Erabaru.net. Wang sejak kecil sudah menjadi anak yatim piatu. Dia yang tak punya sandaran siapa pun terpaksa hidup bergantung pada sedekah orang (mengemis).

Dia sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu, bagi dirinya yang penting bisa makan dan tak peduli dengan lainnya.

Sampai suatu hari, dia menemukan seorang bayi di tempat sampah. Dia berusaha keras mencari uang demi membesarkan dan menyekolahkan anak pungutnya itu.

Ilustrasi. (Internet)

Anaknya itu ternyata tidak mengecewakannya. Anak itu mempunyai otak yang cerdas, dia diterima di universitas terkenal. Setelah lulus, dia diterima sebagai pegawai negeri. Kemudian, berkenalan dengan seorang gadis dan berpacaran, sehingga membuat Wang sangat bangga!

Namun, calon mertua anaknya tidak senang padanya, karena Wang seorang pengemis, sangat tidak sebanding dengan latar belakang bisnis mereka, namun karena anak gadisnya bersikeras mau menikah, akhirnya orangtua gadis itu mengajukan syarat, yaitu, Wang dilarang menghadiri resepsi pernikahan, karena akan membuat malu keluarga mempelai wanita.

Ilustrasi. (Internet)

Dalam benak putranya juga punya pemikiran yang sama, tidak menginginkan kehadiran ayahnya, karena hanya akan membuatnya malu di hadapan para tamu undangan, jadi putranya tidak pernah memberitahu kepada Wang tentang pernikahannya.

Sehari menjelang pernikahan anaknya, Wang mengetahui kabar itu dari orang lain. Wang pun berlari pulang ke rumah dan bertanya kepada putranya apa yang sedang terjadi. Putranya kemudian dengan jujur berkata kepadanya dan memintanya untuk tidak datang.

Ilustrasi. (Internet)

Wang nyaris tidak percaya mendengar kata-kata anaknya, meski bukan ayah kandung, tapi bagaimanapun dia telah membesarkannya selama 30 tahun sebagai sosok seorang ayah !

Atas permintaan anaknya tersebut, Wang berkata,: “Aku tidak akan membuatmu malu, Aku harus menghadiri pernikahanmu.”

Wang lantas berjalan keluar, meninggalkan putranya yang gelisah karena perkataannya.

Suasana pesta pernikahan itu sangat meriah, para tamu undangan tampak sangat gembira dengan suasana penuh kebahagiaan.

Ilustrasi. (Internet)

Ketika pesta pernikahan resmi dimulai, seseorang bergegas memberi tahu mempelai pria bahwa ayahnya telah datang. Raut wajahnya tiba-tiba menjadi tegang dan gelisah. Para tamu berbondong-bondong ke luar ingin melihat lelucon.

Namun, mereka yang awalnya ingin melihat lelucon menjadi tertegun ketika melihat sepuluh mobil Audi diparkir di sana.

Pemandangan itu seketika membuat semua orang termangu, terutama ketika Wang, ayah mempelai si pria turun dari mobil dengan stelan jas dan sepatu mengkilap, mereka nyaris tidak percaya melihatnya.

Ilustrasi. (Internet)

Sang ayah ini bukan saja tidak membuat malu, tetapi juga membuat bangga mempelai pria, semua orang berdecak kagum, dan para tamu undangan silih berganti bersulang dengannya selama pesta pernikahan berlangsung!

Seusai acara pernikahan, putranya yang penasaran ingin segera pulang untuk menanyakan hal yang dia saksikan di pesta pernikahan, tetapi dia tidak melihat bayangan ayahnya.

Akhirnya ayahnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di bawah jembatan. Ternyata ayahnya sudah lama sakit parah.

Dia telah menabung banyak uang untuk biaya pengobatan penyakitnya. Namun, demi menghadiri resepsi pernikahan putranya, dia menggunakan uang yang semula untuk pengobatannya itu untuk menyewa mobil mewah dan membeli setelan jas dan sepatu bermerek, hanya agar tidak membuat malu putranya.

Jujur saja, ayah tetaplah ayah. Tidak peduli apa pun statusnya, seorang anak dapat tumbuh dewasa, semua itu berkat kerja keras orangtua, bukankah begitu ?

Apalagi Wang adalah ayah angkat yang tidak memiliki setetes pun hubungan darah keluarga, tapi dia telah berkorban seumur hidup untuknya, dan akhirnya harus berpulang dengan kondisi seperti itu, bukankah anak angkatnya itu tidak tahu balas budi?(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular