Erabaru.net. Segera setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya akan meningkatkan tarif impor barang Tiongkok, Beijing memprakarsai kebijakan baru untuk mendorong pengembangan domestik industri sirkuit dan perangkat lunak terintegrasi buatan Tiongkok.

Sektor-sektor berteknologi tinggi ini adalah bagian strategi “Made in China 2025” oleh Beijing untuk mengubah Tiongkok menjadi negara adidaya manufaktur berteknologi tinggi.

Tetapi sejak Desember 2018, ketika pemimpin Tiongkok Xi Jinping dan Donald Trump setuju untuk gencatan senjata perang dagang selama KTT G-20 di Argentina, Beijing tetap diam mengenai kebijakan itu.

Ini adalah indikasi pertama dari penanggulangan Beijing, yang telah diingatkan oleh Kementerian Perdagangan setelah pengumuman Donald Trump.

Sementara itu, para cendekiawan Tiongkok menyambut sikap garis keras Donald Trump dalam negosiasi dengan Tiongkok.

Kebijakan Baru Tiongkok

Komite eksekutif Dewan Negara Tiongkok, sebuah badan yang mirip kabinet, memprakarsai kebijakan selama pertemuan pada tanggal 8 Mei untuk memberikan keringanan pajak kepada industri sirkuit terpadu dan perangkat lunak. Kebijakan itu akan berlaku untuk semua jenis perusahaan, termasuk perusahaan investasi asing.

Sirkuit terpadu membentuk chip semikonduktor yang memberi daya hampir di setiap perangkat elektronik dan merupakan salah satu dari kategori impor terbesar di Tiongkok berdasarkan nilai.

Karena Beijing terus ketinggalan dalam hal pembuatan chip elektronik paling canggih di dalam negeri, Tiongkok berusaha mendanai penelitian dan pengembangan secara agresif.

Kebijakan baru mencakup perusahaan sirkuit terpadu mana pun yang produknya 0,8 mikron (satu mikron adalah sepersejuta meter) atau kurang. Karena ukuran chip elektronik dikurangi, maka chip elektronik menjadi lebih kuat dan canggih.

Jika disetujui oleh biro pajak lokal, perusahaan tidak perlu membayar pajak tahunan atas keuntungannya untuk dua tahun pertama, padahal menurut hukum Tiongkok, pajak yang ditetapkan adalah 25 persen. Dalam tiga tahun berikutnya, perusahaan hanya akan membayar setengah dari pajak tahunan.

Untuk perusahaan sirkuit terpadu yang produknya 0,25 mikron atau lebih kecil, atau total modal perusahaan yang didaftarkan lebih dari 8 miliar yuan (USD 1,17 miliar), pengurangan pajak lebih lanjut dapat diminta setelah lima tahun pertama, hanya membayar 21,25 persen dari keuntungannya.

Selanjutnya, untuk perusahaan kategori kedua, jika periode operasinya lebih lama dari 15 tahun (perusahaan Tiongkok berlaku selama beberapa tahun ketika mendaftar untuk lisensi bisnisnya), perusahaan dapat menikmati lima tahun pertama bebas pajak, dan kemudian hanya membayar tingkat setengah untuk lima tahun ke depan.

Cendekiawan Tiongkok Mendukung Donald Trump

Sejak dimulainya perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok pada bulan Maret 2018, banyak cendekiawan dan pengguna internet Tiongkok telah menyatakan dukungan mereka untuk Donald Trump baik secara online maupun dalam wawancara dengan media luar negeri.

Setelah pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan kenaikan tarif atas barang Tiongkok senilai USD 200 miliar, para cendekiawan Tiongkok memuji tindakan tersebut.

Seorang pengusaha di Shanghai bermarga Lu mengatakan kepada Radio Free Asia, yang sebagian didanai oleh pemerintah Amerika Serikat, pada tanggal 11 Mei bahwa ia dan rekan bisnisnya percaya bahwa kebijakan Donald Trump akan memaksa rezim Tiongkok untuk mengikuti aturan internasional, yang dapat membawa perdamaian dan kemakmuran yang lebih tahan lama bagi masyarakat dan ekonomi Tiongkok.

“Pembicaraan perdagangan saat ini menguntungkan sektor swasta Tiongkok. Dalam jangka panjang, hal itu akan menciptakan ekonomi Amerika Serikat-Tiongkok yang seimbang, yang akan menguntungkan Tiongkok,” kata Lu.

Lu mengeluh bahwa perusahaan swasta menghadapi diskriminasi di Tiongkok: sebagian besar sumber daya pemerintah, pinjaman bank, dan subsidi pemerintah diberikan kepada perusahaan yang dikelola negara. Perusahaan swasta kurang mendapat dukungan sementara sering membayar pajak lebih banyak kepada pemerintah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) berbicara dalam sebuah acara untuk mengakhiri tagihan medis yang mengejutkan di Gedung Putih di Washington, pada tanggal 9 Mei 2019. (JIM WATSON / AFP / Getty Images)

Pria lain bermarga Tan mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa banyak orang Tiongkok  yang berpendidikan memilih untuk mengakses informasi gratis dengan menerobos “Great Firewall,” aparat sensor internet Tiongkok  yang mencakup pemblokiran situs web asing, sehingga semakin banyak orang Tiongkok yang mendukung tindakan Donald Trump dalam sengketa perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok.

“Mereka adalah orang Tiongkok yang setuju dengan nilai-nilai universal, dan mendukung pemerintah Amerika Serikat untuk meningkatkan tarif,” kata Tan, yang berasal dari Provinsi Hunan.

Tetapi mayoritas orang Tiongkok hanya dapat mengakses propaganda yang diterbitkan oleh Partai Komunis Tiongkok.

“Mereka percaya apa yang dikatakan pihak berwenang, yaitu bahwa kapitalisme Amerika Serikat sedang berusaha menekan kenaikan kemakmuran Tiongkok [dengan menaikkan tarif],” kata Tan. (Nicole Hao/ Vv)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular