kegiatan Hari Falun Dafa Sedunia di Union Square, New York City, pada tanggal 11 Mei 2017. (© The Epoch Times | Samira Bouaou)
(© The Epoch Times | Samira Bouaou)

Falun Dafa, atau Falun Gong, adalah disiplin spiritual tradisional Tiongkok yang melibatkan lima perangkat latihan dan ajaran berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Li Hongzhi, pendiri Falun Dafa, mempublikasikan latihan ini 27 tahun yang lalu pada tanggal 13 Mei di kota asalnya Changchun, timur laut Tiongkok.

Pada awal tahun 1999, lebih dari 100 juta orang berlatih latihan meditasi Falun Dafa di Tiongkok. Hari ini, Falun Dafa telah melampaui batas budaya dan nasional untuk membawa kesejahteraan fisik, kegembiraan, dan ketenangan pikiran bagi jutaan orang di lebih dari 70 negara di seluruh dunia.

Sejak tahun 2000, setiap tahun pada tanggal 13 Mei, praktisi Falun Dafa di seluruh dunia berkumpul untuk merayakan Hari Falun Dafa Sedunia untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Master Li Hongzhi atas ajarannya dan kebaikan latihan pikiran dan tubuh kuno ini ke dalam kehidupan manusia.

©The Epoch Times | Benjamin Chasteen
©The Epoch Times | Dai Bing

Selain perayaan, setiap tahun selama bulan Mei, ribuan praktisi Falun Dafa berduyun-duyun ke New York City untuk menghadiri acara tiga hari yang meliputi parade agung dan konferensi di mana praktisi Falun Dafa menceritakan pengalamannya dalam meningkatkan dirinya.

©The Epoch Times | Edward Dai

Zhiyuan Wang adalah seorang dokter yang didiagnosis menderita distrofi otot pada tahun 1983. Distrofi otot adalah penyakit degeneratif progresif jaringan otot yang menyerang orang di seluruh dunia, dan tidak ada obatnya baik dari pengobatan timur maupun barat. Ketika Zhiyuan Wang menerima sepucuk surat dari temannya pada tahun 1998 yang menyatakan  Falun Dafa “dapat meningkatkan moral dan kesehatan fisik seseorang,” ia mulai berlatih latihan meditasi yang lambat ini, dan hanya dalam waktu tiga bulan, ia “benar-benar pulih.”

Pia-Maria Norris, mantan model, mengatakan dalam video pengantar Falun Dafa yang diposting di YouTube bahwa ia selalu mencari hal-hal eksternal untuk menemukan kebahagiaan. Tetapi ketika ia menemukan Falun Dafa, Falun Dafa “memberi saya kedamaian batin, bahwa saya merasa apa pun yang terjadi di sekitar saya, saya dalam keadaan baik-baik saja.”

Lebih lanjut Pia-Maria Norris menjelaskan bahwa “saya merasa ketenangan batin yang tidak saya miliki sebelumnya.”

Pia-Maria Norris, mantan model. (faluninfo.net)

Terlepas dari semua manfaat luar biasa yang telah dibawa oleh latihan luar biasa ini kepada puluhan juta orang yang mempraktikkannya, pada tanggal 20 Juli 1999, pemimpin rezim komunis Tiongkok, Jiang Zemin, meluncurkan kampanye penganiayaan terhadap Falun Dafa. Sejak itu, penganiayaan telah merenggut puluhan ribu nyawa, memenjara secara ilegal praktisi yang tak terhitung jumlahnya, dan kehancuran jutaan keluarga.

Menurut Minghui.org, saat Jiang Zemin mengunjungi Eropa beberapa tahun yang lalu, ia sering melihat praktisi Falun Gong yang mengenakan kaos berwarna kuning atau memegang spanduk kuning bertuliskan “Falun Dafa Baik,” di hampir setiap perhentian perjalanan.

“Jiang takut dengan warna kuning. Kuning juga merupakan warna peringatan, yang sering digunakan untuk menarik perhatian,” kata Anders Eriksson, seorang musisi dan praktisi Falun Dafa.

©The Epoch Times | Benjamin Chasteen

“Partai Komunis Tiongkok telah berusaha untuk menghentikan latihan Falun Gong di Tiongkok. Kampanye brutal Partai Komunis Tiongkok untuk memberantas Falun Gong adalah salah satu dari kejahatan terbesar dalam dua dekade terakhir. Kesalahan atas kejahatan ini terletak di pundak Partai Komunis Tiongkok,” kata anggota Kongres Christopher Smith dalam sebuah surat yang ditujukan kepada sebuah rapat umum di Washington, DC, pada tahun 2017.

Christopher Smith juga adalah anggota senior Komite Urusan dan merupakan ketua dari Afrika, Kesehatan Global, Hak Asasi Manusia Global dan Subkomite Organisasi Internasional. Menyinggung penganiayaan berat yang terus berlanjut bahkan setelah 20 tahun, ia lebih lanjut menyebutkan, “Negara macam apa yang membunuh, menyiksa, memenjarakan orang-orang yang damai yang mencari pencerahan melalui meditasi dan kesehatan yang lebih baik?”

©The Epoch Times | Samira Bouaou
©The Epoch Times | Samira Bouaou

Li Dianqin, berusia 67 tahun, penduduk asli Provinsi Liaoning di timur laut Tiongkok, hampir meninggal saat ia mengenal Falun Dafa pada tahun 1995. Dulu ia menderita tumor hati yang sangat parah dan perlekatan usus yang menyebabkan nyeri terus-menerus di perutnya. Setelah berlatih Falun Dafa, ia sembuh dari penyakitnya dan memperoleh kehidupan baru.

Tetapi ketika penganiayaan terhadap Falun Dafa dimulai pada tahun 1999, Li Dianqin menjadi target penganiayaan. Pada bulan Maret 2000, ia ditahan di rumah sakit jiwa kota Shenyang, di mana siang dan malam ia dihadapkan dengan propaganda kebencian. Untuk memperburuk keadaan, Li Dianqin kemudian dikirim ke Kamp Kerja Masanjia, yang dikenal karena perlakuan buruknya terhadap wanita praktisi Falun Gong. Namun, pada tahun 2016, Li Dianqin memperoleh suaka di New York City.

Li Dianqin (©The Epoch Times | Benjamin Chasteen)

Dari zaman kuno, warna kuning sama dengan budaya Tiongkok dan memainkan peran penting. Budaya yang berusia 5000 tahun tersebut berasal dari “Plato Kuning,” serta keturunan Kaisar Yan dan Kaisar Kuning “berkulit kuning.” Menurut budaya Tiongkok kuno, warna kuning adalah simbol untuk bumi dalam lima elemen, yaitu logam, kayu, air, api, dan bumi. Menurut teori lima elemen, bumi mengalahkan air, dan bumi berwarna kuning, sehingga warna kuning sangat populer di Dinasti Han. Warna kuning juga dianggap sebagai warna yang sangat mulia dan digunakan sebagai warna pakaian kaisar. (Daksha Devnani/ Vv)

Informasi leih lanjut mengenai Falun Dafa, silahkan kunjungi: www.falundafa.org

Share

Video Popular