Erabaru.net. Selain mengajar, guru biasanya diminta membuat laporan dan evaluasi. Walaupun ini adalah sesuatu yang dilakukan banyak guru dari kenyamanan meja mereka sendiri, ini adalah situasi yang sama sekali berbeda bagi para guru dari Leyte, Filipina.

Laporan dan evaluasi tidak aneh bagi mereka yang bekerja sebagai guru.

Rupanya, selain mempersiapkan kelas, mengajar dan mengelola siswa, guru juga diminta untuk mengirim laporan dan evaluasi secara teratur ke Departemen Pendidikan (DepEd).

Ini berfungsi sebagai bagian dari ‘bukti’ bahwa mereka telah melakukan sesuatu untuk siswa sebagai guru. Seolah-olah mereka belum bekerja cukup keras!

Sementara banyak guru membuat laporan dan evaluasi yang akan dikirim sebelum tenggat waktu yang ketat sudah cukup merepotkan karena mereka bisa mengambil banyak waktu untuk dilakukan, guru dari Leyte memiliki tantangan lain yang harus mereka hadapi setiap kali mereka harus menyerahkan laporan.

Para guru di Leyte, sebuah pulau yang terletak di Philipina, berjuang untuk mengirim laporan dan evaluasi mereka sebelum tenggat waktu karena sebagian besar sekolah mereka tidak memiliki koneksi internet.

(Foto: Joseph Sumayang / Facebook)

Karena tidak adanya koneksi internet, kebanyakan dari mereka harus berjalan bermil-mil dan mendaki gunung hanya untuk mendapatkan koneksi internet yang stabil.

Bahkan data seluler hampir tidak tersedia di dataran rendah, karenanya, mereka tidak punya pilihan selain mendaki gunung untuk menggunakan Wi-Fi saku mereka dan mengirimkan laporan mereka!

(Foto: Joseph Sumayang / Facebook)

Namun, sinyal di gunung tidak selalu stabil.

Sering kali, mereka hanya berharap bahwa sinyal akan tetap cukup kuat sampai mereka berhasil mengirimkan laporan secara online.

(Foto: Joseph Sumayang / Facebook)

Salah satu guru yang berdedikasi, Joseph Sumayang yang bekerja sebagai guru di Libertad, Abuyog, di Leyte baru-baru ini berbagi beberapa foto dirinya dan rekan-rekannya yang duduk di atas batu dan rumput di gunung sambil menyelesaikan laporan mereka untuk dikirim sebelum batas waktu.

(Foto: Joseph Sumayang / Facebook)

Menurut Joseph, mereka harus melakukan ini secara rutin terutama setelah tahun ajaran berakhir karena saat itulah sebagian besar laporan harus dikirim ke DepEd.

Meskipun demikian, Joseph mengatakan bahwa istrinya menghadapi situasi yang lebih sulit.

Sebagai koordinator Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di sekolah mereka, Libertad Elementary School (LES), istrinya memiliki lebih banyak laporan yang harus dilakukan.

(Foto: Joseph Sumayang / Facebook)

Kepala sekolah LES, Gregorio Betonio menyatakan kekhawatirannya karena para guru harus banyak mengirim laporan mereka secara online.

Kadang-kadang, mereka masih di gunung sampai jam 8 malam untuk mengerjakan laporan mereka.

(Foto: Joseph Sumayang / Facebook)

Gregorio khawatir bahwa para guru dapat mengalami masalah karena lokasi terpencil, hewan liar, dan nyamuk di daerah tersebut.

(Foto: Joseph Sumayang / Facebook)

Adapun banyak guru di Leyte, mereka berharap bahwa DepEd atau lembaga pemerintah lainnya akan melihat situasi mereka untuk membantu mereka melakukan tugas mereka sebagai guru dengan lebih baik tanpa harus bersusah payah ketika mereka dapat menggunakan waktu untuk fokus pada pengajaran. (yant)

Sumber: Goodtimes, Buhay Teachers

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular