Erabaru.net. Membersihkan telinga menggunakan cotton bud bukanlah hal yang aneh bagi kita. Sebagian besar dari kita juga sering melakukannya.

Namun, masih banyak yang tidak tahu tentang risiko membersikan teling dengan cotton bud terhadap kesehatan telinga kita.

Ilustrasi.

Penggunaan cotton bud terlalu sering untuk membersihkan telinga dapat menyebabkan berbagai masalah termasuk infeksi bakteri, melukai gendang telinga, kotoran telinga menyumbat dan menderita tinnitus (gangguan pendengaran).

Menurut Daily Mail, seorang pria berusia 31 tahun dikirim ke rumah sakit karena jatuh pingsan setelah kejang-kejang dan sakit kepala.

Tidak hanya itu, pria itu juga dilaporkan tidak dapat mengenali nama-nama orang di sekitarnya sebelum dirinya pingsan.

Setelah dibawa ke IGD di Rumah Sakit Coventry, dokter menemukan bahwa bagian otaknya dipenuhi dengan lapisan nanah setelah dilakukan pemindaian otak.

Rupanya, kondisi ini disebabkan oleh potongan kapas (kepala cotton bud) yang ditemukan terbenam di telinga kirinya. Karena cotton bud, pria itu mengalami infeksi bakteri yang dimulai dari telinga sebelum menyebar ke bagian tengkorak.

Ilustrasi. (Foto: Honey Coach)

Kasus ini dilaporkan dalam jurnal BMJ Case Report pada bulan Maret. Pasien sendiri tidak tahu sudah berapa lama cotton bud ada di telinganya dan hanya memberitahunya bahwa dia merasakan sakit di telinganya dan pendengaranya bermasalah sejak lima tahun lalu.

Syukurlah, setelah sepotong cotton bud telah dikeluarkan sepenuhnya, kondisi pria itu pulih setelah delapan minggu pemberian antibiotik intravena.

“Banyak yang berpikir saluran telinga itu kotor tetapi sebenarnya Tahi telinga adalah sesuatu yang alami dan penting,” kata Dokter Roger Henderson yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam menangani masalah telinga.

“Saya telah melihat pasien menyodokkan pensil dan juga jepit rambut untuk membersihkan lubang telinga. Tindakan ini dapat menyebabkan kerusakan pada telinga dan tindakan semacam itu sangat berbahaya.

“Tahi telinga bertindak sebagai penghalang bagi semua kotoran dan benda asing dari luar. Selain itu, tahi telinga juga berfungsi untuk mencegah air masuk ke lubang telinga dan mencegah infeksi bakteri, “komentar Dokter Henderson tentang perilaku masyarakat yang suka menggunakan cotton bud.

(Foto: Adirondack Audiology)

Biasanya, penggunaan cotton bud akan menyebabkan tahi telinga terdorong ke bagian yang lebih dalam dan kemudian akan mengeras menyebabkan telinga tersumbat, yang pada akhirnya akan menyebabkan gangguan pendengaran.

Vik Veer, Spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan dari Royal National Hospital di London, mengatakan bahwa ia sering menerima pasien yang mengeluh sakit di telinga.

Dalam kasus yang paling ekstrim, saluran telinga menjadi bengkak dan peradangan parah, terutama pada pasien usia lanjut atau penderita diabetes.

Karena itu, cara terbaik untuk membersihkan telinga menurut Veer adalah membiarkannya saja tanpa perlu untuk membersihkannya.

Secara alami, tahi telinga akan keluar dengan sendirinya. Jika Anda ingin mencoba membersihkan telinga Anda, coba gunakan minyak zaitun untuk melunakkan tahi telinga (bukan mencairkan) dan tahi telinga akan dikeluarkan secara efektif.

Ilustrsi. (Foto: HearingCentre)

Cara lain yang juga aman untuk dilakukan adalah dengan menggunakan semprotan EarCalm, sejenis semprotan antibakteri ke dalam lubang telinga setidaknya sekali sehari.

Tahi telinga yang terlalu lama di telinga cenderung keras dan sulit untuk dikeluarkan. Akibatnya, pasien akan mengalami masalah kurang pendengaran, bunyi berdesing atau bunyi luar biasa dan sebagainya.

Jika Anda merasa bahwa tahi telinga di lubang telinga Anda terlah tersumbat, segera cari perawatan di klinik atau rumah sakit.(yant)

Sumber: Erabaru.my, Daily Mail

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular